2014.09.18.p2a mahasiswa uiiUniversitas Islam Indonesia (UII) memang terus mendorong mahasiswanya agar tidak hanya aktif dalam pergaulan akademis di level nasional namun juga di level internasional. Hal ini dipandang strategis sebagai salah satu langkah UII guna bertransformasi menjadi World Class University. Selain itu, kegiatan semacam ini tentunya menjadi added value yang berharga bagi mahasiswa karena menambah pengalaman mereka tentang pergaulan akademis internasional.

Seperti tergambar dalam kegiatan 12 mahasiswa UII yang tengah mengikuti program P2A (Passage to ASEAN) ke tiga negara ASEAN, yaitu Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Dalam program tersebut, mahasiswa UII tidak hanya banyak menjalin relasi dengan komunitas akademik di ketiga negara, namun mereka juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia di sana.

P2A sendiri merupakan program kerjasama di antara universitas-universitas di ASEAN untuk meningkatkan mobilitas para pelajar ke berbagai negara ASEAN dengan biaya yang minimal. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang negara-negara ASEAN demi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015.

Di Thailand, rombongan mahasiswa UII dan mahasiswa Indonesia lain peserta P2A berkunjung ke Institute of Technolohy Ladkrabang (KMITL) dan King Mongkut’s University. Selama empat hari (1-4/9), mereka mengunjungi berbagai fakultas di universitas tersebut guna saling berbagi ilmu dan persiapan menjelang MEA 2015. Selain itu, dalam kegiatan pertukaran budaya, mahasiswa UII menampilkan tarian Radap Rahayu dari daerah Banjar yang dibawakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UII, Larasati Praniasari.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Kamboja dengan mengunjungi AIC (Asian Institute Cambodia) yang berlokasi di Provinsi Kratie pada (7/9). Pada hari pertama, peserta P2A sudah terjun melakukan kerja bakti dan kampanye lingkungan dengan membersihkan pasar tradisional di Kota Kratie untuk lebih mengenal masyarakat Kamboja dan mengakrabkan mahasiswa Indonesia dan Kamboja. Selain itu, mereka juga bertukar pikiran dan berbagi ilmu dengan mahasiswa Kamboja tentang konsep MEA 2015 dan Land Concession.

Di hari berikutnya, mahasiswa UII kembali memperkenalkan budaya Indonesia dengan menampilkan beberapa pakaian adat Indonesia seperti busana Jawi Jangkep dari Jawa Tengah, Baju Betawi, dan baju tradisional Lampung.

Perjalanan ditutup dengan mengunjungi FPT University yang terletak di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Pertukaran budaya di universitas ini diisi dengan kegiatan menyanyikan lagu nasional Indonesia, Indonesia Pusaka dan menarikan Poco-Poco bersama-sama.

Salah satu mahasiswa UII, Danies Yudha Pradana mengaku banyak memetik manfaat ketika mengikuti kegiatan P2A ini. “Banyak yang bisa kita dapatkan dari orang-orang Vietnam yang sudah mengembangkan teknologi sofware untuk menghadapi MEA 2015. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak teman berbagi dan bertukar pikiran. Hal ini penting untuk membangun sebuah jaringan ketika bekerja kelak”, ujarnya.

Sumber Berita: Direktorat Humas UII