Diskusi Panel P3EIPertumbuhan perbankan syariah sampai dengan kuartal ke-IV tahun 2014 ini menunjukkan tren yang sangat positif, produk-produknya sudah mulai diminati masyarakat. Seiring dengan perkembangan tersebut, perbankan syariah menghadapi masalah yang tidak sedikit, yang paling penting adalah implementasi syariahnya masih banyak diragukan masayarakat, terutama terkait dengan aspek kesyariahannya, apakah sudah sesuai dengan syariah atau belum.

Permasalahan itulah yang kemudian diangkat oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) UII dalam sebuah diskusi panel bertajuk “Dilema Implementasi Produk Syariah di Perbankan Syariah” yang dilaksanakan di Fakultas Ukonomi (FE) UII pada hari ini (2/12). Dalam pelaksanaannya P3EI bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) wilayah Yogyakarta.

Tampak hadir pada acara diskusi tersebut Dekan FE UII Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si., Direktur P3EI Drs. Agus Widarjono, MA., dan ketua IAEI Yogyakarta Prof. Dr. Mashudi Moqorrobin, serta beberapa peserta diskusi dari kalangan akademisi dan praktisi perbankan syariah.

Agus Harjito menyampaikan dalam sambutan pembukaannya bahwa diskusi yang seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan perbankan syariah di Indonesia. “Barangkali permasalahan yang timbul diperbankan syariah itu bisa dikupas dari berbagai macam perspektif, tentunya melalui pembahasan dari para pemateri yang sudah hadir”, ungkapnya.

Ditambahkan oleh Agus Widarjono bahwa dengan adanya diskusi ini, kedepan diharapkan perkembangan syariah yang sudah tumbuh pesat mampu terus mempertahankan reputasinya dan berjalan pada rel yang sepatutnya. Disisi lain diskusi ini juga diharapkan mampu memberikan solusi konkrit terkait dengan permasalahan perbankan syariah yang ada saat ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mashudi Muqorrobin, namun Beliau lebih menekankan pada peran IAEI di Indonesia dan khususnya di wilayah Yogyakarta. Sebagai sebuah organisasi perkumpulan bagi para ahli ekonomi islam, IAEI terus berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia. “Kami saat ini sedang berupaya untuk menggagas dan menyusun konsep kurikulum pendidikan dasar dan menengah berkaitan dengan ekonomi Islam, dan itu sudah didukung oleh pemerintah”, paparnya.