MVI_6842_00000Muhammad Robby Budi Murtanto, biasa dipanggil Robby adalah alumni Fakultas Ekonomi tahun 2005. Pria kelahiran Yogyakarta, 8 Januari 1981 ini sudah lama memiliki hobi di bidang otomotif. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya beberapa prestasi di kancah Nasional bahkan Internasional. Baru saja pada  2015 ini, ia meraih juara dalam nominasi Nitrohead motor di bawah 250 cc pada event tahunan yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC). Prestasinya tidak hanya itu saja, saat ini ia sudah menjadi owner Robot Motorwork, sebuah usaha bengkel otomotif spesialis modifikasi. Pelanggannya tidak hanya dari wilayah Yogyakarta, tetapi juga sampai luar Jawa. Demi kepuasan pelanggan, ia mengaku menggarap sendiri pesanan dari pelanggannya,sehingga ide yang tercipta adalah murni dari Robby, dan modifikasinya murni dimbuat sendiri, bukan build up seperti model variasi motor yang ada saat ini. Dalam pengerjaannya ia dibantu oleh beberapa karyawan senior yang sudah bergabung dalam usahanya sejak awal. Ia sampai dijuluki sebagai “spesialis klasik” karena rata-rata pelanggannya yang menawarkan motor klasiknya untuk dimodifikasi, tetapi pada dasarnya ia menerima semua jenis motor.

Memiliki usaha otomotif yang terhitung sukses bukanlah hal yang instan. Sempat beberapa kali ia mencoba berbagai usaha seperti pada tahun 2006-2009 ia sempat membuka usaha rumah makan di daerah Seturan, tetapi karena banyaknya pesaing, ia memutuskan untuk mengubah bentuk usahanya menjadi katering. Sampai sekarang usaha katering tersebut dijalankan di dekat rumahnya, dan dikelola oleh istrinya. Kemudian ia membuka usaha bengkel umum, karena keterbatasan modal, ia belum mampu membuka bengkel modofikasi seperti sekarang ini. Hingga dirasa cukup, barulah ia membuat spesifikasi modifikasi pada bengkelnya itu.

Kegemarannya terhadap bidang otomotif sebenarnya sudah ada sejak SMA. Tetapi ia mengaku belum ada ketertarikan untuk membuka usaha. Barulah ketika di bangku kuliah, ia bertemu dengan teman-temannya yang memberikan motivasi berwirausaha, sehingga setelah lulus dari FE UII dia bertekad untuk membuka usaha. Walaupun otomotif tidak sejalan dengan gelar yang ia peroleh, namun ia menyadari bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia. Terbukti, mata kuliah manajemen pemasaran yang ia peroleh sewaktu menempuh pendidikan sarjana di FE UII sangat mendukung profesinya sekarang ini.