Fakultas Ekonomi Saling Mempererat Silaturahmi

Suasana lebaran memang masih menyelimuti umat islam, dimana setiap orang saling bertemu untuk mempererat silaturahmi dan juga saling maaf-memaafkan. Susana tersebut masih kental terasa di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) dalam acara silaturrahim dan syawalan diselenggarakan pada Minggu (09/07) di di Kampus FE UII, Jl. Prawiro Kuat, Condongcatur, Yogjakarta. Acara silaturrahim dan syawalan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika serta karyawan FE UII. Dalam gerimis hujan acara berlangsung dengan khidmat. Pembukaan acara dibuka dengan pembacaan al-qur’an oleh Hidayaturrahman, SE lalu di lanjutkan dengan sambutan dari dekan FE UII.

Dalam sambutan Dekan FE UII, Agus Harjito, M.Si menyampaikan pesan bahwa seluruh civitas akademika harus menjaga tali silaturrahmi dengan baik. Tentu saja dengan memperkuat tali silaturrahmi dapat mendekatkan diri satu sama lain.

Sementara Wakil Rektor III Ir. Agus Taufiq, M.Sc. menyampaikan harapan-harapannya supaya kedepannya ikatan di dalam FE UII semakin erat serta komunikasi dan silaturrahmi antara civitas akademika juga semakin erat.

Satelah sambutan,memasuki acara inti acara yaitu tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Aunur Rohim Faqih, SH., M.Hum. Dalam tausyiahnya Aunur berpesan bahwa pada bulan ramadhan kita mempunyai target untuk lebih menjadi bertakwa. Berakhirnya ramadhan dan bertemu di bulan syawal kita harus menjaga ketakwaan kita agar selalu ada jalan pertolongan dari Allah.

Selain itu dalam acara silaturrahim dan syawalan juga dilanjutkan dengan saling berjabat tangan maaf-memaafkan seluruh civitas akademika FE UII secara bergantian dan akhirnya ditutup dengan acara ramah-tamah yang telah disediakan di lapangan sorak FE UII.

Arti Kemenangan Sesungguhnya

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi tiba, hari yang paling dinantikan umat Islam setelah bulan Ramadan. Suka cita, kegembiraan, dan ikatan silaturahmi akan sangat terasa dihari kemenangan ini. Namun disisi lain, kita harus bersedih dan harus merelakan kepergian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Dimana bulan yang mulia dan hanya bisa di temui satu tahun sekali yang belum tentu umur akan mencapainya lagi.

Arti pemahaman hari kemenangan adalah kembali ke Fitrah. Fitrah atau suci yaitu ketika manusia bersih dari segala dosanya karena telah melaksanakan Puasa Ramadan sebulan penuh. Ketika memahami kata “menang” seharusnya kita sebagai umat muslim merenung apa arti sesungguhnya yang dimaksudkan. “Menang” diartikan sebagai kemampuan menahan diri selama satu bulan penuh, mampu menahan hawa nafsu dari segala godaan, mampu mengendalikan diri dan menghindari hal hal yang dapat membatalkan Puasa. Intinya, menang disini adalah mampu mengalahkan diri dari hal hal yang dilarang Allah SWT.

Meraih kemenangan kembali lagi kita harus melihat kedalam diri kita, apa yang sudah kita raih selama satu bulan penuh, apa tujuan kita dan mengapa Hari kemenangan dapat kita raih. Kembali diingat ingat lagi apakah amalan kita selama Bulan Puasa sudah cukup, dan apakah sudah melihat kedalam diri sendiri lagi apakah amalan sudah cukup. Jika merasa belum, dan bahkan masih merasa kurang amalannya maka bersungguh-sungguhlah belum tentu lagi Ramadan yang akan datang usia kita bisa bertemu lagi atau tidak.

Di akhir bulan Ramadan, marilah kita perbanyak Istigfar Perbarui Tobat. Seperti yang ada di Az-Zumar ayat 53 :  “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Az-Zumar: 53).

