prodi akuntansiDiberlakukannya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014 telah menimbulkan persoalan tersendiri, dimana sampai dengan saat ini pemerintah belum juga menerbitkan Peraturan Pemerintah yang menjadi pedoman untuk mengatur Keuangan Desa seperti yang diamanatkan pada beberapa pasal dalam undang-undang tersebut.

Dengan pengesahan tersebut, pemerintah setidaknya telah menyiapkan 10 persen anggaran dari APBN atau sekitar Rp. 104,6 triliun untuk dibagikan kepada sekitar 72.000 desa. Sehingga setiap desa diperkirakan akan memperoleh anggaran Rp. 1,4 miliar per tahun. Namun demikian, muncul kekhawatiran bila kemampuan financial desa tanpa didukung dengan peningkatan kompetensi pengelolanya akan berdampak pada banyaknya pejabat desa yang masuk penjara karena dianggap melakukan tindak korupsi.

Berlatarbelakang persoalan tersebut, Prodi Akuntansi UII merasasa terpanggil untuk turut membantu meningkatkan kompetensi dan ketrampilan SDM desa melaui pelatihan Akuntansi bagi para pejabat desa di beberapa kabupaten. Seperti diungkapkan Noor Endah Cahyawati selaku ketua kegiatan dalam rangka memperingati Lustrum ke-7 Prodi Akuntansi UII, pada Selasa (2/12), di Gedung Prof. Ace Partadiredja, Kampus FE UII,

“Sebagai langkah awal, rencananya pada tanggal 25 Desember 2014, akan dilangsungkan penandatanganan naskah MoU antara Prodi Akuntansi UII dengan 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Musirawas, Lampung dan Kotamadya Salatiga,” paparnya.

Diunkapkan Noor Endah, dalam kesempatan tersebut juga akan dirancang beberapa langkah berkenaan pembinaan SDM khususnya mengenai Akuntansi sektor public mencakup perencanaan anggaran, proses penggunaan anggaran dan pertanggung jawabannya sesuai dengan UU No.6 Tahun 2014.

Ditambahkan Noor Endah , selain diisi dengan kegiatan pelatihan Akuntansi bagi para pejabat desa, dalam lustrum ke-7 ini Prodi Akuntansi UII juga akan menggelar acara bertema Bina Networking. Acara ini ditujukan kepada para alumni Prodi Akuntansi yang saat ini telah tersebar di berbagai tempat dan bermacam profesi, baik di level nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menarik kehadiran alumni sejak angkatan 1980 untuk kembali kekampus.

“Dalam acara Bina Networking ini akan dilaksanakan dalam beberapa kegiatan, diantaranya kegiatan kuliah umum dari alumni, temu kangen alumni, pembagian sembako kepada lingkungan sekitar serta seminar tasawuf dan etos kerja,” ungkap Noor Endah.