Penyandang Disabilitas Masuk Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

 

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan diskusi bisakah penyandang disabilitas masuk FE UII yang dilakukan pada hari Jum’at 13 Juli 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Dekanat Gedung Prof. Ace Partadiredja FE UII yang dimulai dari pukul 12.30 hingga pukul 15.30 dan dihadiri oleh Wakil Dekan serta dosen Fakultas Ekonomi  UII.

Acara diskusi diawali dengan sambutan oleh Arif Rahman, S.E., M.Com., Ph.D  sebagai Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UII. Diskusi tersebut menghadirkan dua pembicara, sesi pertama  oleh Suryatingsih Budi Lestari., SH yang menjabat sebagai Direktur LSM CIQAL (Center for Improving Qualified Activities in Life of People with Disabilities)  dengan topik Permasalahan bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi dan Solusinya. Serta pembicara kedua Kariyam.,S.Si., M.Si sebagai Kepala BPM UII dengan topik Implementasi Mercy Of God bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas.

Acara ini sangat penting dan perlu untuk merevisi kebijakan-kebijakan Fakultas Ekonomi UII di masa depan serta dikhususkan untuk pendidikan bagi mahasiswa yang berkebutuhan khusus. Dalam acara ini disampaikan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan non-disabilitas serta masyarakat harus bisa menyesuaikan dengan lingkungannya dan juga penyandang disabilitas dapat berpartisipasi di dalam kegiatan masyarakat. Pada sesi pertama diisi oleh Suryatingsih Budi Lestari., SH merupakan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia angkatan 1985, beliau menyampaikan hambatan yang terjadi oleh penyandang disabilitas ketika terjun di masyarakat luar adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyandang disabilitas. Harapan beliau ingin fasilitas yang ada di tempat umum disesuaikan dengan penyandang disabilitas agar memudahkan penyandang disabilitas. Beliau memaparkan aspek-aspek yang harus diperhatikan untuk penyandang disabilitas meliputi bagaimana pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, memberikan dan menjadikan lingkungan yang sensitif dan fleksibel yang dapat membuat penyandang disabilitas beradaptasi dengan masyarakat luar serta mengubah stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.

Diskriminasi yang terjadi di perguruan tinggi dengan kurangnya informasi yang cukup tentang pengetahuan isu-isu penyandang disabilitas sehingga membuat penyandang disabilitas tidak dapat mengakses hak pendidikan di perguruan tinggi serta adanya syarat mahasiswa tidak memiliki cacat tubuh, tidak adanya sarana dan prasana bagi penyandang disabilitas, dan tidak adanya peraturan tertulis untuk perlindungan penyandang disabilitas. Hal ini membuat penyandang disabilitas tidak produktif dan tidak dapat mengambil hak pendidikannya yang sudah ada. Adanya model pendidikan segregatif yang memisahkan penyandang disabilitas dengan non disabilitas. Oleh karena itu, model pendidikan inklusif yang dilaksanakan melalui sekolah inklusif , PT Inklusif dimana menepatkan penyandang disabilitas dan non disabilitas pada satu tempat yang sama tidak membeda-bedakan.

Sesi kedua diisi oleh Kariyam.,S.Si., M.Si sebagai Kepala BPM UII dengan topik Implementasi Mercy Of God bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas. Universitas Islam Indonesia sudah membuat kebijakan fasilitas dan implementasi untuk penyandang disabilitas. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia sudah memfasilitasi sarana dan prasarana untuk mahasiswa penyandang disabilitas.

Mahasiswa penyandang disabilitas dapat bersaing dan berpartisipasi dengan mahasiswa non disabilias di dunia perguruan tinggi.

Setelah diskusi selesai moderator memberikan kesempatan pada audiance untuk menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait dengan pemaparan diskusi. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pembangunan dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia kepada CIQAL (Center for Improving Qualified Activities in Life of People with Disabilities) kemudian pemberian kenang-kenangan kepada pembicara.

Prestasi yang Kembali Ditorehkan Dalam 10th ERPsim International Competition

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) kembali menorehkan prestasi pada kompetisi 10th ERPsim International Competition. Walaupun tidak memiliki  latar belakang dalam bidang Information Technology (IT) seperti Universitas lainnya, Tim Zhafran Ashin berhasil meraih posisi ketiga. Tim Zhafran Afshin yang beranggotakan 4 orang dengan diketuai oleh Akmal Abdi yang beranggotakan Muhammad Fadhly Rizky Octavio, Muhammad Nur Hidayatsyah, dan Farida Nailil Muna terbentuk dengan memakan waktu yang cukup panjang karena awalnya tim ini beranggotakan lima orang, namun ada beberapa anggota yang harus digantikan sebab terdapat anggota yang tidak memungkinkan untuk lanjut lagi dengan alasan pribadi dan akhirnya digantikan oleh orang lain, setelah terpilihnya anggota baru kemudian mereka mendapatkan pelatihan dengan didampingi oleh anggota yang lama.

