Putri-putri Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) yang tergabung dalam International Program Dance Club (IPDC) lagi-lagi telah kembali mencatatkan prestasinya dalam ajang 5th PADATARA 2017 dan berhasil meraih juara pertama pada Sabtu (06/05) di Semarang. Setelah kurang lebih enam bulan lalu IPDC berhasil mendapatkan penghargaan di enam kategori dalam perlombaan International Folklore Festival yang di gelar di Rusia. Kemenangan ini tentu saja menambah daftar prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa-mahasiswi UII. Perasaan senang, haru, tidak percaya, dan masih banyak lagi seolah-olah langsung melebur menjadi satu tepat setelah pengumuman juara dibacakan dan perasaaan-perasaan seperti itulah yang menyelimuti kemenangan IPDC kali ini. Perjuangan IPDC yang luar biasa dengan persiapan dan sesi latihan dalam jangka waktu yang cukup singkat tidak memudarkan semangat  IPDC untuk tetap berjuang dalam perlombaan 5th PADATARA 2017 dan usaha keras itulah yang saat ini berbuah manis untuk dinikmati.

Semangat dan motivasi tentu saja selalu menjadi salah satu pegangan kuat untuk terus melangkah maju. Terlebih motivasi yang tercipta karena satu rasa yang telah terjalin dan terbentuk dalam  IPDC. “Sebenarnya seperti euforia teman-teman terlebih karena teman-teman memiliki semangat positive thinking pasti bisa. Tentu karena semangat itu teman-teman yang lain merasa menjadi semangat kembali. Yang tadinya agak capek menjadi semangat lagi latihan,” terang Ciane Paramitya Nawangsari salah satu anggota dari IPDC.

Tentu juga jangan lupakan bahwa kekompakan dan kebersamaan yang telah terjalin di IPDC merupakan salah satu kunci kesuksesan dari sebuah kemenangan dalam kompetisi. Jadi, tentu bagi IPDC memiliki artian sendiri mengenai kekompakan yang terjalin dan terus akan semakin kuat setiap harinya. “Sering-sering latihan bareng pasti bakal rasain capek bareng juga disitu dari rasa capek akan punya chemistry buat berjuang dan rasa berjuang bareng-bareng. Ikatannya kaya tumbuh dengan sendirinya akhirnya dalam lomba merasa kompak.” papar Nurus Sa’adah salah satu anggota dari IPDC.

Sebuah harapan tentu akan terus tercipta seiring dengan apa yang akan dihadapi. Tentu saja IPDC memiliki banyak harapan untuk kedepannya. Sebuah harapan supaya pada setiap perlombaan yang akan datang mereka bisa melakukan yang terbaik dan tentu bisa membawa pulang kembali sebuah kemenangan yang merupakan hasil dari kerja keras. Inspirasi menari mereka dapatkan ketika mendengar sang pemusik gendang membawakan irama tabuhan gendang dan mendengar arahan pelatih. Semangat mereka tumbuh dari daerah asal tarian itu seperti ada rasa cinta dalam tarian itu dan secara otomatis mereka merasakan sensasi yang sama dalam menari dan kembali bersemangat menarikan tarian saman khas Provinsi Aceh ini.

Ada pesan yang tentu saja ingin disampaikan untuk berbagi dalam setiap pengalaman. Sebagai anggota IPDC, Nurus dan Ciane tentu berharap supaya IPDC semakin kompak kedepannya dan tidak luntur semangatnya dalam menghadapai berbagai perlombaaan selanjutnya. Melalui IPDC, mereka juga berharap dapat menginspirasi banyak orang. Indonesia memilik beranekaragam budaya yang luar biasa yang harus terus dilestarikan serta tidak dibiarkan punah begitu saja.