Kuliah Perdana UII 2Para pendiri UII yang merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan bangsa memiliki harapan agar UII menjadi pencetak insan ulil albab, yakni generasi cendekiawan Muslim yang memiliki keselarasan antara kecerdasan dan akhlak yang mulia untuk mengisi kemerdekaan. Pada tahun akademik 2014/2015 ini UII menyambut sebanyak 6.441 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai fakultas untuk mengikuti kuliah perdana sebagai langkah awal mereka berproses menjadi insan ulil albab, pada Senin (1/9) di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir. Sebanyak kurang lebih 1.600 diantaranya merupakan mahasiswa baru yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Pada umur yang ke 71 tahun ini, UII semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam hal penyelengaraan pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah pendaftar yang meningkat signifikan dan bahkan menjadi jumlah yang tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Wakil Rektor I UII, Dr. Ing. Ilya Fajar Maharika, MA mengungkapkan peningkatan jumlah pendaftar UII yang cukup signifikan yang pada akhirnya terseleksi menjadi 6.441 mahasiswa. “Jumlah pendaftar UII pada tahun ini menembus angka 26.248, meningkat sejumlah 16.79% dibanding tahun sebelumnya”, ungkap Ilya. Mahasiswa yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah-DIY mendominasi  seluruh jumlah mahasiswa baru yang diterima berdasarkan asal daerah, yakni 3.210 mahasiswa.

Di hadapan para mahasiswa baru yang berseragam putih hitam, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menekankan bahwa generasi muda selalu diharapkan untuk mampu memberikan solusi bagi permasalahan bangsa di masa yang akan datang. Untuk itu, diperlukan sebuah wadah dimana para generasi muda diajarkan untuk menyelaraskan kecerdasan dan akhlak untuk menjadi insan ulil albab yang kelak memiliki peran bagi kemajuan bangsa Indonesia. “Belajar di UII adalah proses penanaman nilai, akhlak, dan pembelajaran ilmu pengetahuan kepada mahasiswa untuk berproses menjadi insan yang berguna bagi peningkatan kualitas lingkungan di masa depan”, ungkap Harsoyo.

kuliah perdana 1Kuliah umum kali ini disampaikan oleh Ketua Komisi Yudisial, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si dengan tema ‘Menjadi Pemimpin Bangsa’. Menurut Suparman, mahasiswa UII harus memiliki tanggung jawab dalam mengedepankan nilai integritas dan kejujuran, hal ini diperlukan agar kelak alumni UII menjadi pemimpin yang amanah. “Mahasiswa UII dituntut untuk memiliki budaya belajar dan disiplin yang tinggi,” tegas Alumni sekaligus Dosen Fakultas Hukum UII tersebut kepada para mahasiswa baru.

Suparman juga menekankan bahwa menjadi mahasiswa baru merupakan masa transisi yang tidak mudah, dan oleh karenanya kedisiplinan menjadi kunci utama keberhasilan. “Masuk ke jenjang universitas adalah momentum untuk mendorong perubahan pribadi semua mahasiswa menjadi pribadi yang lebih bermakna, yang lebih menghargai waktu, yang lebih produktif”, ungkap Ketua Komisi Yudisial tersebut. Pada akhir ceramah, Suparman juga berpesan kepada semua mahasiswa UII untuk berlatih mengorganisir pemikiran dengan melibatkan diri pada kegiatan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UII.

Selain kuliah umum, acara ini juga di isi dengan upacara serah terima dan pelantikan mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015. Tampil sebagai perwakilan Orang Tua/Wali mahasiswa dalam acara serah terima dan pelantikan mahasiswa baru tersebut adalah Drs. Ali Arham, M.Pd selaku orang tua mahasiswa baru dan Kepala Sekolah SMAN 5 Balikpapan. Kuliah perdana kali ini diselingi dengan hiburan oleh Paduan Suara Mahasiswa dan Marching Band UII serta pembacaan daftar mahasiswa-mahasiswa baru yang memiliki prestasi.

Acara ditutup dengan perkenalan pengurus lembaga kemahasiswaan dan doa. Selamat datang mahasiswa baru di Universitas Islam Indonesia, kampus taman kebijaksanaan, ilmu, dan teknologi.