Negara – negara yang ikut serta dalam 5th Annual ERPsim Asian Pasific Japan Cup 2018 yaitu Indonesia, Australia, India, Thailand, dan Hongkong. Dalam Asian Pasific Japan Cup 2018 tim Zhafran Afshin dan tim Brave yang mewakili UII berhasil mendapatkan juara 1 dan 2, namun karena persyaratan yang ada maka dalam satu Universitas hanya boleh diwakili oleh satu tim untuk lanjut dalam kompetisi 10th ERPsim International Competition. Maka dari itu dipilih tim Zhafran Afshin untuk bersaing dengan tim dari Melbourne University yang mendapatkan peringkat 4 karena tim dari India yang mendapatkan peringkat 3 tidak mendaftarkan diri pada kompetisi selanjutnya.

 Setelah memenangkan juara 1 pada kompetisi tim Zhafran Afshin mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh HEC Montreal. Terdapat 8 tim dari 7 negara yang mengikuti kompetisi yaitu Sichuan Technology and Business University, Central Michigan University, UII, Nanjing Audit University, University of Melbourne, University of Arkansas, Missouri University of Science and Technology, dan University of Cincinnati. Karena tahun lalu dalam kompetisi tersebut UII meraih juara 1 maka target untuk kompetisi tahun ini juga diharap mendapatkan juara satu dunia. Usaha – usaha yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah dengan mengkaji strategi yang tepat untuk melawan tim yang lain. Namun tidak hanya terpaku dengan strategi yang dibuat, tim Zhafran Afshin juga melihat situasi lawan dalam latihan yang dilakukan. Dalam latihan pertama dan kedua, tim Zhafran Afshin dapat mengimbangi namun pada latihan ketiga kinerja tim mulai menurun dan tereliminasi, hal ini justru dijadikan dorongan bagi tim Zhafran Afshin untuk bangkit dan mengevaluasi kesalahan sebelumnya.

Tahap permainan pada HEC Montreal  terdapat tiga ronde, dalam setiap ronde dua tim akan tereliminasi. Pada ronde pertama tim yang tereliminasi berasal dari Amerika lalu saat ronde kedua, dua tim kembali tereleminasi dan tersisa empat tim yang masuk di ronde ketiga. Namun ternyata tiga tim memiliki strategi yang sama dan pemilihan produk yang hampir sama. Dalam kompetisi tersebut juara satu ditempati oleh Sichuan Technology Business University yang berasal dari Cina kemudian juara kedua ditempati oleh Central Michigan University yang berasal dari Amerika Serikat, Universitas Islam Indonesia menempati posisi ketiga , dan posisi keempat berasal dari Nanjing Audit University China.

“Alhamdulillah sih kita masih diberikan kesempatan, kita sebenernya gak nyangka bisa sampai sini, bisa berprestasi buat UII.”

Ucap Muhammad Fadhly Rizky Octavio yang merupakan salah satu anggota tim. Banyak sekali yang bisa diambil selama persiapan untuk mengikuti kompetisi tersebut yaitu mengurangi ego diri sendiri, membagi waktu selama kuliah, dan hal lainnya. Selain itu menurut mereka doa orang tua merupakan faktor utama dalam keberhasilan mereka

Akhiri Periode dengan Syawalan dan Silaturahmi

 

Hari ini, Minggu (1/7) Euphoria Hari raya Idul Fitri 1439 H masih terasa bagi Umat Muslim di dunia khususnya di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka merayakan hari kemenangan tersebut dengan gegap gempita karena berhasil melaksanakan kewajiban ibadah puasa di Bulan Ramadhan.  Salah satu tradisi khas muslim Nusantara dalam memeriahkan Idul Fitri adalah acara  Syawalan. Suatu kebiasaan yang hanya ada di tanah air sebagai ungkapan untuk saling memaafkan atas kesalahan yang pernah dilakukan dalam satu tahun terakhir

Atmosfer tersebut juga masih sangat terasa di Fakultas Ekonomi UII, terbukti dengan diadakannya acara rutin tahunan yaitu “Senam Pagi, Silaturahim Syawalan, dan Pamitan Haji” yang bertempat di Kampus FE UII, Jalan Prawiro Kuat, Condong Catur, Depok, Sleman. Dalam acara ini dihadiri juga perwakilan dari pengurus badan wakaf, Rektor beserta jajarannya, dekan, wakil dekan, masyarakat sekitar FE UII, serta segenap keluarga besar civitas akademik FE UII.

