manajemenMendengar kata pengangguran selalu identik dengan makna negatif. Pengangguran didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan. Salah satu kategori penggangguran adalah pengangguran terdidik. Badan Pusat Statistik per Februari 2014 menyebutkan pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia mencapai jumlah 398.298 orang atau 4,31 persen dari total pengangguran terdidik, yakni sebanyak 7.147.069 orang.

Salah satu faktor tingginya pengangguran terdidik disebabkan karena perusahaan maupun BUMN semakin selektif melihat kompetensi dalam rekrutmen pegawai, hal ini dibuktikan  dengan menggunakan konsultan dalam merekruit pegawai. Seperti disampaikan oleh Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Drs. Sutrisno, MM. saat membuka acara Career Seminar “Get Hired”  pada Sabtu (12/12), di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), Condongcatur. Dalam sambutannya, Dr. Sutrisno juga menyampaikan bahwa acara yang diadakan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan karir. “Lulusan UII harus siap untuk monyongsong the real world, terutama bagi parafresh graduate”, tegasnya.

Acara Career Seminar digelar oleh Prodi Manajemen UII dengan mengundang dua narasumber yaitu Mahardika Annisa (Project Officer) dan Dian Damayanti (Manager Employment Solution) dari Experd Fresh dan dimoderatori oleh Arif Singapurwoko, SE., MBA. Experd Fresh merupakan perusahaan konsultan yang berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia dan telah membantu lebih dari 150 perusahaan nasional dan multinasional, seperti Bank Indonesia, Chevron, SKK Migas, Pertamina, Blue Bird dan perusahaan lainnya.Kegiatan yang dihadiri oleh para calon wisudawan dan  fresh graduate ini membahas bagaimana peluang fresh graduate dalam bersaing di dalam pasar kerja saat ini.

Mahardika Annisa, selaku narasumber pertama menceritakan banyaknya tahapan yang dilakukan dalam menyeleksi calon pegawai, mulai dari tahap administrasi hingga wawancara. Annisa juga menjelaskan tentang bagaimana menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan. Ia juga menyampaikan pesan motivasi karir agar para calon pelamar membentuk keunggulan pribadi yang berbeda dengan para calon pelamar lainnya.“You are a brand, you have a mission, you need a plan, and you must start now”, katanya.

Sementara nara sumber berikutnya, Dian Damayanti, membahas lebih detil tentang tahapan tes seleksi dan wawancara kerja. Ia bahkan sempat meminta salah satu peserta seminar untuk melakukan simulasi wawancara kerja. Dian membagikan beberapa tips sederhana yang penting seperti semalam sebelum tahap tes seleksi dianjurkan untuk tidak diforsir belajar tetapi istirahat, dan disiplin waktu saat wawancara jangan sampai terlambat, dan berbagai tips lainnya.

Acara career seminar ini juga membahas mengenai praktek Web Based Recruitment yang saat ini sedang marak di Indonesia. Sistem rekrutmen ini memudahkan pengguna untuk mengunggah dokumen lamaran secara online dan membantu pihak perusahaan untuk menyeleksi ribuan pendaftar dengan lebih mudah. Fresh graduate harus lebih aktif untuk mencari peluang dan kesempatan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan internet. Pada akhir acara,Arif Singapurwoko, yang menjadi moderator sekaligus Ketua Panitia Seminar Karir ini juga berpesan bahwa saat ini peluang kerja sangatlah banyak namun kadang tidak banyak yang cepat menangkap peluang tersebut. “Kunci sukses untuk berhasil adalah dengan terus mengasah diri agar memiliki kompetensi yang unggul dan jangan pernah takut untuk bersaing”, pesannya.