Wirmon-WEBMenjadi seseorang yang bisa mengenal dunia, diperlukan keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Aktif dalam berorganisasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan perkuliahan merupakan cara untuk membangun soft skill. Dengan soft skill, mengajarkan seseorang untuk bisa berinteraksi sesama manusia. Mengasah soft skill akan menciptakan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional menjadi suatu bekal bagi seorang pemimpin yang diharapkan.

Menjadi seorang pemimpin merupakan impian dari Mohammad Wirmon Samawi, alumni Manajemen International Program (IP) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII). Wirmon meyakini program studi yang ia pilih dapat menunjang mimpinya menjadi seorang pemimpin perusahaan. Dalam membangun pondasinya, semasa kuliah Wirmon terjun aktif dalam kegiatan kemahasiswaan ataupun sosial. Pengalaman-pengalaman dalam membangun hard skill dan soft skill yang ia memiliki adalah pondasi kuat yang ingin beliau bangun.

Haus akan ilmu pengetahuan, Wirmon melanjutkan studinya di Australia. Selama dua tahun menempuh pendidikan di Monash University, pada tahun 2008 ia menyelesaikan studinya dan meraih gelar Master International Business. Setelah merampungkan pendidikan di negeri kangguru, Wirmon yang sudah mempunyai cukup bekal akhirnya memutuskan kembali ke Yogyakarta. Impiannya untuk jadi seorang pemimpin, ia mulai dengan bekerja di Radio Kedaulatan Rakyat. Satu tahun berselang, ia mulai masuk jajaran direksi di Kedaulatan Rakyat. Proses yang Wirmon lalui memang tidak mudah, ia yang sebelumnya menjabat sebagai manajer litbang dan direktur operasi, sekarang menjabat sebagai direktur umum.

Setiap orang harus mempunyai mimpi setinggi langit. Ambilah ilmu sebanyak-banyaknya, karena ilmu yang didapat ketika kuliah di UII adalah bekal yang baik. UII merupakan universitas yang diperhitungkan di ranah internasional. Sehingga mahasiswa harus bergerak lebih maju dan terus belajar.Nilai juga belum tentu segalanya tapi bagaimana berhubungan dengan manusia dan manusia. Asah softskill untuk berkembang menjadi top leader. Seimbangkan anatara akademik dan softskils, karena untuk berjalan di dunia ini tentu perlu keseimbangan, itulah pesan inspiratif disampaikan oleh Wirmon.