Publikasi jurnal ilmiah menjadi program penting bagi para akademisi. Hal ini didukung dengan keluarnya surat edaran dari Dirjen Dikti yang mewajibkan publikasi karya ilmiah untuk program S1/S2/S3, baik dalam jurnal online maupun jurnal cetak. Namun, dalam kenyataannya untuk membuat sebuah artikel yang layak untuk diterbitkan di jurnal bukanlah hal yang mudah. Untuk sekedar menembus jurnal nasional saja sangatlah sulit bila author tidak menguasai rule-nya, apalagi jurnal bereputasi Internasional seperti Scopus. Oleh karena itu, pelatihan penulisan artikel untuk scientific journal sangat diperlukan.

Senin (1/10) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) menyelenggarakan Coaching Clinic : Publication In Scopus Indexed Journals. Acara yang dihadiri oleh tiga belas perguruan tinggi ini ditunjukkan sebagai langkah awal pelatihan penulisan artikel untuk scientific journal. Dalam penyelenggaraannya, FE UII mendatangkan pembicara dari Universiti Teknologi MARA (UITM), Malaysia. Pada kesempatan kali ini Prof. Dr. Zuraidah Mohd Sanusi selaku Director Center of Leadership Development Universiti Teknologi MARA menyampaikan “Kami berharap Anda memiliki paper, jika Anda memiliki paper tentu saja segera selesaikan dan setelah itu keluarkan keraguan Anda kepada pelatih untuk berkonsultasi”. Sesuai arahan tersebut, peserta Coaching Clinic diminta untuk menulis artikel dengan didampingi satu coach untuk masing-masing grup yang terdiri dari empat sampai lima orang.

Dr. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si, selaku moderator Coaching Clinic kali ini juga turut menyampaikan mengenai sulitnya mem-publish artikel ke dalam scientific journal bahkan, di kalangan para dosen sekalipun. Hal itu dikarenakan ketatnya seleksi kelayakan artikel itu sendiri. Di FE UII sendiri, terdapat 154 dosen dengan 142 artikel yang telah menembus scientific journal.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Zuraidah Mohd Sanusi turut menyampaikan poin-poin penting mengenai tips dan trik menulis scientific journal yang tepat. Poin yang paling mendasar adalah membangun kompetensi menulis dengan cara meningkatkan research knowledge, conceptual thinking, creativity, dan research ethics. Setelah menguasai beberapa hal tersebut, tinggal bagaimana author menuangkan, dan mengembangkan kemampuannya ke dalam scientific journal.

Ketepatan pemilihan topik dalam penulisan scientific journal merupakan rule untuk membuat jurnal ilmiah yang ideal. Hal tersebut penting karena akan memberi pengaruh kepada respon pembaca, diantaranya dapat menimbulkan beberapa pertanyaan yaitu apakah paper itu menarik untuk dibaca dan apakah ada korelasi antara topik dengan isi yang disajikan. Sehingga untuk mendapatkan paper yang berkualitas, baiknya penulis dapat banyak membaca ulang dan mengevaluasi penelitian yang dibuat. 

Selain cara di atas, penulis juga dapat melakukan perbandingan dengan paper yang telah dibuat , hal tersebut akan membantu penulis untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang bahasa, dan cara merangkai kalimat pada paper. “Jangan lupa untuk memberikan data yang spesifik” tambah Prof. Dr. Zuraidah Mohd Sanusi.

Poin penting lainnya yang sering kurang diperhatikan dalam pembuatan artikel adalah cara merangkai kalimat dalam satu paragraf. Dimana banyak author yang masih membuat satu kalimat menjadi satu paragraf. 

Prof. Dr. Zuraidah Mohd Sanusi menyampaikan bahwa, “Dalam satu paragraf setidaknya berisi 4-5 kalimat, dimana setiap paragraf berasal dari satu ide”. Kalimat pertama dalam paragraf adalah kalimat topik, dilanjutkan kalimat penjelas. Author juga harus menambahkan argumen, bukti dari argumen yang diberikan, dan terakhir adalah mencermati korelasi antar kalimatnya. “Jangan selalu menyambung kalimat dengan kata ‘dan’, jika kalimat tersebut bisa dipisah, gunakan titik” pungkas beliau. 

Kegiatan Coaching Clinic ini diharapkan dapat mendobrak pengetahuan para akademisi dalam dunia  scientific journal. (HLL/NFF)