Temu Forum Alumni Akuntansi

Prodi Akuntansi mengadakan “Temu Forum Alumni Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia”. Acara ini diadakan Sabtu, 9 September 2017. Forum yang bertempat di Aula Utara Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Prodi Akuntansi mengundang 2-3 orang koordinator alumni angakatan 1980-2011 untuk hadir mengikuti rangkaian acara tersebut. Tujuan Prodi Akuntansi mengadakan acara ini adalah dalam rangka akreditasi dan program jangka panjang yang berupa keterlibatan alumni dalam program perkuliahan bisa sebagai dosen tamu atau penyediaan tempat magang, selain itu juga untuk berusaha memperdayakan alumni untuk sharing pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kualitas prodi serta membuat database alumni akuntansi untuk mempermudah berkoordinasi. Read more

Pelatihan SEM (Structural Equation Model) dengan Amos & SMART PLS

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) menyelenggarakan khususnya program studi (Prodi) Ilmu Ekonomi (IE) mengadakan sebuah acara seminar dan pelatihan yang bertajuk Pelatihan SEM (Structural Equation Model) dengan Amos & SMART PLS. Pelatihan ini diadakan di Innside Hotel Yogyakarta pada tangal 24- 25 Agustus 2017. Tentu saja acara ini memiliki maksud untuk membantu para peneliti dan dosen dalam melakukan penelitian, acara ini dapat diibaratkan sebagai pembekalan dalam  pelaksanaan penelitian. Read more

Workshop Forensic Audit Curriculum and Teaching Methodology

Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengadakan Workshop Forensic Audit Curroculum and Teaching Methodology. Acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Ekonomi Mara di Malaysia. Workshop ini merupakan lanjutan dari rangkaian acara Forrensic Audit Summer Course pertama yang dilaksanakan di Malaysia 31 Juli lalu. Read more

UII Sepakati Kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Forensik

Potensi praktik kecurangan dan korupsi semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah dan ragam transaksi keuangan. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan praktik kecurangan dan korupsi, diperlukan peran auditor yang memiliki keahlian forensik. Universitas Islam Indonesia (UII) menilai bahwa permasalahan ini perlu penanganan serius, tak hanya oleh pemerintah, namun juga melibatkan peran berbagai lembaga termasuk pendidikan tinggi dan masyarakat luas. Pusat Studi Akuntansi Forensik (PSAF) yang berada di bawah pengelolaan Program Studi Akuntansi merupakan salah satu pusat studi di UII yang terus aktif dalam melakukan berbagai kajian dan riset di bidang akuntansi forensik. Untuk meningkatkan sinergi peran akademisi dan profesi, khususnya di bidang audit forensik, UII merasa penting untuk menjalin kerja sama untuk mendukung peningkatan kompetensi dan sertifikasi auditor forensik.

Merespon hal tersebut, UII mengadakan jalinan kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Forensik (LSP AF). Acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama antara LSP AF dan UII diselenggarakan pada Rabu (09/08) bertempat di Ruang Sidang 1/1 Gedung Prof. Ace Partadiredja, Kampus Fakultas Ekonomi FE UII yang dihadiri langsung oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. didampingi oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Drs. Dwipraptono Agus Hardjito, M.Si. dan Ketua Program Studi Akuntansi, Dekar Urumsah, SE., S.Si., M.Com(IS)., Ph.D. Sedangkan dari pihak mitra dihadiri oleh Ketua LSP AF, Drs. Ubaedi, Ak., CA., CFrA, dan didampingi oleh dua orang delegasi yaitu Mulia Ardi, SE., Ak., MM., selaku Kepala Bidang Sertifikasi dan Dr. (cn) Drs. H. Ishak Nawawi SH, MH, MM, QIA. selaku Kepala Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga.

Rektor UII dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa UII berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan melalui akreditasi institusi dan program studi yang telah di raih selama ini, dan bahkan beberapa program studi sudah meraih akreditasi internasional. Jalinan kerja sama strategis dengan berbagai lembaga profesi juga menjadi kunci penting untuk mendorong peningkatan kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam mengatasi berbagai permasalahan di tanah air. Oleh sebab itu, kerja sama dengan LSP AF disambut dengan antusias dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan kegiatan bersama.

