IMG_8874.jpg NPasar bebas yang telah diberlakukan di semua Negara tengah membuat badan akuntansi dunia CPA (Certified Practising Accountant) membuka kantor perwakilan dibeberapa Negara. Seperti CPA Australia yang memiliki kantor perwakilan di Indonesia sejak tahun 2011. Hal ini merupakan komitmen badan yang telah berdiri di 144 negara tersebut mendorong pertembuhan akuntansi di Indonesia dan memenuhi kebutuhan anggota yang berdomisili di Indonesia agar lebih efektif.

Ritta Setiawan, Chief Representative Indonesia di CPA Australia didaulat menjadi pembicara dalam seminar “How Professional Designation Take Part in ASEAN FTA” yang digelar di Aula Utara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII). Sebagai CR CPA Australia di Indonesia, beliau mengungkapkan bahwa pentingnya menjalin relasi yang baik untuk menciptakan kolaborasi dalam memajukan profesi akuntan di Indonesia dan Australia. Kedua Negara telah menjalin hubungan yang baik pada berbagai sektor lainnya, maka dalam bidang profesi akuntan public hendaknya juga demikian. (8/09)

Ketua Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA)  FE UII, Ayu Chairina Laksmi, S.E. MAC, MRes, Ak membuka acara tersebut mewakili Dekar Urumsah, S.E., S.Si., M.Com (IS)., Ph.D, mengatakan bahwa pentingnya memiliki sertifikasi dibidang ini untuk meningkatkan kualitas kemampuan untuk menjadi akuntan publik yang handal dan professional. Sementara itu, ketua CPA Indonesia di FE UII, Dra. Yuni Nustini, MAFIS., Ak.memaparkan untuk mahasiswa semester akhir dapat mengambil progam khusus untuk mendapatkan sertifikasi CPA dengan melakukan serangkaian tes  di kampus sebagai bentuk kerja sama antara FE UII dan CPA Indonesia. Bahkan pada masa mendatang, mahasiswa akuntansi FE UII yang sedang menempuh ujian tengah dan akhir semester, varian dan komponen soal yang diujikan sudah terstandarisasi dari CPA Australia.