Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) lagi-lagi kembali menorehkan prestasinya dalam ajang 9th International ERPsim Competition 2017 yang diselenggarakan oleh HEC MONTREAL Kanada dan berhasil meraih juara pertama pada Kamis (15/6) di Kampus Terpadu, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Tim Program Studi (Prodi) Akuntansi yang terdiri dari empat mahasiswa Prodi Akuntansi 2014 yaitu Muhammad Guntur Pamungkas selaku analisis, Mara Khwarizmi selaku bagian produksi, Arif Habibullah selaku bagian penjualan, dan Huda Aulia selaku bagian pembelian.

Dra. Primanita Setyono, MBA., Ak., CA., SAP Certified yang merupakan Direktur ERP (Enterprise Resource Planning) Computer Center Prodi Akuntansi FE UII mengatakan bahwa untuk tahun ini, sistem kompetisi ERPsim terdiri atas dua level, yaitu level region dan level international. Untuk level region dibagi dalam beberapa wilayah, yaitu Asia Pacific Japan, United States, China, India, Eropa, dan Timur Tengah. Masing-masing dari region tersebut diambil dua tim terbaik untuk dikirim dalam kompetisi internasional. Khusus dalam kompetisi internasional terdapat proses eliminasi, yaitu awalnya terdapat tiga belas tim, gugur menjadi sembilan tim, lalu diambil kembali enam tim hingga menjadi tiga tim terbaik. Tiga tim terbaik tersebut pertama adalah Universitas Islam Indonesia (Indonesia), kedua HEC Lausanne (Switzerland), dan yang terakhir Central University of Finance and Economics (China).

ERPsim merupakan sebuah permainan simulasi untuk mengelola dan menganalisis data perusahaan virtual menggunakan SAP Business Suite on SAP HANA maupun data pesaing untuk pengambilan keputusan yang tepat. Disamping itu, peserta juga saling bersaing dalam mendominasi parsaingan pasar.

Primanita menambahkan mengenai mekanisme permainan simulasi ini terdiri atas tiga babak yang masing-masing babak diasumsikan selama dua puluh hari. Kemudian, satu hari itu dibuat seperti satu menit, maka satu menit tersebut equivalent dengan satu hari. Terdapat perubahan peraturan untuk kompetisi kali ini. Pada kompetisi sebelumnya permainan hanya dilihat dari net income saja, maka untuk sekarang dilihat dari nilai perusahaannya .

“Sebuah perusahaan itu dianggap nilainya lebih tinggi jika dia dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya, maka credit rate bisa lebih baik. Selain membuat keuntungan, modal yang digunakan pun lebih efisien”, imbuhnya.

Untuk bimbingan kepada tim, Primanita mengakui hanya mengarahkan, tetapi untuk pengambilan keputusan, resiko, dan strategi yang digunakan semua kembali lagi pada tim tersebut. Menurutnya, lewat ERPsim ini para mahasiswa dapat belajar bisnis lebih mudah dan terjun langsung dalam permainan tersebut. Rugi atau kesalahan yang dilakukan dapat diketahui penyebabnya oleh masing-masing mereka sehingga tidak perlu pemberian teori karena mereka telah memahaminya. Hal ini sekaligus sebagai acuan sejauh mana para mahasiswa dapat memahami teori yang telah diajarkan dan menerapkannya dalam permainan simulasi tersebut.

“Banyak hal yang didapatkan melalui kompetisi ini, kita belajar bagaimana bekerja sama di perusahaan antara tiap divisi atau departemen, bagaimana cara masing-masing divisi tersebut dapat saling membantu. Selain itu kami dapat merasakan seperti apa rasanya bersaing dengan orang luar dari berbagai regional”, papar Mara Khwarizmi.

Sekalipun mengalami beberapa kendala seperti dilaksanakan real time sesuai dengan waktu Kanada, yaitu pukul empat dini hari dan ketidakikutsertaan tim dari perwakilan Switzerland dalam latihan kompetisi sehingga tidak dapat menganalisis gaya permainannya. Mara dan timnya tetap bersemangat dan berusaha tampil maksimal dalam kompetisi ini.

“Kalau bisa ikut lagi, asik saja bisa bersaing dengan tim yang lain. Kompetisi ini memiliki peran positif untuk UII kedepannya,” ucap Guntur yang dibenarkan oleh anggota yang lain.