Seiring berjalannya waktu, teknologi yang kita kenal setiap harinya mengalami kemajuan mulai dari aspek hubungan sosial hingga aspek keuangan. Dewasa ini, uang elektronik bukanlah hal yang tabu di mata masyrakat. Adanya E-Wallet menjadikan masyrakat mudah untuk melakukan transaksi jual-beli. Oleh sebab itu, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengadakan kuliah umum mengenai Digital Finance and Investment for Millenials. Acara kuliah umum tersebut membahas mengenai kemajuan teknologi khususnya di bidang Financial Technology dan Investasi yang sangat cepat yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Acara tersebut di hadiri oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Uniersitas Islam Indonesia di ruang Aula Utara FE UII Senin, 18 Maret 2018.

Dalam sambutannya Arif Hartono, SE., MHRM., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Manajemen beliau memaparkan bahwa, “Saat ini mahasiswa di Indonesia harus lebih peka dengan adanya kemajuan teknologi khususnya di bagian Financial Technology”.  Hal ini dikarenakan Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana teknologi dan kreatifitas menjadi hal yang sangat penting bagi mahasiwa dalam membangun bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Beliau juga berharap kuliah umum ini dapat membuka wawasan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia terhadap kemajuan-kemajuan yang terjadi khususnya di bidang Financial Technology dan Investasi.

Menurut Arie Liyono selaku Chief Executive Officer CelenganID menyampaikan, “Banyak hal yang dapat mahasiswa pelajari dari berkembangnya teknologi di bidang keuangan, salah satunya adalah mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli tanpa harus menggunakan uang riil”.  Saat ini indonesia jauh tertinggal di banding dengan China dan India, dimana dua negara tersebut sudah peka akan perubahan yang terjadi di bagian Financial Technology. Di India masyarakat sudah terbiasa melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan E-Wallet, pedagang besar hingga pedagang kecil sudah menggunakan sistem tersebut untuk mempermudah pembeli melakukan pembayaran. Hal ini dikarenakan Perdana Mentri India berani menarik uang kertas dan koin yang beredar dimasyarakat hingga 80% guna menjadikan masyrakatnya peka akan perkembangan yang sedang terjadi di bidang Financial Technology. Beliau beranggapan apabila Indonesia tidak melakukan perubahan serta masyarakat yang belum peka terhadap kemajuan tersebut Indonesia akan tertinggal dari China dan India. Di Indonesia Financial Technology sudah mulai merambat di masyarakat, setidaknya ada lebih dari 8 startup dan 3 bank yang bergerak di bidang Financial Technology, dimana penggunanya mayoritas dari kaum milenial. Penggunaan financial technology ini lebih mudah dan juga efektif bagi kehidupan sehari-hari, hal ini dikarena kita tidak memerlukan membawa uang tunai dalam bertransaksi sehingga mengurangi resiko memegang uang.

Senada dengan hal tersebut Susilawati selaku Associate Director Bareksa mengatakan, “Kaum milenial terutama mahasiswa juga perlu melakukan investasi sejak dini khususnya di Reksadana”. Berinvestasi di Reksadana sangatlah cocok bagi pemula, karena batas minimum dari investasi disini hanyalah sebesar Rp. 10.000,-. Banyak manfaat yang diperoleh apabila melakukan investasi sejak dini, mulai dari keuntungan finansial, pengalaman investasi, hingga menjaga aset yang dimiliki dapat menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang. Susilawati juga menjelaskan, “Reksadana sangat lebih menguntungkan di bandingkan dengan tabungan bank”, hal ini dikarenakan pada reksadana tidak terdapat pajak serta potongan-potongan biaya lainnya.

Kuiah umum Digital Finance & Investment For Millenials ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa FE UII akan perkembangan yang terjadi di kehidupan sosial, khususnya di bidang Financial Technology  agar menjadi salah satu cara untuk membantu pembangunan ekonomi di Indonesia. (ERF/AMH).