Pengembangan Kompetensi Generasi Muda melalui Indonesia Young Thinkers Program

Tahun ini untuk pertama kalinya Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) melalui ERP Computer Center menyelenggarakan Indonesia Young Thinkers – ERPsim@SMA bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA UII Yogyakarta pada Selasa (7/6). Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengajar di SMA khususnya data analisis,IT, bisnis proses, dan soft skill. Pembelajaran yang dilakukan secara khusus menggunakan ERP (Enterprise Resource Planning) Sistem yang sama persis dengan yang digunakan di perusahaan skala enterprise.

Program ini secara langsung didampingi oleh Dra. Primanita Setyono, MBA., Ak., CA., SAP Certified dan Noor Endah Cahyawati, S.E., M.Si., SAP Certified serta Kepala Sekolah SMA UII, Sumaryatin, S.Pd., M.Pd. Beberapa mahasiswa akuntansi juga dilibatkan dalam program ini sebagai mentor ERPsim@SMA. Dalam sambutan Noor Endah disampaikan bahwa program ini untuk mengenalkan siswa-siswi mengenai proses bisnis di dalam suatu perusahaan dengan menggunakan sebuah sistem.

Para siswa sangat antusias dalam mengikuti program ini dimana setiap tim yang terdiri dari tiga siswa bermain game berdagang produk air mineral (distributor) menggunakan ERP Simulation Game. Terdapat tiga hal penting yang harus dilakukan dalam bermain game ini yaitu menjual produk, pengadaan barang, dan menganalisis kinerja perusahaan. Melalui game ini para siswa belajar untuk mengambil keputusan bisnis, menyusun strategi, menganalisis kinerja perusahaan, dan secara langsung (hands-on) menjalankan sebuah perusahaan dengan menggunakan sistem terintegrasi ERP yang dibantu dengan teknologi.

Dalam press conference siang kemarin (8/6) di Ruang Sidang Dekanat FE UII, Primanita juga menyampaikan hal penting bahwa program ini merupakan program pertama kali yang ada di Indonesia, program edukasi dalam rangka menyiapkan generasi muda bekerja di perusahaan digital (digital enterprise). Selain itu, juga diharapkan terjadi terobosan akan kesiapan kualifikasi calon tenaga kerja profesional di Indonesia. Saat ini pelaksanaan program ini masih dalam lingkup SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harapannya bisa memperluas cakupan SMA di luar DIY.

Pembelajaran ERP di UII sudah dikenal sebagai keunggulan pendidikan di Indonesia, baik dikalangan perguruan tinggi maupun industry. Mahasiswa lulusan UII memiliki pengetahuan lebih mengenai ERP dengan pemahaman bisnis proses yang kuat dan kemampuan dibidang teknologi maupun analitik. Tim akuntansi FE UII pun sudah beberapa kali menjuarai lomba ERPsim ditingkat internasional.

Manfaat Puasa dapat Mengeluarkan Racun dalam Tubuh

Lembaga Dakwah Jamaah Al-Muqtashidin (LDF JAM) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) melaksanakan kajian senja pada Selasa (6/6) di Masjid Al-Muqtashidin FE UII. Kajian ini merupakan kajian senja ketiga dalam serangkaian kegiatan ramadan yang dilaksanakan oleh LDF JAM. Acara kajian ini dilaksanakan setelah shalat ashar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Pada kesempatan ini kajian dibawakan oleh Ust.Dr. Raehanul Bahraen dan membawakan kajian dengan tema Puasa Dalam Tinjauan Medis.

Seperti yang kita ketahui puasa merupakan ibadah mahdhah atau yang dalam arti sempit yaitu aktifitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Secara umum puasa memberikan manfaat kesehatan. Sudah banyak penelitian, jurnal, dan banyak pengetahuan lain yang berisikan tentang manfaat puasa. Bahkan hampir semua agama memiliki kegiatan yang hampir sama dengan ibadah puasa yang dilaksanakan umat muslim, yahudi, dan nasrani contohnya. Tetapi hanya agama islam yang menyempurnakannya dengan melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari.