Sementara Ketua LSP AF, Ubaedi, menyampaikan apresiasinya kepada UII atas kerjasama yang terjalin dan diharapkan bahwa kerjasama ini dapat memperluas kesempatan untuk menekuni bidang audit forensik dan menghasilkan auditor muda yang semakin banyak. LSP AF sudah bekerjasama dengan berbagai institusi termasuk lembaga diklat dan perguruan tinggi untuk melatih para mahasiswa yang ingin mempelajari dan meraih sertifikasi sebagai auditor forensik.
Ketua Program Studi Akuntansi, Dekar Urumsah, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari target program yang memang ingin diwujudkan oleh Prodi Akuntansi. “Kita ingin menunjukkan komitmen kita dalam bidang pembelajaran akuntansi dan audit forensik sebagai salah satu keunggulan program studi, dan tentunya sebagai bagian dari kontribusi UII dalam mendukung pelatihan dan sertifikasi profesi auditor forensik di Indonesia”, ungkap Dekar.

 

Forensic Audit Summer Course in Malaysia

Pada tanggal 31 Juli sampai 4 Agustus 2017 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia memberangkatkan 9 mahasiswa dan mahasiswinya yaitu (Dewi Kilisuci Anisha Puri, Aryestantya Fikri Dewanta, Adwan Sopyar, Muli Wening Utami, Shafira Nurannisa Saifuddin, Arba Maulina Rasyida, Nadia Octasia, Amalia Iklasinira dan Khusuna Lita Kusuma Putri) untuk melaksanakan kegiatan “Forensic Audit Summer Course in Malaysia” yang dilaksanakan di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam, Kuala Lumpur Malaysia. Acara ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Universiti Teknologi Mara (UiTM) dengan Universitas Islam Indonesia terkhusus dengan Prodi Akuntansi di bidang Forensik Audit. Tak hanya mahasiswa saja yang diberangkatkan tetapi beberapa dosen diturunkan untuk ikut mendampingi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari tersebut tak hanya untuk bekerja sama tetapi juga bertujuan untuk penelitian atau riset. Penelitian ini nantinya dari masing-masing kedua perguruan tinggi baik dari Malaysia ke Indonesia maupun dari Indonesia ke Malaysia. Disana para mahasiswa saling berdiskusi dan belajar mengenai Auditing. Mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia juga tertantang untuk mempresentasikan hasil diskusinya dihadapan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Tak hanya belajar mengenai Auditing saja tetapi mereka juga belajar mengenai masing-masing kebudayaaan kedua negara yang berbeda. Mulai dari bahasa, budaya belajar, dan isu-isu terkini baik di Malaysia maupun Indonesia semakin membuat diskusi semakin menarik. Ditambah lagi mahasiswa juga dapat berjalan-jalan mengunjungi negara Malaysia untuk sekedar membeli buah tangan bagi sanak saudara di Indonesia di sela-sela pembelajaran.

Menurut Adwan Sopyan sebagai salah satu Mahasiswa yang mengikuti acara tersebut menuturkan bahwa selama mengikuti rangkaian acara “Forensic Audit Summer Course in Malaysia”, dia mendapat banyak sekali ilmu baru terkait audit forensic, tak hanya belajar mengenai hal hal teknis seputar audit namun mahasiswa juga diberikan bekal ilmu tentang cara membaca gerak gerik tubuh seseorang dalam berperilaku. Selain itu Adwan menuturkan bahwa selama menjalani kegiatan ini dia dan teman temannya banyak belajar tentang budaya yang sedikit  berbeda dan suasana pembelajaran juga yang berbeda. Dari terselenggaranya acara ini terbukti bahwa manfaatnya sangat banyak bagi para mahasiswa khususnya yang menjadi peserta dalam acara ini, harapan dari Adwan kampus bisa lebih memperbanyak dan memfasilitasi acara-acara seperti ini yang dapat membuka banyak kesempatan bagi mahasiswanya agar bisa memperluas wawasan dan pengalaman.

Fun Bike Milad ke-74 UII Berlangsung Semarak

Suasana area parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada Minggu pagi (30/7) tampak berbeda dari biasanya. Ribuan orang dari berbagai daerah tampak memadati lokasi tersebut untuk mengikuti acara Fun Bike yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati miladnya yang ke-74.

Tidak hanya dari Yogyakarta para peserta yang hadir antara lain berasal dari Magelang, Ungaran, Muntilan, Kutoarjo, Solo, Klaten, Sragen, Semarang, Temanggung, Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, Brebes, Malang, Blitar, Tulungagung, Bandung, Medan, Madura dan Nusa Tenggara Timur.

Selain kegiatan Fun Bike, di lokasi area parkir Stadion Mandala Krida juga digelar berbagai kegiatan lainnya seperti Senam Sehat, Bazaar Kuliner, Aneka Games serta Pentas Musik.