Mentari yang cukup bersinar turut menghiasi langit pagi hari tadi menjadi lebih istimewa. Tahun ini memang cukup special jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya tidak ada senam, tahun ini acara Syawalan dibuka dengan semangat olahraga dengan dipadukannya music dengan sangat meriah dan penuh canda tawa. Bukan tanpa alasan, diadakannya senam merupakan sebuah rangkaian milad Universitas Islam Indonesia ke 75. FE UII pun turut mengundang instruktur senam untuk mengatur jalannya senam pagi yang dimulai pada pukul 06.30 WIB di halaman depan Kampus FE UII. Setelah senam selesai, dilanjutkan dengan acara syawalan yan bertempat di Hall tengah FE UII.

Acara syawalan dibuka dengan khidmat dengan pembacaan basmalah yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Hidayatul Rahman, SE, MM. Sambutan yang pertama diberikan oleh Ketua Panyelenggara acara yang juga Wakil Dekan FE UII, Suharto, S.E, M,SE. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat lebaran, permohonan maaf lahir batin serta memperkenalkan Dekan dan Wakil dekan terpilih yang seharusnya dilantik pada tanggal ini namun harus ditunda karena bukan hari kerja. Beliau juga berpesan kepada dekan dan wakil dekan yang baru untuk amanah dan berharap di periode yang baru bisa mengambil hal-hal yang positif dan membuang hal-hal yang negative dari periode sebelumnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus tausiyah oleh Agus Harjito, M.Si selaku Dekan FE UII. Dalam sambutannya beliau kembali memperkenalkan Dekan serta Wakil Dekan terpilih di periode mendatang. Selain itu beliau juga berpesan dalam tausiyahnya bahwa dalam melaksanakan semua perkerjaan harus dilandasi dengan tiga hal utama, yaitu rasa syukur, ikhlas dan istiqomah. Harapannya pada periode dekan yang baru dapat menjalakan pekerjaan dengan amanah yang telah disampaikan dengan dilandasi tiga hal tersebut. selain itu, beliau juga memohon pamit sebagai dekan dan memohon maaf jika selama mengemban amanah banyak melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja dan menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan kepada calon jamaah haji yang mau berangkat pada bulan Agustus mendatang agar menjadi haji yang mabrur.

Memasuki akhir acara doa dipimpin oleh Achmad Thohirin. Setelah itu dalam acara silaturahim dan syawalan ini juga dilanjutkan dengan berjabat tangan saling memaafkan oleh seluruh civitas akademika FE UII secara bergantian dan akhirnya ditutup dengan acara ramah-tamah yang telah disediakan di lapangan sorak FE UII.

Dimas Novriandi: Jangan Menjadi Generasi Everything Instant

Setiap orang memiliki ciri khasnya masing–masing dalam membentuk karakternya. Cepat beradaptasi adalah salah satu cara yang dilakukan oleh Dimas Novriandi dalam membentuk karakternya. Dimas Novriandi merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Program studi Akuntansi International Program. Dimas Novriandi-yang akrab disapa Dimas-lahir di Sumatra Selatan, Prabomulin, pada tanggal 12 November 1980. Dimas dibesarkan diberbagai kota dikarenakan Ayahnya yang bekerja di perusahaan minyak yang mengharuskan Dimas untuk mengikuti Ayahnya dalam bertugas. Pada akhirnya Dimas memutuskan untuk menetap di Yogyakarta saat menduduki bangku SMP bersama kakaknya yang sedang duduk dibangku SMA. Si bungsu dari lima bersaudara ini menjadi terbiasa hidup mandiri dikarenakan sejak kecil sudah berpindah–pindah tempat tinggal dan menemukan hal–hal dari tiap daerah tempat tinggalnya.

Dimas memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia pada Program Studi Akuntansi yang direkomendasikan oleh teman–teman semasa SMAnya karena banyak lulusan dari SMA nya yang melanjutkan pendidikan di FE UII dan dengan dosen–dosen yang suportif. Selain itu, Dimas memilih FE UII karena UII merupakan kampus swasta terbesar dan terletak di Yogyakarta. Dimas juga memikirkan untuk melanjutkan pendidikan di FE UII, karena ia merasa tidak perlu untuk keluar daerah. Dimas sempat bergabung di lembaga jurnalistik yang ada di FE UII yang bernama Ekonomika, karena sejak SMP Dimas suka menulis. Pada masa SMA nya Dimas juga sudah menulis di hibernas dan kolom pelajar. Selain itu selama kuliahnya Dimas juga part time dan menjadi penyiar di beberapa studio yang ada di Yogyakarta. Dengan berbagai macam kesibukan yang dilakukan Dimas selama kuliahnya tak membuat ia lupa akan kuliahnya. Teman–teman seangkatannya juga menjadi salah satu faktor Dimas untuk semangat belajar karena baginya teman–temannya memiliki semangat kuliah yang sangat tinggi dan sangat kompetitif.