Nikmat sehat dan nikmat waktu luang sering diabaikan oleh manusia. Secara umum manusia memiliki sifat yang jarang bersyukur dan membuat hidupnya sulit dan sempit. Dalam kajian yang dibawakan oleh Ust.Raehanul ialah mengenai bagaimana dampak dari berpuasa bagi kesehatan tubuh manusia. Penyakit yang timbul diakibatkan oleh makanan ialah ginjal dan hati karena merupakan tempat makanan dan minuman diproses tubuh manusia. Berpuasa memberikan manfaat kesehatan karena dapat mengeluarkan racun-racun yang ada di dalam tubuh manusia. Dalam dunia kedokteran, puasa dapat mengeluarkan racun melalui proses detoksifikasi yang merupakan lintasan metabolisme yang dapat mengurangi kadar racun yang berada di dalam tubuh manusia. Sehingga dapat dibayangkan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dengan berpuasa bagi tubuh kita.

Selain manfaat untuk tubuh, dengan berpuasa kita dapat meningkatkan iman dan takwa kita dengan saling berbagi dengan sesama umat melalui zakat serta meningkatkan infak sodaqohnya. Dengan adanya bulan Ramadan ini diharapkan umat islam dapat memanfaatkan momen ini karena saat itu pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu sehingga umat islam dapat berbondong-bondong untuk mencari pahala dari Allah SWT.

Manfaat berpuasa sungguh luar biasa. Baik untuk jasmani dan rohani kita. Berpuasa dapat memberikan energi positif bagi pikiran dan tubuh kita. Dimana pada saat berpuasa kita selain menahan lapar dan dahaga, kita juga harus menahan hawa nafsu. Marah, berbohong, dan berkata kasar bahkan dapat mengurangi pahala puasa kita. Maka dari itu dengan berpuasa akan membuat pikiran, hati dan tubuh kita saling bersinergi positif. Sinergi positif ini membentuk jiwa dan raga yang sehat.

Ikhlas Belajar, Belajar Ikhlas

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan membawa banyak kebaikan. Seseorang yang berbuat baik pada bulan ini, maka ia akan dapat merasakan kenikmatan pahala. Pada hakikatnya setiap amalan kebaikan kita di dunia akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT. Seperti yang telah difirmankan Allah SWT didalam QS. Al Zalzalah 7-8 “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. Apalagi apabila kita menyadari bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, pasti kita akan berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan membuka amalan ke pintu surga di akhirat.
Amalan kebaikan banyak macamnya. Amalan wajib merupakan yang utama, tetapi amalan sunnah juga tidak kalah penting dilakukan. Seringkali amalan kebaikan terkesan muluk-muluk, sehingga kebanyakan orang menganggapnya berat. Namun sebetulnya kita bisa melakukan hal-hal sederhana tetapi dilandasi dengan rasa senang dan ikhlas. Sesungguhnya, rasa keikhlasan itu yang menjadikan sebuah amalan menjadi nilai ibadah.
Belajar merupakan amalan kebaikan yang sangat dekat dengan kita. Mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Belajar tidak hanya sebatas kegiatan indoor didalam kelas. Kegiatan belajar sangat homogen jenisnya, seperti misalnya belajar menghargai waktu, belajar untuk mencintai lingkungan, belajar membantu teman yang kesulitan, bersedekah, dan lain-lain.
Dalam melakukan aktivitas belajar seringkali kita mengeluh dan bahkan tidak sedikit yang berusaha untuk menghindarinya. Oleh karena itu, berhubung ada momen bulan Ramadhan hendaknya kita bisa ikhlas dalam belajar dan belajar untuk ikhlas. Supaya apa yang kita lakukan bisa bernilai ibadah serta kita bisa meningkatkan kualitas diri. Selain itu kita bisa memperoleh manfaat dan pengalaman baru dari kegiatan belajar yang kita lakukan.

