Syafri Yuzal“Jangan pernah menginginkan kehidupan orang lain. Rumput tetangga pasti jauh lebih hijau dari rumput rumah kita, karena kita lalai rumput kita sendiri”.

Syafri Yuzal merupakan salah satu alumni inspiratif International Program Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (IP FE UII). Pria bungsu kelahiran Lhokseumawe, 32 tahun yang lalu ini akrab dipanggil Yuzal. Saat ini, Yuzal berkarir menjadi Direktur di PT. Aino Indonesia. Karirnya sebagai Direktur dari perusahaan yang bergerak dibidang teknologi menuntut dirinya untuk selalu “meng-update kemampuannya” dengan informasi-informasi terbaru seputar perkembangan teknologi yang ada. Selain itu, melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia merupakan tuntutan lain yang harus dilakukan Direktur muda yang memiliki hobi travelling ini.

Yuzal percaya bahwa cara untuk memutuskan kemiskinan adalah belajar bukan mengandalkan keberuntungan. Disiplin dan doa restu dari orangtua merupakan bagian dari supporting yang dapat memperlancar karir yang ia bangun. Pada tahun 2006 hingga tahun 2009 Yuzal memutuskan untuk melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meraih gelar Master of Business Administration dibidang Strategic Management. Perjalanan karir Yuzal pun sangatlah panjang, diterima menjadi Product Marketing Officer di PT Gamatechno Indonesia merupakan peluang awal yang dimanfaatkan Yuzal untuk menggali potensi-potensi yang ia miliki. Satu tahun berselang, Yuzal menjadi Marketing and Sales Manager di PT Gamatechno Indonesia. Empat tahun kemudian setelah menjabat menjadi Sales Manager PT Gamatechno Indonesia, Yuzal diangkat menjadi Business Development & Customer Engagement Manager PT Gamatechno Indonesia. Karena loyalitas dan totalitas kerja yang diberikan Yuzal, satu tahun setelah menjabat sebagai Business Development & Customer Engagement Manager PT Gamatechno Indonesia, Yuzal diberi kepercayaan untuk menjadi Direktur dari PT Aino Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Gamatechno Indonesia.
Bagi Yuzal, dalam dunia kerja selain hardskill, softskill merupakan komponen utama yang sangat perlu dimiliki setiap individu sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Maka dari itu, saat dibangku kuliah Yuzal aktif diberbagai organisasi yang ada di FE UII seperti International Program Forum (IPF) dan Ekonomika untuk mengasah softskill yang ia miliki. Tidak heran, dengan keaktifannya saat masih duduk menjadi mahasiswa berdampak pada kemampuan komunikasi yang baik dan banyaknya relasi yang dimiliki Yuzal. Hal yang sangat mengejutkan ialah beliau secara tegas meyakini bahwa UII adalah sarana turning point dalam membentuk karakternya yang ia bawa hingga saat ini. Selain itu ia mengkonfirmasi bahwa prestasinya tidak lepas dari latar belakang almamaternya dengan dukungan doa orang tua, jadi tak salah jika dengan usia yang masih muda beliau menduduki posisi yang sangat signifikan.

Beliau memberikan pesan yang mungkin sangat aplikatif, Yuzal menganggap dirinya bukan orang yang memiliki kemampuan lebih atau bukan salah satu individu yang “Bright”, akan tetapi ia melihat bahwa disetiap diri dari kita memiliki potensinya masing-masing. Potensi tersebut harus digali dan dipersiapkan yang nantinya membentuk karakter pribadi yang memiliki “Value” yang berbeda dari orang lain. “Jangan pernah kagum dengan kehidupan orang lain, bahwa kehidupan kita sesungguhnya mampu kita rancang sedemikian rupa sehingga kita mampu menyukai dan menghargai kehidupan kita”, kata Yuzal. Ada hal yang bisa kita kontrol dan jangan pernah menghiraukan hal-hal diluar kontrol kita. Kesempatan adalah hal diluar kontrol kita, akan tetapi dengan rencana yang matang, dengan kepercayaan diri yang tinggi, kesempatan yang datang mampu kita konversi menjadi peluang. Diakhir wawancara, beliau menyampaikan salah satu bentuk apresiasi terhadap program Finding Alumni yang dinisiasi FE UII, program ini harus terus dikembangkan dengan menghadirkan alumni yang mampu memberikan semangat optimistis bagi mahasiswa.