Pengaruh temanlah yang membuat Dimas terdorong untuk ingin cepat lulus. Sejak kuliah Dimas sudah terbiasa dalam berkarir, hal itu membuatnya setelah lulus dari FE UII mudah dalam mencari pekerjaan. Setelah lulus dari FE UII Dimas mencoba mengikuti tes di beberapa perusahaan di Jakarta dan diterima, tetapi Dimas lebih memilih untuk bekerja di Telkomsel yang berada di Yogyakarta. Dimas memutuskan untuk pindah bekerja ke Jakarta setelah menyelesaikannya kuliah Double Degree-nya. Seperti yang dilihat, jurusan akuntasi yang diambil oleh Dimas tidak relevan dengan pekerjaannya pada saat ini yaitu Digital Banking Social and Brand Activation LEAD pada Instansi Jenius di bank BTPN yang mendapatkan Awards Marketing Public Relations (PR) mendapatkan silver awards. Menurut Dimas, pekerjaan yang didapatkaan saat ini bukan dilihat dari relevan atau tidaknya dengan jurusan yang diambil pada masa kuliahnya, bahkan ia mengatakan bahwa apa yang didapatkan pada saat kuliah itulah yang dapat membantunya dibidang digital ini seperti networking, kemampuannya berbahasa inggris juga sudah diasah sejak kuliah dijurusan Akuntasn IP. “kalo kampus kita tidak oke, pikiran kita tidak oke”, ungkap Dimas.

Pesan Dimas untuk mahasiswa FE UII lebih berani untuk berbicara agar tidak terlibas oleh negara lain, karena dunia kerja itu bisa diibaratkan dengan dunia luar. Berkarir, tetapi tidak dapat memberikan feedback kepada orang lain itu sia–sia.

Jangan menjadi generasi everything instant. Gunakan kesempatan kalian selagi masih muda untuk berkreasi semaksimal mungkin.-Dimas Novriandi.

Carlina Vitandriani: Jangan Pernah Sia-Siakan Kesempatan yang Ada

Cantik, muda, dan energik, begitulah kesan yang didapatkan ketika pertama kali bertemu dengan sosok Carlina Vitandriani, perempuan yang biasa disapa dengan panggilan Vita ini lahir di Semarang, 6 September 1981 merupakan alumni program internasional jurusan akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) angkatan 1999. Memiliki pengalaman berpindah-pindah tempat tinggal hingga harus ke Palembang karena mengikuti ayahanda bekerja membuat pengalaman masa kecil Vita bewarna. Meskipun sudah menjadi yatim sejak kelas 3 SMP tidak membuat anak kedua dari empat bersaudara ini patah semangat dan malah menjadi anak yang pekerja keras dan suka membantu orang tuanya, bahkan semua pendidikan berhasil sukses dienyam Vita dan ketiga saudaranya hingga selesai diperguruan tinggi, tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya Vita kini bekerja sebagai Head Department of Contact Center di Danone Indonesia.

Sebagai anak yang cukup sering berpindah dari satu kota ke kota lain tidak membuat masa kecil Vita tidak menyenangkan. Banyak pengalaman yang dia dapatkan. Meskipun juga tidak memungkiri bahwa dirinya pernah mengalami shock culture dikarenakan perpindahan budaya ketika dia pindah dari SD swasta yang ketat ke SD negeri yang berbudaya lebih bebas. Perjalanannya tidak berhenti disitu, sempat kembali ke kota kelahiran di Semarang tepatnya di SMP N 3 Semarang, perjalanannya berlanjut ke kota pelajar, Yogyakarta. Yogyakartalah kota yang menjadi pelabuhan terakhir Vita dalam menjalani studinya baik di SMA ataupun kuliah.

Menyadari dan mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal anak yang akademisi hari-hari Vita masa kanak-kanak mengikuti banyak kegiatan non-akademis, pernah juara lomba tingkat nasional dalam paduan suara, tim dance sekolah hingga les bahasa inggris mulai sejak SD hingga kuliah semua itu dilakukan karena kesukaannya. Sebagai seorang anak yang suka tertantang membuat Vita selalu berusaha membuktikan persepsi orang yang meremehkan dirinya. Mulai dari kuliah, meskipun tidak punya IPK yang cumlaude saat itu Vita membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi asisten dosen mengalahkan calon yang lainnya, kebiasaan ini berlanjut di dunia pekerjaan.