Memasuki pukul 06.30 Wib ribuan peserta Fun Bike dilepas oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, yang juga ikut bersepeda hingga garis finish kembali di Area Parkir Stadion Mandala Krida.
Adapun rute yng dilalui para pesert Fun Bike antara lain Jl. Gayam, Jl. Dr. Sutomo, Jl. P. Diponegoro, Jl. Kyai Mojo, Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Kapten Tendean, Jl. Bugisan, Jl. MT Haryono, Jl. Mayjen Sutoyo, Jl. Kol. Sugiono, Jl. Taman Siswa, Jl. Kusumanegara, Jl. Ipda Tut Harsono, Jl. Kenari.

Nandang Sutrisno dalam kesempatannya menuturkan, melalui kegitan Fun Bike diharapakan UII bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu ia berharap keberadaan UII juga dapat diterima masyarakat sesuai dengan misi UII menjadi institusi pendidikan tinggi yang rahmatan lil ‘alamin. Milad ke-74 UII mengangkat tema ’Membangun Bumi Pertiwi’ melalui kegiatan positif bagi masyarakat luas.

Sementara disampaikan Abdullah Firman Wibowo, acara Fun Bike ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara UII dan BNI Syariah yang sangat baik, yakni dengan membuat masyarakat lebih sehat. Dalam kesempatan ini BNI Syariah juga turut memberikan sponsorship guna turut memeriahkan acara.

Dalam penyelenggara Fun Bike ini, warga Baturetno Banguntapan Bantul, Ridwan Budiyanto menerima hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio. Adapun hadiah lainnya yang disediakan seperti 5 paket umroh, 10 sepeda motor Suzuki, 30 sepeda Polygon dan berbagai hadiah hiburan lainnya seperti kulkas, mesin cuci dan LED TV.

Mahasiswa UII Menoreh Prestasi Dalam 9th International ERPsim Competition

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) lagi-lagi kembali menorehkan prestasinya dalam ajang 9th International ERPsim Competition 2017 yang diselenggarakan oleh HEC MONTREAL Kanada dan berhasil meraih juara pertama pada Kamis (15/6) di Kampus Terpadu, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Tim Program Studi (Prodi) Akuntansi yang terdiri dari empat mahasiswa Prodi Akuntansi 2014 yaitu Muhammad Guntur Pamungkas selaku analisis, Mara Khwarizmi selaku bagian produksi, Arif Habibullah selaku bagian penjualan, dan Huda Aulia selaku bagian pembelian.

Dra. Primanita Setyono, MBA., Ak., CA., SAP Certified yang merupakan Direktur ERP (Enterprise Resource Planning) Computer Center Prodi Akuntansi FE UII mengatakan bahwa untuk tahun ini, sistem kompetisi ERPsim terdiri atas dua level, yaitu level region dan level international. Untuk level region dibagi dalam beberapa wilayah, yaitu Asia Pacific Japan, United States, China, India, Eropa, dan Timur Tengah. Masing-masing dari region tersebut diambil dua tim terbaik untuk dikirim dalam kompetisi internasional. Khusus dalam kompetisi internasional terdapat proses eliminasi, yaitu awalnya terdapat tiga belas tim, gugur menjadi sembilan tim, lalu diambil kembali enam tim hingga menjadi tiga tim terbaik. Tiga tim terbaik tersebut pertama adalah Universitas Islam Indonesia (Indonesia), kedua HEC Lausanne (Switzerland), dan yang terakhir Central University of Finance and Economics (China).

ERPsim merupakan sebuah permainan simulasi untuk mengelola dan menganalisis data perusahaan virtual menggunakan SAP Business Suite on SAP HANA maupun data pesaing untuk pengambilan keputusan yang tepat. Disamping itu, peserta juga saling bersaing dalam mendominasi parsaingan pasar.

Primanita menambahkan mengenai mekanisme permainan simulasi ini terdiri atas tiga babak yang masing-masing babak diasumsikan selama dua puluh hari. Kemudian, satu hari itu dibuat seperti satu menit, maka satu menit tersebut equivalent dengan satu hari. Terdapat perubahan peraturan untuk kompetisi kali ini. Pada kompetisi sebelumnya permainan hanya dilihat dari net income saja, maka untuk sekarang dilihat dari nilai perusahaannya .

“Sebuah perusahaan itu dianggap nilainya lebih tinggi jika dia dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya, maka credit rate bisa lebih baik. Selain membuat keuntungan, modal yang digunakan pun lebih efisien”, imbuhnya.

