Alumni - Eny RahmahKisah sukses seseorang dalam menjalankan perannya tentu sangat menarik untuk disimak. Berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi dan finansial selalu menjadi cerita disetiap perjalanan seseorang dalam meraih mimpinya. Seseorang harus melewati berbagai halangan dan rintangan sebelum menuai sebuah kesuksesan. Tak jarang orang memiliki kemampuan multi-tasking dan multi-talented yang sangat baik. Maka dari itu banyak orang yang menangani lebih dari satu bidang pekerjaan dalam kesehariannya.

Salah seorang Alumni Progam Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia ( FE UII) turut menjadi teladan bagi generasi muda saat ini. Eny Rahma Zaenah, yang biasa disapa Eny ini adalah wanita kelahiran Sukoharjo yang memiliki talenta yang luar biasa dan juga memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Tak hanya memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.), Eny kembali menempuh pendidikan pasca sarjana di FE UII hingga memperoleh gelar Magister Manajemen (M.M.). UII telah memberikan andil dalam perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

Menjadi seorang Direktur Operasi sekaligus Komisaris di Tiga Serangkai yang merupakan perusahaan keluarga tidaklah mudah. Dimana penerapan prinsip-prinsip kekeluargaan dan profesionalitas harus dipadukan dan berjalan selaras. Bekal ilmu manajemen yang didapatkannya saat kuliah sarjana diterapkan dan dikembangkannya melalui praktik dalam mengelola Tiga Serangkai. UII telah memberikan andil dalam perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

Awal berdirinya lembaga pendidikan Al-Firdaus yang ia kelola. Berbeda dengan instansi pendidikan pada umumnya, selain berbasis keislaman, Al-Firdaus juga membebaskan murid-muridnya untuk berfikir kreatif. Sehingga pola pembelajaran yang diterapkan tidak membatasi potensi yang dimiliki murid-muridnya sehingga sesuai dengan keinginan sang pendiri. Eny terbilang sukses dalam membangun Al-Firdaus menjadi sekolah yang mendidik siswa-siswinya memiliki pengetahuan yang luas, kreatif dan

Lima tahun berkarir di Tiga Serangkai, Eny diamanahi untuk membawahi dua divisi sekaligus yaitu divisi penerbitan dan percetakan serta divisi distribusi. Beberapa tantangan ia lewati selama mengemban amanah tersebut. Disamping harus mengelola Al-Firdaus, ia juga harus menjalankan tugasnya di Tiga Serangkai. “Bisnis dan pendidikan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalankan bersamaan. Namun keduanya bukan tidak mungkin untuk dikombinasikan. Apabila kita dapat mengkombinasikan keduanya, maka akan menghasilkan keunikan tersendiri”, tuturnya.

Saat ini PT. Tiga Serangkai memiliki sekitar 5.000 orang karyawan, sedangkan Al-Firdaus sudah mengelola pendidikan dari tingkat playgroup hingga SMA. Amanah yang diberikan kepada Eny memang sangat besar, maka dari itu tanggung jawab mesti dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa generasi muda harus memiliki mental yang tangguh untuk membuka lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, networking, keahlian dan kepercayaan harus dimiliki. “Generasi muda harus bergerak dan terus berupaya. Rezeki itu harus disongsong, disambut, bukan dicari. Karena Allah SWT sudah menyiapkan rezeki untuk tiap-tiap umat-Nya, tinggal kita yang berusaha”, pungkasnya.