Dunia pekerjaan diawali Vita bergabung dengan Axa Mandiri, perjalanan kariernya di Axa Mandiri tergolong singkat, hanya dua tahun, itu dikarenakan setelah itu di terimanya Vita di Danone melalui jalur Manager Trainee. Memiliki sifat yang suka tantangan, Vita membuktikan bahwa dirinya memiliki kapabilitas untuk berada di posisi tersebut. Berawal ditempatkan pada bagian divisi internal auditor lebih tepatnya pada bagian internal controling process Vita mengambil kesempatan untuk menjadi Manajer di Contact Center, meskipun awalnya sangatlah susah untuk berpindah ke posisi lain dikarenakan Vita merupakan anak kesayangan dari mentornya di bagian Internal Auditor dan diharapkan untuk bisa menjadi suksesor di divisinya tersebut, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Vita memilih untuk pindah ke bagian Contact Center Manager, meskipun harus mengorbankan kariernya di bidang Accounting. Kembali menghadapi tantangan di Dunia baru yang sama sekali belum pernah disentuhnya membuat Vita terus belajar dan berusaha hingga hasilnya terlihat dengan diangkatnya Vita menjadi Head Department of Contact Center. Semua itu dijalani oleh Vita dengan prinsip “harus melakukan sesuatu, jangan pernah bilang tidak bisa, sesusah apapun lakukan terlebih dahulu. Jangan biarkan kamu menilai hasil pekerjaanmu tapi biar orang lain yang menilai sehingga kamu tau kamu bisa dan berhasil atau tidak”. Prinsip inilah yang membuatnya tetap bertahan dan motivasi yang dipegangnya adalah:

“Jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada dan selalu lakukan yang terbaik”

Iqbal Himawan: Jadikanlah Hambatan Sebagai Suatu Tantangan

Iqbal Himawan, pria kelahiran Semarang, 23 Januari 1986 ini adalah salah seorang alumni dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia yang berlatar belakang dari keluarga PNS. Sejak kecil Iqbal sudah diajarkan untuk melawan ketakutan dengan tidak menjadikan ketakutan itu sebagai phobia, tetapi juga harus pandai mengatasinya. Selain itu, Iqbal sejak kecil juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, penasaran dengan hal–hal baru dan ingin mencobanya. Sifat ingin tahu itu merupakan salah satu pendorong Iqbal menjadi seorang jurnalis, sehingga tak heran pencapaian karir Iqbal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukannya sejak kecil. Saat ini Iqbal menjabat sebagai News Anchor di Metro TV. Sebuah tantangan ketika orang tua yang sudah terbiasa bekerja dibidang birokrat dan sangat sulit bagi Iqbal untuk meyakinkan kedua orang tua bahwa pekerjaan sebagai jurnalis itu adalah pekerjaan yang sangat bermanfaat dan membanggakan.  Mendengarkan berita pada channel tv international sudah dilakukan Iqbal sejak kecil dan kagum melihat para jurnalis meliput dalam segala situasi, dari lokasi manapun sehingga dapat memberikan laporan informasi yang jelas terhadap pemirsa.

Iqbal menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) disuatu kota kecil, yaitu Purwodadi. Kemudian lulus dari bangku SMP Iqbal mengikuti student exchange ke Australia dan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Iqbal mengambil jurusan Ilmu Ekonomi (International Pembangunan) dengan mempertimbangkan berbagai alasan pendukung, salah satunya Iqbal memiliki passion dibidang bahasa dan ia beranggapan Ilmu Ekonomi dapat menunjang profesinya untuk menjadi  seorang jurnalis dan mengasah kemampuan net working-nya. Selain itu juga Iqbal beranggapan bahwa masih sedikit perguruan tinggi yang menyediakan International Program pada Jurusan Ekonomi di Yogyakarta. Baginya Yogyakarta merupakan kota yang sangat kondusif untuk mengenyam pendidikan. Pada masa kuliah, Iqbal mengidolakan dua orang dosen yang menjadi favoritnya sekaligus motivator terbesar dalam dirinya yaitu, Bu Endang yang mengajarkan ketegasan dan Pak Edi Suwandi Hamid yang selalu menjelaskan sesuatu hal rumit bisa diselesaikan dengan cara yang sederhana sehingga dapat diaplikasikan dengan mudah.

Melalui pekerjaannya, hidup Iqbal dekat dengan berbagai macam petualangan yang membuatnya harus selalu siap siaga. Seperti mewawancarai presiden, mewawancarai Antasari Azhar, mewawancarai istri teroris, bahkan mewawancarai seorang ayah yang memperkosa anaknya sendiri. Sejak kecil sosok Iqbal dikenal sebagai anak yang selalu ingin mencoba segala hal baru dan memiliki empati yang tinggi. Baginya empati dapat membantu diri untuk selalu bersyukur. Semakin sukses seseorang, semakin merendah dan selalu humble pada siapapun.

Anggaplah sebuah hambatan itu menjadi tantangan, karena kita tidak pernah tahu bahwa hambatan bisa menjadi sebuah kesempatan. – Iqbal Himawan

Sebelum menjadi News Anchor, Iqbal sempat bekerja di bank selama 3 tahun. Tahun pertama ia bekerja di bank Danamon, kemudian dua tahun selanjutnya bekerja di bank BRI. Kemudian Iqbal berpikir untuk menjadi jurnalis namun tetap menggunakan background dirinya sebagai alumni Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UII. Selain menjadi News Anchor di Metro TV, Iqbal juga sering menjadi moderator untuk anak – anak kurang mampu dan panti asuhan.