Marhaban Ya Ramadhan

Bulan suci yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim kini telah tiba. Marhaban ya Ramadhan. Bulan suci penuh ampunan, bulan suci penuh keberkahan. Sejak pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1438 hijriah jatuh pada tanggal 27 Mei 2017, antusias umat muslim pun mulai terlihat. Seperti dikumandangkannya ayat-ayat suci Al-qur’an di masjid-masjid, dan berbondong-bondong nya masyarakat melaksanakan sholat tarawih di malam hari. Tak terkecuali masjid Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia yang mengadakan shalat tarawih dan tadarus bersama di setiap malamnya.
Allah SWT memang menjanjikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat muslim. Sebab Allah SWT akan melipat gandakan pahala-pahala dari amal ibadah yang kita laksanakan. Menunaikan ibadah puasa sebulan penuh, merupakan perintah utamanya. Namun menunaikan ibadah-ibadah sunah seperti shalat tarawih dan bertadarus, bersedekah dan mengingatkan sesama juga akan dilipat gandakan pahalanya. Hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berkata, “ barangsiapa yang berpuasa ramadhandengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu “. Artinya Allah juga akan senantiasa mengampuni dosa-dosa yang pernah kita perbuat disetiap kita melaksanakan ibadah, maka dari itu lah bulan suci ini disebut bulan penuh ampunan.
Bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini pula, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Sidan segenap civitas akademika mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Harapan beliau, semoga di bulan ini kita bisa meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Pesan beliau semoga di bulan Ramadhan ini kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang yang mendapatkan kemenangan.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1438 Hijriah, semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT serta dilipat gandakan seluruh pahala-pahala dari amal ibadah yang kita laksanakan. Marhaban Ya Ramadhan.

Takjil Sehat untuk Berbuka Puasa

Berbuka puasa adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Lazimnya, menu berbuka yang paling populer adalah makanan-makanan manis yang disebut juga dengan takjil. Takjil sendiri jenisnya bermacam-macam, mulai dari buah kurma, kue-kue basah, kolak, dan makanan manis lainnya. Selama bulan ramadan juga biasanya begitu banyak bermunculan pasar-pasar ramadan yang menjual panganan seperti takjil. Berbuka puasa dengan makanan yang manis sudah menjadi tradisi sendiri bagi umat muslim. Namun, kira-kira bagaimana penjelasannya menurut ahli kesehatan ya?
Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit lambung dan pencernaan menjelaskan, bahwa mengonsumsi makanan atau minuman manis memang baik dilakukan pada saat buka puasa, agar dapat segera memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Berpuasa sehari penuh tentu membuat tubuh kekurangan cairan sehingga kandungan manis dalam makanan mampu memulihkannya. Namun Dr.Ari mengatakan, bahwa mengonsumsi makanan manis sendiri ketika berbuka puasa tidak boleh berlebihan. Idealnya, makanan manis yang sangat di anjurkan adalah buah kurma. Sebab buah kurma mengandung karbohidrat kompleks yang membuat gula diserap tubuh secara perlahan. Mungkin ini pula yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat muslim untuk berbuka dengan buah kurma. Seperti dikisahkannya cerita Nabi Muhammad SAW yang selalu berbuka dengan 3 buah kurma.
Dianjurkannya berbuka dengan buah kurma bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi makanan manis lainnya. Sah-sah saja, namun ada baiknya untuk tidak berlebihan. Konsumsilah secukupnya, dan secara perlahan. Apabila mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, dapat menyebabkan gula darah dalam tubuh melonjak sehingga tubuh mudah lemas dan mudah mengantuk. Nah, bisa di coba ya, untuk mulai berbuka puasa dengan buah kurma maupun makanan manis lain secukupnya saja.