Untuk bimbingan kepada tim, Primanita mengakui hanya mengarahkan, tetapi untuk pengambilan keputusan, resiko, dan strategi yang digunakan semua kembali lagi pada tim tersebut. Menurutnya, lewat ERPsim ini para mahasiswa dapat belajar bisnis lebih mudah dan terjun langsung dalam permainan tersebut. Rugi atau kesalahan yang dilakukan dapat diketahui penyebabnya oleh masing-masing mereka sehingga tidak perlu pemberian teori karena mereka telah memahaminya. Hal ini sekaligus sebagai acuan sejauh mana para mahasiswa dapat memahami teori yang telah diajarkan dan menerapkannya dalam permainan simulasi tersebut.

“Banyak hal yang didapatkan melalui kompetisi ini, kita belajar bagaimana bekerja sama di perusahaan antara tiap divisi atau departemen, bagaimana cara masing-masing divisi tersebut dapat saling membantu. Selain itu kami dapat merasakan seperti apa rasanya bersaing dengan orang luar dari berbagai regional”, papar Mara Khwarizmi.

Sekalipun mengalami beberapa kendala seperti dilaksanakan real time sesuai dengan waktu Kanada, yaitu pukul empat dini hari dan ketidakikutsertaan tim dari perwakilan Switzerland dalam latihan kompetisi sehingga tidak dapat menganalisis gaya permainannya. Mara dan timnya tetap bersemangat dan berusaha tampil maksimal dalam kompetisi ini.

“Kalau bisa ikut lagi, asik saja bisa bersaing dengan tim yang lain. Kompetisi ini memiliki peran positif untuk UII kedepannya,” ucap Guntur yang dibenarkan oleh anggota yang lain.

2 Tim Terbaik Siap Mewakili UII Mengikuti Seleksi “ERPsim” Nasional

Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengadakan seleksi ERPsim, Sabtu (29/7/2017), di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) Condongcatur, Sleman. Acara ini diadakan untuk menyeleksi tim yang akan mewakili Universitas Islam Indonesia pada perlombaan Enterprise Resource Planning  (ERP) yang diselenggarakan oleh Monsoon Academy.

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sebuah teknologi sistem informasi yang terintegrasi dan digunakan oleh perusahaan manufaktur kelas dunia untuk meningkatkan kinerjanya.

Seleksi Nasional akan diikuti oleh beberapa Universitas yang ada di Indonesia, salah satunya adalah UII. Pertama mereka mengikuti seleksi Nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan September sebelum nantinya mewakili Indonesia di kompetisi ERPsim di Thailand yang akan diikuti oleh beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.

“Sebagai Universitas yang pernah memenangkan Juara Dunia, kami optimis untuk bisa lolos ke Grand Final yang akan dilaksanakan di Thailand nanti” ujar salah satu anggota tim.

Program seleksi yang didesain persis seperti saat kompetisi ini akhirnya menghasilkan 2 tim terbaik dan setiap tim beranggotakan 5 orang, tim pertama adalah tim Zhafran Affshin yang beranggotakan 3 Mahasiswa angkatan 2013 dan 2 angkatan 2015 yaitu Abiyoga Aji Baswara (2013), Dena Mantorani (2013), Gatut Sukadarmawan (2013), Akmal Abdi (2015), dan Muhammad Nur Hidayatsyah (2015). Tim kedua adalah Atharfaizi yang seluruh timnya beranggotakan mahasiswa angkatan 2014 yaitu Mohammad Pandu, Maghfira Insan N, Haidar Arnandiansyah, Raina Rahmadani, dan Reza Septiandi Kusuma.

Pelatihan Keuangan Syariah Guru-Guru Ekonomi Madrasah Aliyah Negeri se-DIY

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia bekerja sama dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Ekonomi Madrasah Aliyah Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta (MAN DIY) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Training of Trainer (ToT) Keuangan Syariah untuk para guru ekonomi MAN se-DIY . Acara Training of Trainer ini diadakan selama tiga hari pada 11-13 Juli 2017 yang bertempat di Ruang Sidang Dekanat Gedung Prof. Ace Partadiredja Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII). Tujuan diselenggarakannya acara ToT Keuangan Syariah ialah supaya para peserta dapat lebih memahami dan menguasai mengenai keuangan syariah yang sangat berguna bagi pembelajaran di sekolah maupun untuk perekonomian Indonesia.

Bapak M. Pudail, MSI selaku ketua pelaksana dari kegiatan ini menyampaikan bahwa bersyukur atas dapat terlaksananya kembali acara ini dan pastinya terdapat harapan supaya acara ini dapat bermanfaat dan terus dapat berlanjut-selanjutnya.

“Acara ini merupakan lanjutan dari acara Training of Trainer sebelumnya yang pernah diadakan pada tahun 2015 dan Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana kembali” pungkasnya.