Diakhir wawancara, Iqbal Himawan menyampaikan beberapa pesannya untuk mahasiswa yaitu, bersikaplah lebih prihatin karena setelah memasuki dunia kerja kita merasakan bahwa mencari uang itu susah. Kumpulkanlah pengalaman dan network sebanyak–banyaknya, manfaatkan internet sebaik-baiknya, dan bergabunglah dengan komunitas agar membuat kita lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. Selain itu Iqbal juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Finding Alumni, semoga dapat terus terbentuk kerjasama alumni dengan Fakultas Ekonomi UII dalam membangun sinergi alumni dan dapat bertukar pikiran dengan mahasiswa.

Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Penyampaian Rencana Aksi calon dekan FE UII periode 2018-2022. Acara ini di hadiri oleh seluruh perangkat FE UII baik dari dosen, karyawan hingga mahasiswa. Berikut adalah nama-nama calon dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2018-2022.

  1. Akhsyim Afandi Drs., MA., Ph.D
  2. Dwi Praptono Agus Harjito Dr.M.Si
  3. Jaka Sriyana S.E M.Si., Ph.D

Acara ini di awali oleh sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) yang di wakili oleh Suharto ,S.E., M.Si. selaku wakil dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2014-2018 dan juga sekaligus membuka acara kali ini. Pemaparan Rencana Aksi oleh calon dekan ini sangatlah penting karena akan berkaitan dengan program kerja kedepan oleh dekan terpilih. Pesan yang di berikan oleh Suharto ,S.E., M.Si. dalam sambutannya adalah,”Seorang pemimpin harus memiliki empat sifat ketika memimpin suatu organisasi yaitu, sifat shidiq, tabligh, amanah, fatonah”. Beliau juga menyampaikan harapannya yaitu, “ semoga Fakultas Ekonomi semakin baik, maju dan terus berkembang”.

Pemaparan Rencana Aksi calon dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini di moderatori oleh MB Hendri Anto. Kesempatan pertama untuk menyampaikan action plan kali ini di berikan oleh moderator kepada Akhsyim Afandi Drs., MA., Ph.D. Beliau memberikan judul untuk action plan-nya yaitu “Sebuah catatan kecil untuk perbaikan Fakultas Ekonomi”. Disini beliau membahas tentang isu-isu strategis yaitu status UII 2018 tentang struktur baru fakultas, action plan calon rektor terpilih, visi misi dan tujuan Fakultas Ekonomi UII, era dirupsi oleh revolusi TI, peringkat Universitas Islam Indonesia (UII) 52 (kemenristekdikti),2016. Karena hal-hal tersebut yang akan mempengaruhi perkembangan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII).

“Mengoptimalisikan potensi menuju reputasi international melalui implementasi nilai-nilai islam”, ini adalah pokok bahasan yang di paparkan oleh Dwi Praptono Agus Harjito Dr.M.Si dalam penyampaian action plan-nya. Beliau juga menyampaikan rencana kerja yang akan di kerjakan untuk membungun reputasi Universitas Islam Indonesia (UII) kedepan sebagai berikut:

  1. Pembenahan organisasi
  2. Penguatan SDM dan nilai-nilai
  3. Kurikulum dan distance learning
  4. Penguatan infrastruktur dan IT
  5. Implementasi kerjasama.

Terakhir adalah penyampain action plan dari Jaka Sriyana S.E M.Si., Ph.D. beliau memberikan judul pada action plan-nya  yaitu “Meningkatkan reputasi akademik dan karakter islami”. Beliau menyusun action plan-nya dengan menggunakan kerangka dasar meliputi Visi, Misi, dan Tujuan UII serta Action Plan Rektor terpilih. Dalam kesempatannya ketika menyampaikan action plan-nya beliau juga memaparkan program-program utama maupun program-program secara detil dalam rangka penyusunan Road Map Action Plan sebagai berikut.

  1. Program Utama tahun 2018-2019: Pengembangan Sistem dan Infrastruktur Akademik dan Pelayanan.
  2. Program Utama tahun 2020: Peningkatan kinerja pelayanan dan akademik dosen dan mahasiswa
  3. Program Utama tahun 2021: Peningkatan kolaborasi Internasional untuk penguatan pendidikan dan publikasi.
  4. Program Utama tahun 2022: Peningkatan reputasi akademik dan international recognation.

Setelah penyampaian action plan dari seluruh calon Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2018-2022, moderator memberikan kesempatan pada audiance untuk menyampaikan tanggapan dan pertanyaan terkait pemaparan dari action plan calon dekan tersebut.

