Kehidupan di Yogyakarta

Yogyakarta atau yang dikenal dengan Jogja merupakan sebuah kota unik dengan daya tarik yang luar biasa. Jogja terkenal akan sejarah dan warisan budayanya serta merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640). Selain itu, kota yang dikenal dengan kota gudeg ini juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun. Salah satunya adalah Candi Borubudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra. Kota ini semakin lengkap dengan tempat-tempat bersejarah, tempat wisata dan tempat menarik lainnya yang patut untuk dikunjungi. Seperti Malioboro yang selalu padat pengunjung dengan aneka macam barang dagangan murah meriah, Alun-Alun Kidul, Alun-Alun Utara, Taman Sari, serta Tugu Jogja yang hampir tiap akhir pekan ramai walaupun hanya untuk sekedar nongkrong atau berfoto-foto hingga sebuah tempat bernama titik nol kilometer yang semakin hidup saat malam minggu. Itulah Jogja, sambutan hangat dan ramahnya membuat banyak pendatang merasa betah.

Selain terkenal akan sejarah dan warisan budayanya, Jogja juga terkenal sebagai kota pelajar. Beberapa universitas besar baik negeri maupun swasta ada di kota ini. Pelajar yang datang ke kota gudeg ini berasal dari segala penjuru Indonesia bahkan dari berbagai negara. Pelayanan yang tidak setengah-setengah dan lengkap disediakan oleh kota ini untuk memanjakan para pendatang, misalnya saja bagi para mahasiswa. Jauh dari daerah asal tak membuat banyak mahasiswa berkecil hati. Mulai dari tempat tinggal seperti kos-kosan dan rumah kontrakan sederhana bertebaran dimana-mana. Harganya cocok dengan mahasiswa dan lokasinya pun memang kebanyakan di sekitar area kampus sehingga memudahkan mahasiswa, khususnya bagi yang belum memiliki kendaraan.

Selain itu, roda perekonomian di daerah sekitar kampus seakan menjadi hidup. Selain banyak kos-kosan, berbagai macam tempat kuliner seperti turut berlomba-lomba menyuguhkan menu makanan terbaiknya. Soal harga jangan ditanya lagi, harga yang bersahabat dengan mahasiswa cukup mudah ditemukan dan tentunya tetap mampu untuk memanjakan lidah dan perut. Misalnya yang paling mudah ditemui dan memang menjamur adalah angkringan, warung burjo, dan rumah makan Padang.

Tak hanya itu, kebutuhan akan informasi teknologi yang terus dibutuhkan apalagi bagi mahasiswa dapat terpenuhi dengan sudah tersedianya banyak wi-fi / hotspot area. Baik itu di kampus, tempat hiburan, hingga tempat kuliner di Jogja. Tak heran banyak hotspot area yang didesain senyaman mungkin agar bisa menjadi tempat nongkrong mahasiswa. Selain itu, tempat fotocopy, toko buku, toko alat tulis, perpustakaan dan tempat-tempat penunjang kebutuhan mahasiswa juga tersedia lengkap di Jogja.

Sebagaimana sebagian besar wilayah Indonesia, Jogja mempunyai iklim tropis. Suhu rata-rata harian antara 22 hingga 30 derajat Celcius. Musim hujan akan terjadi antara Bulan Oktober hingga Juni dan musim kemarau terjadi atara Bulan November hingga April.