Sumber : doktersehat.com

Program Studi Akuntansi Mengadakan Kuliah Umum Tentang ACCA

Semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja maka dituntut para mahasiswa mempunyai bekal yang cukup untuk menempuh tantangan dunia kerja di masa depan. Bagi mahasiswa akuntansi tentu salah satu bekal didapati dengan sertifikasi. Dari hal tersebut Prodi Akuntansi menyelenggarakan Kuliah Umum tentang “Becoming ACCA Qualified: Future Careers and Prospects. Association of Chartered Certified Accountans” (ACCA) untuk membagi pengetahuan umum mengenai pentingnya sertifikasi akuntan di dunia kerja. Acara ini diselenggarakan di Aula Utara FE UII pada tanggal 1 Juni 2017. Acara ini terbagi dalam dua sesi dari jam 10.00-12.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB yang diikuti oleh segenap mahasiswa akuntansi FE UII.

Ada tiga pembicara dalam kuliah umum ini. Pertama adalah  Adhitya Fadriansyah selaku G&A Sr analyst di ConocoPhillips Indonesia dan salah satu student di ACCA. Pada sesi itu Adhitya membagi pengalamannya selama ia kuliah sampai menjadi seperti sekarang ini. Dalam sesi itu ia membagi tips dan trik dalam menghadapi ujian sertifikasi ACCA.

Adapun pemateri ke dua yaitu Conny Siahaan selaku Country Manager at The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) Indonesia ia menerangkan tentang profil ACCA yang didirkan di United Kingdom pada tahum 1940. Ia menjelaskan ACCA adalah wadah bagi Akuntan untuk mendapatkan pelatihan dan ujian sertifikasi untuk membuktikan profesionalitas Akuntan. ACCA sendiri sudah diakui di 178 negara dan sudah mempunyai 188.000 member. Ia juga memaparkan data lulusan akuntansi tiap tahun di Indonesia adalah 35.000 lulusan per tahun. Ditambah MEA membuat kesempatan Akuntan peluang terbuka lebar untuk mengahadapi tantangan masyarakat ASEAN. Tentu adanya ACCA bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa akuntansi FE UII untuk mendapatkan pengakuan profesionalitas sebagai  akuntan. Di samping itu ACCA juga sudah bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Kuliah umum ini ditutup dengan pemateri terakhir oleh Dekar Urumsah, SE., S.Si., M.Com (IS)., Ph.D sebagai kepala program studi Akuntansi FE UII. Ia menjelaskan tujuan menggapai program studi akuntansi bekerja sama dengan ACCA untuk membentuk lulusan mahasiswa akuntansi FE UII yang Go Global.  “Kami pihak kampus dan program studi telah menyiapkan fasilitas dan motivasi. Kalian (mahasiswa) hanya perlu  berjuang dan bekerja keras untuk mengambil kesempatan yang disediakan oleh  ACCA karena pengalaman adalah guru yang beharga” sahut Dekar Urumsah.

Kajian Senja Ramadhan: Berpuasa Menggapai Takwa

Takmir Masjid Al-Muqtashidin FE UII bersama Panitia Seuntai Indahnya Nikmat Ramadhan (SINAR) 1438 H mengadakan pengajian rutin setiap sore menjelang berbuka puasa di masjid Al – Muqtashidin FE UII, Condongcatur, Sleman. Pengajian hari pertama diselenggarakan pada Selasa (30/05) dengan menghadirkan Ustad. Syamsul Zakaria selaku pengisi materi kajian senja Ramadhan. Salah satu panitia acara tersebut mengatakan “Kami akan terus mengadakan kajian senja Ramadhan ini setiap Senin hingga Kamis sebelum tanggal libur mahasiswa FE UII dan kami akan menghadirkan pemateri yang berbeda-beda Insya Allah,” ujarnya.

Kajian senja Ramadhan ini terbuka untuk umum bagi siapa pun yang ingin menghadiri. Pengajian yang pertama ini dimulai dengan tema “Tafsir Surat Al-Baqarah 183 : Berpuasa Menggapai Takwa”. Dalam kajian itu Ust. Samsul menyampaikan bahwa Surat Al-Baqarah 183 membicarakan firman Allah SWT tentang perintah berpuasa.