Green Energy for Sustainable Development

Dalam rangka kerja sama antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Teknologi Petronas (UTP), program studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan seminar Green Energy for Sustainable Development. Seminar tersebut diselenggarakan di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII pada hari Rabu 9 Mei 2018 pada pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Acara seminar diawali dengan sambutan oleh Dr. Dwipraptono Agus Hardjito, M. Si yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi UII. Seminar tersebut menghadirkan dua dosen dari UTP dan satu dosen dari UII. Ketiga pembicara tersebut merupakan orang-orang yang ahli dibidangnya. Dosen dari UTP diwakili oleh Mr. Md. Akhir bin Mohd Sharif sebagai pembicara pada sesi pertama dan Dr. Ahmad Shahrul Nizam sebagai pembicara pada sesi kedua. Sedangkan pembicara pada sesi ketiga yaitu Dr. Eko Atmadji yang merupakan dosen dari Program studi Ilmu Ekonomi UII.

Acara inti dari seminar tersebut dibuka oleh moderator Rokhedi Priyo Santoso, SE, MIDEC yang merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi UII. Seminar ini sangat penting karena memiliki tema yang menyangkut kehidupan berkelanjutan, maksudnya adalah bahwa energi yang ramah lingkungan sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan. Seperti yang dikatakan oleh Mr. Md. Akhir bin Mohd Sharif “the concept of green growth also related to the concept of sustainable development”.

Dalam seminar ini disampaikan sebuah proyeksi bahwa ekonomi dunia akan berlipat ganda pada tahun 2042, tumbuh pada tingkat rata-rata tahunan sekitar 2,6 % antara tahun 2016 dan 2050. Berdasarkan GDP di Purchasing Power Parity, Tiongkok dapat menjadi negara dengan pendapatan ekonomi terbesar di dunia, hal ini terhitung sebesar 20% berdasarkan perkiraan data GDP dunia pada tahun 2050. Posisi kedua ditempati oleh India dan Indonesia berada di tempat keempat. Dalam membangun pandangan untuk permintaan dan pasokan energi masa depan, perusahaan minyak dan gas menggunakan pendekatan berbasis data dengan mempertimbangkan the forecast of world’s demographic and economic trends. Titik ini sekali lagi memperkuat pertumbuhan korelasi antara energi dan ekonomi.

Konsep penggunaan green energy pada seminar tersebut menjadi sangat penting. Mengingat bahwa sumberdaya energi dapat mengalami penyusutan dan diperlukan adanya penciptaan energi terbarukan. Oleh karena itu, diharapkan green energy dapat menjadi solusi dalam menjawab tantangan global untuk memenuhi kebutuhan berkelanjutan.

Restu Satriotomo: Temukanlah Passion yang Membuat Anda Spesial

Restu Satriotomo merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomi Unversitas Islam Indonesia angkatan tahun 2000 program studi Manajamen. Pria kelahiran 20 Juli 1982 dibesarkan Yogyakarta serta beberapa negara. Mempunyai latar belakang keluarga yang biasa-biasa saja, Ayahnya merupakan pegawai yang bergerak di bidang ekonomi membuat ia dan adik-adiknya selalu diajari tentang ekonomi. Pernah menempuh pendidikan di SMA Indonesia Hongkong Konsula yang terletak di Hongkong selama 1 tahun. dan kembali ke Indonesia ketika SMA kelas 2 melanjutkan pendidikan di SMA 1 Magelang. Tomo sapaan akrabnya, bukanlah anak yang cerdas ketika itu tetapi kegigihannya patut diteladani. Lalu ia melanjutkan pendidikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Alasan  memilih  Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dikarenakan merasa berbeda dari fakultas lain dan sosok ayahnya membuat beliau menjadi menyukai ekonomi membuat ia dapat mencapai titik kesuksesan karena sejak kecil sudah dikenalkan dengan ekonomi. 

Ketika kecil, ia mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter dikarenakan suka membantu orang lain. Akan tetapi, nilai yang dibutuhkan untuk menjadi dokter tidak sesuai harapannya dan membuat ia mencoba mempelajari ekonomi seperti yang diajarkan oleh ayahnya. Ketika kecil  pun, sudah harus bertemu pengalaman-pengalaman yang tidak terlupakan ketika berpindah-pindah negara untuk menempuh pendidikan dikarenakan mengikuti orang tua nya yang bertugas dan membuatnya sempat lupa cara berbicara Bahasa Indonesia ketika kembali ke Indonesia.

Pada tahun 2004, beliau lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dan masih mempunyai cita-cita untuk bersekolah di luar negeri sembari mencari kerja dan mencari informasi tentang perkuliahan di luar negeri. Beliau pada awalnya telah diterima di perusahaan Valbury Sekuritas Indonesia tetapi ditolaknya agar bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri yaitu Cleveland State University California, Amerika prodi Master of Business Administration. Beliau mendapatkan pilihan yang cukup berat untuk berpindah dari Amerika ke Eropa karena harus meninggalkan pekerjaan yang sangat bagus saat itu dan harus mengulang dari nol pada saat di Eropa.  Alhasil dengan minitih karir beberapa kali di Eropa, akhirnya beliau saat ini menjabat sebagai Assistant Vice Pressident Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Brusssels Area, Bulgium.

