fix

Penting bagi para pemuda khususnya mahasiswa dalam mengembangkan skill, pengetahuan, dan menambah wawasan mengenai global issues demi mendukung kesuksesan masa depan. Cara dan kesempatan ada di depan mata bagi para mahasiswa

 untuk mewujudkan hal tersebut. Mengikuti pertukan mahasiswa ke luar negeri salah satunya. Berbagai macam pertukaran mahasiswa yang ditawarkan, mulai dari pertukaran budaya atau pun sebagai duta perubahan terhadapat global environment. Selain untuk pengembangan diri, lebih lagi meningkatkan networking sampai tingkat internasional.

AIESEC(Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales) merupakan salah satu program pertukaran yang sudah diakui secara internasional dimana menyediakan kesempatan bagi para pemuda-pemuda dunia untuk peduli terhadap global issues. Ahmad Rezha Syaf, Organizing Citizen Committee President Global Citizen Program, menggandeng AIESEC UGM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Komisi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) dalam acara Global Citizen Winter Program (25/10) di Ruang Aula Utara Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja FE UII. Dalam diskusi ini dihadiri juga oleh Darynaufal Mulyaman, Brand and Creative Manager AIESEC UGM dan Farid Aflah, Direktur HMJA Komisi. Program yang terbentuk setelah Perang Dunia II (PD II) ini dibentuk untuk menjalin perdamaian dunia dan menunjukkan potensi manusia khusunya para pemuda, begitu pemaparan Naufal.

Program pertukaran yang berjalan selama 6-12 minggu ini memiliki berbagai macam projek isu yang ditawarkan diantaranya education, environment, health, cultural understanding, dan social entrepreneurship. Pengalaman Global Citizen Winter Program juga dirasakan oleh beberapa mahasiswa UII yang berbagi pengalaman mereka dalam diskusi, yaitu Bhayu Wijaya dan Nur Hayana. Mereka berkesempatan untuk melaksanakan education project di India dan Republik Ceko. Berbagai tahapan mulai dari interview hingga keberangkatan mereka tularkan sehingga para peserta memiliki gambaran terhadap program pertukaran tersebut. Hal yang tak kalah penting adalah menambah wawasan terhadap global issues dengan perbedaan budaya negara dan teman-teman dari berbagai negara lainnya. Berkesempatan hadir pula dua mahasiswa UGM, Kharizsa Imamara, pertukaran negara China dan Prima M Purwatama, pertukaran negara Bahrain.

Disampaikan pula harapan Rezha, mahasiswa Akuntansi IP FE UII, salah satu volunteer Global Citizen ke Republik Ceko. Mahasiswa UII harus memiliki pengalaman dan prestasi dikancah internasional. Hal ini bisa menjadi cikal bakal UII menuju world class university. Tambah lagi, UII bisa memiliki AIESEC sendiri yaitu AIESEC UII.