Menyadari akan adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan dan tuntutan masyarakat atas kualitas lulusan perguruan tinggi yang siap mengikuti perkembangan zaman dan mampu beradaptasi akan perubahan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (DIKTI) merealisasikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM ini guna memberikan wadah kepada mahasiswa untuk menunjukkan kreatifitas mengingat besarnya potensi yang dimiliki mahasiswa dalam mengkaji, mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teknologi.

Hal di atas membuat UII mengadakan acara yang bertajuk “Sosialisasi Pendampingan PKM DIKTI” di semua fakultas termasuk Fakultas Ekonomi. Acara yang dilaksanakan di Fakultas Ekonomi (13/01) ini dihadiri oleh seluruh dosen FE UII dengan pembicara Dr. Abdul Jamil, SH., MH. selaku Wakil Rektor III UII didampingi oleh Beni Suranto, ST., M.SoftEng. selaku Direktur Pengembangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa UII. Acara ini bertujuan mendorong para dosen untuk mendukung peningkatan prestasi mahasiswa di ajang PKM DIKTI dengan aktif menjadi pembimbing tim mahasiswa PKM.

IMG_5672Menurut Jamil, prestasi UII yang tidak dapat berlanjut dari tahun ke tahun di ajang PKM ini ditengarai disebabkan oleh kurang seriusnya UII dalam menggarap PKM sehingga UII justru tertinggal dari Perguruan Tinggi lainnya. “Selama ini kegiatan PKM kurang ditangani dengan baik oleh UII, sehingga proposal PKM yang dibuat oleh mahasiswa UII saat ini secara umum mengalami penurunan baik dari segi kuantitas maupun kualitas”, terang Jamil. Keberhasilan mahasiswa untuk meraih prestasi dalam PKM DIKTI tidak lepas dari kegiatan pembimbingan yang serius dan intensif, untuk itu UII mengharap para dosen aktif menjadi pembimbing tim mahasiswa PKM yang dapat fokus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas proposal PKM. “Peningkatan jumlah proposal PKM yang dikirim akan menjadi salah satu tolak ukur peningkatan gairah akademik di UII”, tambah Jamil.

Proposal PKM harus memiliki kualitas yang baik agar berpotensi mendapatkan dana dari DIKTI, disinilah peran dosen dibutuhkan untuk berkontribusi dengan memberikan bimbingan dan arahan kepada tim mahasiswa PKM secara serius. “Kehadiran dosen sebagai pembimbing tim PKM diharapkan dapat memberikan sentuhan kualitas pada proposal PKM”, terang Beni. Selain itu, PKM DIKTI juga dapat dianggap sebagai salah satu langkah untuk mempertahankan akreditasi yang unggul. “Prestasi dan pendanaan yang diperoleh mahasiswa merupakan hal yang sangat penting bagi Fakultas dan Institusi karena menjadi poin penilaian dalam borang akreditasi” jelas Beni.

Dalam acara ini dijelaskan pula teknis seleksi proposal PKM dan jadwal pelaksanaan agenda PKM DIKTI tahun ini. Meningkatkan motivasi mahasiswa untuk ikut serta dalam PKM DIKTI merupakan tantangan yang besar bagi UII, untuk itu UII berencana memberikan reward bagi para mahasiswa yang mengikuti PKM DIKTI sesuai dengan jenjang prestasinya. Semoga kegiatan sosialisasi ini menjadi awal bagi terwujudnya peningkatan kuantitas dan kualitas proposal tim mahasiswa PKM DIKTI.