Denny NielmentSetiap individu tentunya memiliki keragaman hobi. Awal dari hobi tersebut dapat tercipta karena berbagai alasan, misalnya berawal dari kegiatan yang terus dilakukan sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Saat ini, banyak kalangan muda yang menjadikan hobinya sebagai ranah untuk memperoleh penghasilan, baik penghasilan tambahan ataupun sebagai penghasilan utama.

Denny Neilment, seorang pecinta kopi asal Padang, Sumatera Barat adalah salah satunya. Awal mulanya dari kebiasaan dengan 30 teman lainnya saat menimba ilmu di pesantren. Denny, begitu ia disapa, mulai mencintai kopi yang dibuat ala kadarnya. Kebiasaan minum kopi yang dilakukannya di kamar pesantren yaitu untuk menciptakan keakraban dengan rekan pesantrennya yang berasal dari seluruh penjuru daerah di Indonesia bahkan dunia. Denny mengaku bahwa hal tersebut merupakan alasan ia mendoktrin dirinya menyukai kopi.

Pada tahun 1998, Denny memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Yogyakarta. Setahun kemudian, Denny memilih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) pada Progam Studi Manajemen dan mengambil International Program (IP) sebagai tempatnya mencari ilmu. Saat kuliah, Denny mengaku dekat dengan 4 rekannya yang berasal dari Aceh, Jakarta, Semarang dan Pati. Bersama keempat rekannya inilah Denny sering “nongkrong” menikmati kopi sambil bercengkerama. Pengalaman sering diusir oleh pemilik warung kopi dan keinginan memiliki warung kopi sendiri merupakan awal mula kelima mahasiswa ini terpikir untuk membuat suatu bisnis, dimana bisnis tersebut merupakan suatu hal yang mereka gemari.

Niat dan tekad yang kuat, juga kemampuan yang dimiliki menjadi modal mereka untuk mendirikan Coffee Shop secara mantap. Hingga pada akhirnya Coffee shop itu bernama Keiko. Banyak cerita unik dibalik berdirinya Outlet pertama Keiko. Salah satunya yaitu bagaimana Denny dan empat rekan bisisnya berusaha mengumpulkan modal awal yang terbilang cukup besar pada saat itu. Berbekal pengalaman membuat prosposal ketika menjadi panitia diberbagai event semasa kuliah, Denny membuat propasal yang kemudian disebarkan dengan harapan bisa mendapatkan donatur untuk mendirikan Keiko. Sayangnya, strategi mereka kali ini belum berhasil. Strategi pun diubah dengan menjadikan mahasiswa yang memiliki kemampuan  ekonomi diatas rata-rata menjadi sasaran untuk menyumbangkan modal ke Keiko. Alhasil strategi ini membuahkan hasil. Separuh dari modal awal yang diperlukan pun berhasil diperoleh.

Outlet pertama Keiko resmi berdiri pada September 2004. Jatuh bangun dalam merintis bisinis Coffee Shop ini dijadikannya pelajaran yang berharga kedepannya. “Perlu disyukuri jika kita punya bisnis yang sama dengan hobi kita”.  ungkapnya. Sampai saat ini ada kurang lebih 10 outlet Keiko yang tersebar di Indonesia dan akan terus bertambah. Salah satunya akan didirikan di area kampus UII. Dimana yang mengelola  Keiko adalah mahasiswa UII sendiri. Berbagai bentuk kerjasama antara Keiko dengan UII yang ditawarkan oleh Denny. Hal ini menjadi bukti bahwa Denny tidak melupakan almamater yang telah berjasa dalam pembentukan mental, softskill dan hardskill dalam merintis bisnisnya.