“Passion. Walaupun anda merasa minoritas, tetapi temukanlah passion yang membuat anda spesial”.

Keberhasilan beliau dicapai dengan kegigihan beliau untuk menggapai cita-citanya dan dukungan dari keluarga. Keinginanya yang belum tersampaikan, ia ingin anak-anak daerah mencicipi pengalaman ke luar negeri bahwa ke luar negeri anak biasa saja bisa tidak perlu menjadi orang super, serta adanya motivasi dan keinginan yang kuat. Pesan yang ingin disampaikan beliau untuk memotivasi para pembaca terutama mahasiswa UII sekarang ialah “Kita harus mencari added value di dalam diri kita agar menjadi orang yang spesial walaupun kita terlihat biasa, biarlah Indonesia seperti kotak biarlah Yogyakarta seperti kotak. Setiap kalian melangkah lewati kotak-kotak itu berarti kalian keluar dari zona nyaman dan jangan pernah tergoyah”.

FE UII Kembali Memborong Kejuaraan The ERP Sim APJ Cup 2018

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali berhasil mendominasi ERP Simulation (ERPSIM) SAP Asia Pacific Japan (APJ) Cup 2018. Dimulai dari seleksi tim dari mahasiswa UII sendiri yang menghasilkan perwakilan 2 tim. Tim Zhafran Afshin yang terdiri dari Muhammad Nur Hidayatsyah, Farida Nailil Muna, Muhammad Fadhly Rizki Oktavio, dan Akmal Abdi, mereka adalah mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UII angkatan 2015, berhasil menduduki peringkat pertama dalam perlombaan ini dan berhak mendapatkan First Prize – The ERP Sim APJ Cup Trophy dengan membawa AUD$500 cash prize dan AUD$500 gift voucher dari HEC Montreal. Peringkat kedua berhasil diraih oleh tim Brave yang beranggotakan Atika Nurfauzia, Eva Aulia Fatma, Hemas Daisy Fathya, dan Rani Anggraini Putri yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Akuntansi FE UII angkatan 2014. Perlombaan ini berlangsung di Lab C Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja FE UII pada Rabu (14/3).

Selama perlombaan berlangsung, kedua tim ini didampingi langsung oleh Dra. Primanita, MBA, Ak, CA, Cert. SAP dan Noor Endah Cahyawati, SE, M.Si, Cert. SAP selaku dosen dan sekaligus pembimbing ERPSim. “Ini memang kompetisi yang sudah kesekian kalinya kita ikuti, tapi tiap kompetisi memiliki feel yang berbeda. Karena bagaimana pun juga pasar yang berbeda, tim yang berbeda memiliki karateristik yang berbeda, sehingga kita sebagai pembimbing harus tetap belajar bagaimana memotivasi tim yang berbeda ini untuk mencapai goal yang diharapkan”, tutur Noor Endah.

The ERP Sim APJ Cup adalah kompetisi mengelola perusahaan virtual menggunakan aplikasi ERP yang bernama SAP dimana masing-masing tim memiliki 4 manajer yaitu production manager, sales manager, analyst manager, dan procurement manager. Setiap manager harus saling bekerja sama untuk mendapatkan nilai valuasi perusahaan tertinggi. Tim Zhafran Afshin dan tim Brave berhasil menduduki 2 peringkat teratas  mengalahkan 12 tim dari universitas yang berasal dari negara Asia Pasifik seperti Thailand, Melbourne, India, Hongkong.

“Ini merupakan lomba pertamaku di UII, awalnya aku ikut lomba ini diajak oleh teman-teman dan tidak pernah menyangka sampe sejauh ini, banyak tantangan yang kami hadapi dari awal kita lolos 6 besar setelah itu lolos 2 besar dan sekarang juara APJ Cup, tapi tantangan itu membuat gairah menang kami semakin bertambah, kami terus berlatih, mengevaluasi hasil latihan kami dan membuat rencana bermain hampir setiap hari dan hari demi hari kami lewati dan kami pun semakin kompak, kami Tim Zhafran Afshin berharap dan berdoa agar bisa melajutkan prestasi dari kakak-kakak Team Fathan Mubina menjadi juara 1 di kejuaraan HEC dam membuat harum nama kampus kita tercinta UII”, ujar Vio (Zhafran Afshin) setelah menyelesaikan The ERP Sim APJ Cup.

Ini merupakan kesekian kalinya Prodi Akuntansi FE UII berhasil menduduki peringkat teratas dalam perlombaan ini. Beberapa kendala yang dihadapi oleh masing-masing tim perwakilan dari UII adalah singkatnya waktu untuk berlatih, menyatukan pikiran, dan masih pemula dalam permainan ini sehingga banyak penyesuaian yang dilakukan terutama oleh tim Zhafran Afshin. Melalui perlombaan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa FE UII agar bisa bersaing di dunia kerja nantinya.