P3EIPusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) semangat untuk terus berkontribusi, memperbaiki dan menyempurnakan teori serta praktik Ekonomi Islam. P3EI mengadakan 1st Mini Conference in Islamic Economic, Management and Finance. Dengan tema “Reavealing Islamic Values in Economics, Management and Finance”.

Perkembangan awal Ekonomi Islam tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para ulama-ulama modern yang mewacanakan kebangkitan Islam. Kontribusi tokoh-tokoh pemikiran seperti Muhammad Iqbal, Jamaludin Al Afgani dan kemudian disusul para tokoh yang lebih kontenporer seperti halnya Umer Chapra, Fahim Khan dan lain sebagainya menjadi pekerjaan keilmuan yang akan terus disempurnakan. Praktiknya pendirian Mit Ghamr Bank di Mesir tahun 1963 menjadi salah satu starting point dalam perkembangan industri keuangan yang kemudian ditindak lanjuti dengan berdirinya Islamic Development Bank pada tahun 1992 yakni dengan didirikannya perbankan Islam pertama, seperti Bank Muamalat yang telah tersebar dibeberapa kota di Indonesia dan beberapa industri keuangan Islam lainnya yaitu tafakul dan re-takaful, Islamic Crowdfunding, Islamic Microfinance, Islamic Capital Market dan lain sebagainya. Bahkan, asset industri keuangan Islam di dunia tercatat menyentuh nilai USD 3 Triliun.

Perkembangan ini merupakan hal yang menggembirakan dalam konteks wacana bangkitnya Ekonomi Islam. Namun hingga saat ini masih banyak bahasan demi bahasan yang belum selesai dikaji dalam menyempurnakan teori Ekonomi Islam sendiri. Hal ini dikarenakan faktor paradigma pandangan para pakar yang berbeda-beda, sehingga dengan adanya kajian ini sedikit membantu dalam meningkatkan pemahaman untuk menyatukan persepsi antar para pakar pada bidang masing-masing. Sehingga dalam kajian pengembangan Ekonomi Islam atau mini conference tersebut P3EI mengundang pembicara-pembicara yang dipilih secara selektif dari berbagai macam kepakaran dibidang ekonomi, manajemen dan keuangan Islam antara lain Agus Widarjono, Ph.d (direktur P3EI), Dumairy Drs. MA. Ph.D (Ekonomi UGM), Abdul Rafik, M.Sc., ASPM (Pengamat Pasar Modal Syariah UII), MB Hendrie Anto (Peneliti P3EI), Akhmad Akbar Susamto, Ph.D (Ekonomi UGM), Trias Setiawati, Dra., M.Si. Dr (Pakar Manajemen Inovasi FE UII), Rifqi Muhammad, M.Sc. SH. SAS (peneliti P3EI), Sartini Wardiwiyono, Dr. (Akademisi Universitas Ahmad Dahlan) dan Arief Bachtiar, M.SA.Akt, SAS (Pakar Akuntansi Syariah UII). Kajian ini dilaksanakan Pada hari Rabu-Jum’at, 11-13 Januari 2017 di Ruang Sidang Dekanat FE UII, yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi.

Kajian diranah epistimologi seperti halnya mengenai Homo Islamicus masih menyisahkan perdebatan sebagai perbandingan dengan teori homoeconomicus yang sangat positivistic. Tidak kalah urgen, konsep system ekonomi berbasis profit-loss sharing secara komprehensif pun menyisakan banyak pertanyaan. Belum lagi paradigma time value of money yang sepertinya belum bisa dilepaskan dalam perkembangan Ekonomi Islam itu sendiri. Sebagai akibatnya, industri keuangan Islam saat ini tidak dapat mengadopsi mekanisme sistem Ekonomi Islam dengan baik karena konsepnya yang belum matang. Alhasil, persepsi masyarakat yang menyatakan bahwa Ekonomi Islam hanya sebatas varian menjadi hal yang sulit untuk ditolak. Hal ini didukung dengan kondisi realitas industri keuangan syariah yang lebih banyak menduplikasi produk-produk keuangan konvensional.

Menyempurnakan teori Ekonomi Islam akan menjadi perkembangan yang terus menerus yang tidak akan pernah usai. Hal ini sangatlah penting untuk terus dilaksanakan serta dikaji lebih dalam guna mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai Ekonomi Islam. Kegiatan kajian ini harus terus dilakukan oleh satu generasi ke generasi yang selanjutnya. Bahkan teori yang sudah adapun perlu diuji dan kemudian dikonfirmasi kebenarannya. Sehingga amatlah relevan untuk terus mendiskusikan hal tersebut untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan islam kedepan. Dengan diadakannya kajian ini diharapkan mampu memperluas wawasan berkaitan dengan teori Ekonomi Islam.