Teuku Erry R NSosok yang supel dan easy going adalah pribadi yang ditemukan dalam diri Teuku Erry Rubihamsyah atau yang kerap disapa Eyyi. Sejak lahir hingga sekarang Eyyi masih tinggal di kota kelahirannya yaitu Kebumen. Masa kecilnya pun sama layaknya anak-anak sebayanya karena orang tua Eyyi tidak terlalu suka mengekang anaknya. Eyyi pun tumbuh dengan kebebasan dan terbiasa menentukan pilihannya sendiri. Dalam bidang pendidikan contohnya, Eyyi mengaku tidak pernah diarahkan orang tuanya untuk memilih bidang studi yang ia harus ambil, jadi alumni program studi Manajemen ini memilih Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) sebagai kampusnya. “Hidup ini mengalir saja tidak perlu muluk-muluk, sesuai dengan kesanggupan diri saja” imbuhnya.

Terlahir dari latar belakang orang tua pengusaha dalam bidang otomotif secara tidak langsung membuat Eyyi terbiasa bergelut dengan kendaraan. Sejak SMA Eyyi mengaku sering memodifikasi kendaraan yang digunakan untuk balap motor, “Ya, biasalah waktu muda sering balap motor, dan modif sendiri” imbuhnya. Terbiasa bergelut dengan kendaraan ternyata menumbuhkan rasa cinta dan passion Eyyi di bidang otomotif. Setelah lulus dari FE UII Eyyi membuka usaha les setir mobil di daerah Kebumen, keuntungan dari setir mobil tersebut Eyyi gunakan sebagai modal awal Bisnis Bus Efisiensi miliknya kini. Pasang surut dalam berbisnis pun dialami oleh Eyyi terlebih lagi saat terjadinya krisis moneter yang membuatnya harus menjual beberapa asset miliknya, “Yang terpenting punya batas, kalo sudah tidak profit ya diamputasi aja bisnisnya” terangnya.

Dalam berbisnis Eyyi menambahkan bahwa harus menemukan “ruh” bisnis apa yang sesuai dengan kemampuan kita. Karena dalam berbisnis jika tidak ada ruh kemungkinan besar bisnis yang dijalani tidak akan sukses karena dari diri kita sendiri tidak menemukan jiwa dalam bisnis tersebut. Hal ini berdasarkan pengalaman Eyyi ketika mengembangkan bisnisnya di bidang kuliner yang selalu saja gagal dan bangkrut. “Ruh saya memang di otomotif” imbuhnya. Selain itu, Eyyi menambahkan kita harus mengetahui kemampuan dan passion diri kita sendiri apakah berpassion sebagai karyawan atau pengusaha. Ketika memilih menjadi pengusaha pun ada tiga prinsip yang Eyyi pegang yaitu, “Tekun, teken, tekan”, yang berarti dalam berusaha harus tekun, mengetahui sasaran, dan mempunyai target yang ingin dituju.

Ditanya soal kesuksesan Bus Efisiensi yang Eyyi miliki ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah bisa melihat sasaran pasar yang akan dituju. Harus jelas pangsa pasar kelas mana yang akan menjadi sasaran. Selain karena berjalan sesuai dengan sasaran, Eyyi pun menambahkan bahwa kenyamanan bagi para pelanggan adalah hal terpenting dalam bisnisnya, tak heran jika Eyyi selalu rutin melakukan pergantian bus setiap dua tahun sekali demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpangnya. “Karena tujuan kami adalah menghantar penumpang ketujuan dengan selamat” pungkasnya.