Berbuka puasa adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Lazimnya, menu berbuka yang paling populer adalah makanan-makanan manis yang disebut juga dengan takjil. Takjil sendiri jenisnya bermacam-macam, mulai dari buah kurma, kue-kue basah, kolak, dan makanan manis lainnya. Selama bulan ramadan juga biasanya begitu banyak bermunculan pasar-pasar ramadan yang menjual panganan seperti takjil. Berbuka puasa dengan makanan yang manis sudah menjadi tradisi sendiri bagi umat muslim. Namun, kira-kira bagaimana penjelasannya menurut ahli kesehatan ya?
Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit lambung dan pencernaan menjelaskan, bahwa mengonsumsi makanan atau minuman manis memang baik dilakukan pada saat buka puasa, agar dapat segera memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Berpuasa sehari penuh tentu membuat tubuh kekurangan cairan sehingga kandungan manis dalam makanan mampu memulihkannya. Namun Dr.Ari mengatakan, bahwa mengonsumsi makanan manis sendiri ketika berbuka puasa tidak boleh berlebihan. Idealnya, makanan manis yang sangat di anjurkan adalah buah kurma. Sebab buah kurma mengandung karbohidrat kompleks yang membuat gula diserap tubuh secara perlahan. Mungkin ini pula yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat muslim untuk berbuka dengan buah kurma. Seperti dikisahkannya cerita Nabi Muhammad SAW yang selalu berbuka dengan 3 buah kurma.
Dianjurkannya berbuka dengan buah kurma bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi makanan manis lainnya. Sah-sah saja, namun ada baiknya untuk tidak berlebihan. Konsumsilah secukupnya, dan secara perlahan. Apabila mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, dapat menyebabkan gula darah dalam tubuh melonjak sehingga tubuh mudah lemas dan mudah mengantuk. Nah, bisa di coba ya, untuk mulai berbuka puasa dengan buah kurma maupun makanan manis lain secukupnya saja.

Sumber : doktersehat.com