Sri Hascaryo NSukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup seseorang harus terlebih dahulu mempunyai tujuan hidup. Karena perjalanan menuju kesuksesan yang dijalani setiap orang pastinya berbeda-beda caranya. Dan tujuan hidup itu yang mendampingi seseorang untuk mencapai kesuksesan. Perjalanan karir menuju kesuksesan dari Sri Hascaryo bisa menjadi salah satu panutan. Pria kelahiran Yogyakarata, 8 Oktober 1963 ini merupakan salah satu alumni Program Studi Manajemen yang pada saat itu bernama Ekonomi Perusahaan, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) dan juga merupakan lulusan Fakultas Hukum salah satu PTN di Yogyakarta dan akrab dipanggil Yoyok.

Masa Kecil Yoyok banyak dihabiskan di kota kelahirannya, yaitu Yogyakarta. Ia memulai Sekolah Dasar (SD) di Serayu, kemudian pada kelas 5 beliau pindah ke SD Marsudirini, di sekolah ini beliau merasakan keunikan, karena cuma Ia sendiri yang laki-laki. setelah itu Ia melanjutkan pendidikan di SMP N 5 Yogyakarta, kemudian SMA Kolese De Britto. Dan akhirnya dia memilih UII sebagai pelabuhannya. Ia mengambil FE UII dikarenakan beliau dulunya mengambil konsentrasi IPS, dan alasan mengambil Fakultas Ekonomi dikarenakan gampangnya mencari pekerjaan. Sikap disiplin dan tegas dari ayahnya yang merupakan seorang guru, berdampak kepada ketika Yoyok begitu dia disapa, harus pulang telat saat sedang asiknya bermain, dan Ia diomelin oleh sang ayah, karena hal yang harus Ia lakukan ketika pulang sekolah adalah tidur siang. Yoyok menyebut dirinya “Made in Yogyakarta” dikarenakan dari lahir sampai lulus beliau menempuh pendidikan di kota Yogyakarta ataupun disebut sebagai kota Pelajar.

Pikiran orang tuanya saat itu hanya sebatas lulus, baru kemudian melamar pekerjaan dan alhamdulillahnya, beliau pada jaman kuliah sudah mencari uang dengan berjualan baju dan membuat Warung Makan. Yang hanya dibenak Yoyok pada saat itu adalah ketika lulus kuliah Ia ingin melanjutkan usahanya saja dan kalaupun mau mencari pekerjaan, Dia hanya memikirkan Kota Yogyakarta. Setelah itu ada seorang temennya yang melamar kerja di perbankan dan Ia diajak untuk ikut melamar kerja di perbankan tersebut. Dan dari situlah kisah sukses Yoyok dimulai.

Setelah Ia lulus dari UII pada tahun 1989, beliau melamar pekerjaan di salah satu perbankan yaitu Bank Niaga. Yang pada saat itu perbankan lagi gencar-gencarnya membuka lowongan pekerjaan, sehingga membuatnya langsung diterima. Beliau juga mengikuti EDP (Executive Development Program) di Bank Niaga dengan pendidikan selama satu tahun dan disitulah beliau menata hidup pribadinya. Hampir empat tahun beliau bekerja dan memutuskan untuk resign. Kemudian beliau bergabung dengan Bakrie Grup hingga sekarang yang pada saat itu lagi tahap berkembang. Ia memiliki cita-cita selain saya harus bekerja profesional saya juga harus mempunyai usaha, secara tidak langsung membuatnya gigih untuk mencari uang dan Ia serius untuk mendapatkan posisi yang diinginkan, kemudian di usia 35 tahun beliau sudah mulai membuka usahanya. dan mungkin berkisar di tahun 2000. Beliau mencoba mengembangkan usaha dan alhamdulillah sampai sekarang pekerjaan profesionalnya tetap dibarengi dengan kegiatan wiraswastanya.

 Menurutnya, periode pada saat itu sangatlah mudah untuk mencari pekerjaan, karena sebelum adanya krisis moneter. Semua perbankan membuka besar-besaran lowongan pekerjaan, kemudian mengalami krisis moneter dimana semua perusahaan jatuh. Selain itu, Ia juga pernah merasakan bagaimana bekerja tapi perusahaan sulit untuk membayar gajinya, karena perusahaan yang dihadapi mulai tidak bagus. Beliau mulai memikirkan untuk membuka usaha, dan ternyata membuka usaha itu tidak semudah yang dipikirkan, naik turunnya usaha dan sempat terlilit hutang yang mengakibatkan semua asetnya terjual untuk melunasi utang-utangnya, malahan asetnya sendiri tidak menutupi jumlah utang-utangnya. Karna sikap gigihnya, beliau tetap menjalankan usahanya dengan dibarengin bekerja profesional di Bakrie Grup, secara tidak sadar hutangnya pun terlunasi.

Pelajaran yang Ia dapat ketika sekolah di FE UII, adalah pelajaran agama. Selain manusianya yang harus berusaha keras, ridho Allah juga berperan dalam usahanya. Yoyok selalu berdoa, tawakal, dan tidak lupa bersyukur dengan kesehatan. “Kalau kita punya mimpi, kita tau harus berbuat apa kedepannya” pungkasnya untuk generasi selanjutnya.