Selama tiga hari peserta Training of Trainer diberikan berbagai materi yang berkaitan dengan keuangan syariah seperti Industri Perbankan Syariah dan Industri Keuangan Non Bank (KNB) Syariah seperti pegadaian syariah, asuransi syariah dan pasar modal syariah. Pemateri yang didatangkan P3EI sendiri berasal dari berbagai lapisan yang ahli dalam bidang ini seperti Kepala Bank Syariah Mandiri, Ombudsman, Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Semarang dan DIY, Akademisi UII, serta Praktisi dari Pegadaian Syariah dan Asuransi Syariah.

Para peserta yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang guru dari berbagai MAN yang ada disekitar DIY. Terlihat sekali antusiasme pada saat penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Seperti yang terlihat dalam tiga hari pelatihan ini banyak sekali respon dan pertanyaan yang di berikan oleh para pesarta pada pembicara untuk dapat menggali lebih dalam lagi mengenai materi yang telah disampaikan. Contohnya saja pada sesi pertama pada hari ketiga yaitu  Nur Setyo Kurniawan perwakilan dari OJK Semarang mendapat banyak sekali pertanyaan dari para peserta pada saat sesi tanya jawab berlangsung. Selain itu lembar evaluasi dari para peserta kebanyakan menyatakan sangat puas atas pelaksanaan ToT Keuangan Syariah ini dan mereka berharap semoga tahun tahun yang akan datang acara ini dapat kembali terlaksana.

Sebanyak 166 Tim Jalani Monev PKM di Kampus UII

Sejumlah 166 tim mahasiswa dari enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-wilayah DI. Yogyakarta mengikuti Monitoring dan Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (Monev PKM) Lima Bidang tahun 2017, di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Monev PKM ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 14-15 Juli 2017.

Keenam PTS yang menyertakan mahasiswanya tersebut yakni UII, Universitas Atma Jaya, Universitas PGRI, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Ahmad Dahlan. Dari enam PTS ini, jumlah tim mahasiswa UII menjadi yang terbanyak mengikuti Monev PKM dengan jumlah 78 tim.

Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya menuturkan bahwa Monev PKM yang diselenggarakan bertujuan untuk mengukur sejauh mana hasil pelaksanaan PKM yang dilaksanakan oleh para peserta terpilih untuk kemudian dinilai oleh tim Monev PKM dari Kemenristek Dikti dan Internal PT.

“Para peserta terpilih ini sebelumnya telah mendapatkan dana hibah dari Kemenristek Dikti, untuk kemudian dinilai mana yang layak diberangkatkan mengikuti Pekan Ilmiah Nasional pada Agustus 2017 mendatang di Universitas Muhammadiyah Makassar,” imbuhnya.

Disampaikan Nandang Sutrisno, PKM merupakan wadah pengembangan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam hal berkreasi dan berinovasi. PKM juga merupakan sebuah program yang dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi guna mempersiapkan diri menjadi cendikiawan, wirausahawan serta memiliki jiwa mandiri.

Lebih lanjut Nandang Sutrisno menuturkan, kreativitas dan inovasi mahasiswa merupakan salah satu hal penting bangsa ini dalam upaya meningkatkan daya saing. Mengutip peringkat daya saing yang dirilis World Economic Forum (WEF) belum lama ini, peringkat Indonesia menurutnya mengalami penurunan.

“Pada periode 2015-2016 posisi Indonesia masih berada di urutan ke-37 dari 138 negara. Sementara pada periode 2016-2017 posisi tersebut turun ke urutan ke-41. Posisi Indonesia ini juga masih berada di bawah negara-negara serumpun seperti Singapura di urutan ke-2, Malaysia urutan ke-18 dan Thailand yang menempati urutan ke-32,” paparnya.

Selain itu juga disampaikan Nandang Sutrisno, kretivitas dan inovasi dari mahasiswa juga diharapkan dapat menumbuhkan angka kewirausahaan di negara ini. Menurutnya seperti data yang dilansir oleh BPS 2016, walaupun tingkat kewirausahaan Indonesia naik menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 2 persen, ternyata masih lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara lain, seperti Malaysia 5 persen, Cina 10 persen dan Singapura 7 persen.

Beberapa hal tersubut menurut Nandang Sutrisno menunjukkan bahwa potensi mahasiswa untuk turut berkontribusi sangatlah dibutuhkan. “Bila melihat semangat para peserta Monev PKM yang hadir di ruangan ini saya pribadi yakin peran dan kontribusi tersebut dapat terwujud,” ungkapnya.