Tidak hanya sekedar tahu namun bisa memahami dan mendalami makna yang ada dari ayat Al-Quran. “Penting untuk kita perhatikan bagaimana kita tidak hanya semata-mata tahu tetapi kemudian kita bisa mendalami maknanya bisa kemudian lebih masuk lagi pada hal-hal inti dan pokok dari sebuah ayat itu sehingga kemudian didapat pemahaman komprehensif,” ujar Ustad. Samsul.

 Sore itu Ustad Samsul menjelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 pertama-tama Allah SWT memberikan sapaan kepada orang-orang yang beriman, namun juga Allah SWT dalam ayat yang lain menyapa mereka yang belum beriman ya ayyuhal ladzi na amanu yang berarti wahai orang-orang yang sudah beriman dan ya ayyuhannasu yang berarti wahai sekalian manusia. Panggilan ini menjadi penting karena dalam konteks itu Allah SWT memanggil orang-orang yang beriman. Maka kemudian puasa ini akan menjadi bermakna ketika sudah didasari oleh iman dan taqwa terlebih dahulu. Ayat Al-Baqarah 183 menjelaskan juga tentang keimanan seseorang untuk mencapai manfaat puasa yang hakiki hendaklah kita perbaiki iman kita terlebih dahulu.

Diakhir sesi kajian, Ustad Syamsul memberikan penjelasan bahwa memahami ayat Al-Quran memerlukan waktu yang cukup lama, karena ayat al quran belum menjelaskan hal-hal secara detail atau terperinci, sehingga manusia diharapkan bisa meluangkan waktunya untuk mengkaji dan mendalami maknanya.

Brand Lokal Indonesia Ramaikan Indonesian Business Carnival ke-5

Perekonomian suatu negara saat ini tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam saja, namun sudah berkembang pula pada perekonomian berbasis sumber daya manusia contohnya industri kreatif. Di Indonesia, sudah berbagai macam industri kreatif berkembang, potensi kreatifitas masyarakat Indonesia telah menghasilkan beragam usaha kecil menengah atau merek (brand) lokal dari berbagai kota. Bahkan, sudah banyak merek lokal di Indonesia yang menginjak pasar internasional.

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) melalui Entrepreneur Community (EC) sebagai komunitas yang mewadahi ide-ide kreatif mahasiwa yang ingin berkembang dalam industri kreatif menyelenggarakan Indonesian Business Carnival (IBC) ke-5 dengan mengusung tema “Loka Cipta” yang berlangsung selama tiga hari di Pelataran Parkir D1 Jogja Expo Centre (JEC) sejak Jumat (19/05). Acara IBC ke-5 ini diselenggarakan untuk mengenalkan berbagai macam brand lokal di Indonesia.

Pada acara pembukaan IBC, perwakilan Dekan FE UII, Arif Fajar Wibisono, SE., M.Sc menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya acara IBC untuk kelima kalinya. “Panitia telah bekerja keras dan saya mengucapkan selamat dan sukses untuk penyelenggaraan acara IBC ke-5 ini.” tuturnya.

Tema yang diusung IBC Loka Cipta ke-5 sendiri memiliki makna sebagai tempat seniman atau artis menghasilkan karya seni dan sebagai wadah produk-produk lokal khususnya di Kota Yogyakarta. IBC memiliki dua rangkaian acara utama yaitu ekspo dan workshop. Expo IBC menyajikan 50 local creative tenants dan food trucks, lokacipta heroes, education corner, dan live painting. Sedangkan kegiatan workshop terbagi menjadi empat kelas dengan ide produk kreatif yang berbeda-beda. Workshop tersebut difasilitasi oleh Makaryo (membuat Leather Phonecase Crafting Art), Lowpolypaper (membuat Teddy Bear Paper Art), Taman Kecil (membuat Paludarium), dan Desia’s Kitchen (membuat Oreo Cheese Cake Baking). Peserta workshop akan diberikan bahan dan diajarkan cara membuat produk-produk kreatif tersebut. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini juga dihibur oleh banyak bintang tamu.