Idulfitri tiba ketika umat Islam selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Ramadan tentu lebih dari sekadar latihan. Ramadan merupakan wadah memperbaiki diri, sekaligus waktu dilimpahkannya rahmat serta ampunan dari-Nya.

Saat bulan suci itu usai, umat muslim pasti merayakannya dengan penuh haru dan suka cita karena telah berhasil melaksanakan kewajiban-Nya. Harapannya dari bulan tersebut, semoga Allah menerima amal serta mengampuni dosa dan kita bisa dipertemukan  kembali di bulan Ramadhan tahun depan. Hal itu adalah harapan yang terlontar ketika Jaka Sriyana, S.E, M.Si, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ekonomi UII (FE UII) memberikan sambutan dalam acara Silaturahim Syawalan dan Pamitan Haji FE UII (12/6). Selain itu, Jaka Sriyana juga mewakili Fakultas Ekonomi mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika FE UII.

Kegiatan Syawalan ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan mempertemukan kembali keluarga besar  FE UII setelah libur lebaran. Acara di tahun ini memang diadakan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Acara yang biasa diadakan sekitar tiga minggu setelah idulfitri, kini diadakan tujuh hari setelah idulfitri. Hal itu terjadi karena padatnya jadwal perkuliahan dan agenda fakultas lainnya yang menanti setelah libur lebaran.

Acara yang bertempat di Hall Tengah FE UII ini dibuka dengan khidmat dengan pembacaan basmalah yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Hidayatul Rahman, SE, MM. Sambutan dari dekan dan sambutan perwakilan jamaah Haji FE UII juga turut membuka acara ini dengan baik. Dalam sambutan perwakilan jamaah Haji, Arif Hartono memohon maaf sebelum berangkat apabila selama berinteraksi dengan lingkungan FE UII ada hal yang kurang berkenan.

“Saya memohon doa restu untuk berangkat menunaikan ibadah, semoga tetap dalam keadaan sehat wal afiat sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik. Baik itu rukun, wajib, maupun sunahnya, dan pulang menjadi haji yang mabrur. Semoga keluarga yang berada di Indonesia tidak kurang suatu apapun serta tetap dalam lindungan Allah SWT sehingga para jamaah dapat beribadah haji dengan tenang.” Ucap Arif Hartono dalam sambutannya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pengajian dan doa bersama yang diisi oleh Ustaz Ananto Wibowo, Pengasuh dari Pondok Pesantren Usia Senja.

Ustaz yang ramah dipanggil Ustaz Anan ini berceramah dengan sangat santai. Dalam ceramahnya ia menggunakan metode yang berbeda dengan ustaz pada umumya. Tak jarang ia melontarkan candaannya sehingga para peserta terhibur.

Ustaz Anan juga menghibur para peserta dengan suara merdunya. “Asalkan kita tetaplah ikhlas” itu adalah penggalan lagu yang dibawakan Ustaz Anan sebagai metode ceramahnya. Dalam lirik lagu tersebut tersirat pesan agar selalu ikhlas dalam menjalani kehidupan dan menerima segala ketentuannya.  Bisa saja ketika kita menderita penyakit fisik justru membawa kesembuhan jiwa dengan kita selalu mengingat Allah.

Selain itu Ustaz Anan juga meyanyikan lagu yang berjudul “Sementara”. Dalam lagu itu berpesan bahwa semua yang ada di dunia hanya sementara. Tak usah sedih karena kaya atau miskin, maupun sehat atau sakit, karena semuanya hanya sementara. Dengan adanya bulan Ramadan megingatkan kita untuk terus istiqomah dalam beribadah kepada Allah karena kita hanya sementara berada di dunia. Dunia memang diciptakan untuk manusia, namun manusia tidak diciptakan untuk dunia. Manusia diciptakan untuk akhirat. Semua makhluk pasti akan mati di dunia, sehingga kita harus beribadah yang lebih baik lagi untuk akhirat kelak. (AS/DYH)