Semua Umat Muslim di dunia patut bersuka cita, karena akan merayakan atau memperingati hari lahir Sang Pencerah, Nabi terakhir, penutup dari para Nabi yakni junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Lebih familiar disebut Maulid Nabi Muhammad SAW. Dimana Maulid Nabi adalah untuk menunjukan kecintaannya pada Baginda Rasulullah SAW, peringatan Maulid Nabi di laksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Makna Maulid Nabi sendiri dengan adanya seremonial maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan Zahiliyah. Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari Baginda Nabi besar Muhammad saw. Perayaan Maulid seharusnya di resapi dalam hati dan di teladani dalam mempraktikan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, sebagaimana kita tahu bahwa Rasulullah SAW membawa agama Islam dari jaman Zahiliyah ke zaman yang seperti sekarang ini membawa Islam ke rahmatan lil alamin. Artinya, Islam membawa rahmat bagi alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya.

Maulid Nabi di harapkan membuat kita mengingat kembali tentang perjuangan beliau dan meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak baginda Nabi Muhammad SAW.