Carlina Vitandriani: Jangan Pernah Sia-Siakan Kesempatan yang Ada

Cantik, muda, dan energik, begitulah kesan yang didapatkan ketika pertama kali bertemu dengan sosok Carlina Vitandriani, perempuan yang biasa disapa dengan panggilan Vita ini lahir di Semarang, 6 September 1981 merupakan alumni program internasional jurusan akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) angkatan 1999. Memiliki pengalaman berpindah-pindah tempat tinggal hingga harus ke Palembang karena mengikuti ayahanda bekerja membuat pengalaman masa kecil Vita bewarna. Meskipun sudah menjadi yatim sejak kelas 3 SMP tidak membuat anak kedua dari empat bersaudara ini patah semangat dan malah menjadi anak yang pekerja keras dan suka membantu orang tuanya, bahkan semua pendidikan berhasil sukses dienyam Vita dan ketiga saudaranya hingga selesai diperguruan tinggi, tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya Vita kini bekerja sebagai Head Department of Contact Center di Danone Indonesia.

Sebagai anak yang cukup sering berpindah dari satu kota ke kota lain tidak membuat masa kecil Vita tidak menyenangkan. Banyak pengalaman yang dia dapatkan. Meskipun juga tidak memungkiri bahwa dirinya pernah mengalami shock culture dikarenakan perpindahan budaya ketika dia pindah dari SD swasta yang ketat ke SD negeri yang berbudaya lebih bebas. Perjalanannya tidak berhenti disitu, sempat kembali ke kota kelahiran di Semarang tepatnya di SMP N 3 Semarang, perjalanannya berlanjut ke kota pelajar, Yogyakarta. Yogyakartalah kota yang menjadi pelabuhan terakhir Vita dalam menjalani studinya baik di SMA ataupun kuliah.

Menyadari dan mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal anak yang akademisi hari-hari Vita masa kanak-kanak mengikuti banyak kegiatan non-akademis, pernah juara lomba tingkat nasional dalam paduan suara, tim dance sekolah hingga les bahasa inggris mulai sejak SD hingga kuliah semua itu dilakukan karena kesukaannya. Sebagai seorang anak yang suka tertantang membuat Vita selalu berusaha membuktikan persepsi orang yang meremehkan dirinya. Mulai dari kuliah, meskipun tidak punya IPK yang cumlaude saat itu Vita membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi asisten dosen mengalahkan calon yang lainnya, kebiasaan ini berlanjut di dunia pekerjaan.

Dunia pekerjaan diawali Vita bergabung dengan Axa Mandiri, perjalanan kariernya di Axa Mandiri tergolong singkat, hanya dua tahun, itu dikarenakan setelah itu di terimanya Vita di Danone melalui jalur Manager Trainee. Memiliki sifat yang suka tantangan, Vita membuktikan bahwa dirinya memiliki kapabilitas untuk berada di posisi tersebut. Berawal ditempatkan pada bagian divisi internal auditor lebih tepatnya pada bagian internal controling process Vita mengambil kesempatan untuk menjadi Manajer di Contact Center, meskipun awalnya sangatlah susah untuk berpindah ke posisi lain dikarenakan Vita merupakan anak kesayangan dari mentornya di bagian Internal Auditor dan diharapkan untuk bisa menjadi suksesor di divisinya tersebut, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Vita memilih untuk pindah ke bagian Contact Center Manager, meskipun harus mengorbankan kariernya di bidang Accounting. Kembali menghadapi tantangan di Dunia baru yang sama sekali belum pernah disentuhnya membuat Vita terus belajar dan berusaha hingga hasilnya terlihat dengan diangkatnya Vita menjadi Head Department of Contact Center. Semua itu dijalani oleh Vita dengan prinsip “harus melakukan sesuatu, jangan pernah bilang tidak bisa, sesusah apapun lakukan terlebih dahulu. Jangan biarkan kamu menilai hasil pekerjaanmu tapi biar orang lain yang menilai sehingga kamu tau kamu bisa dan berhasil atau tidak”. Prinsip inilah yang membuatnya tetap bertahan dan motivasi yang dipegangnya adalah:

“Jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada dan selalu lakukan yang terbaik”