Di zaman milenial ini terdapat berbagai tantangan emiten dan investor dalam menghadapi persaingan industri 4.0. Hal ini disebabkan karena adanya perkembangan zaman yang memaksa pembaharuan dalam industri.

Menanggapi hal tersebut, Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (MM FE UII)  mengadakan seminar nasional (19/9) mengenai tantangan emiten dan investor dalam menghadapi persaingan industri 4.0.

Kegiatan yang digelar di ruang Aula Utara FE UII dengan menghadirkan beberapa narasumber yakni Kunto Hendrapawoko selaku Senior Vice President Corporate Secretary PT ANTAM Tbk, Dr. D. Agus Harjito, M.Si selaku Direktur Program Studi MM FE UII, Patricia Marianne selaku Vice President Retail Analyst CGS_CIMB Sekuritas, serta Irvan Noor Riza selaku Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta.

Patricia Marianne  mengatakan bahwa saat ini pengetahuan masyarakat terkait revolusi industri 4.0 hanya sekedar sadar bahwa hal tersebut ada. Masyarakat belum begitu mengetahui bagaimana dampak yang akan ditimbulkan bagi industri 4.0 ini.

Senada dengan hal tersebut Irvan Noor Reza mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah menggerakkan masyarakat untuk menabung saham. “Sekarang ini pemerintah telah mengampanyekan slogan “Yuk Nabung Saham”, dimana hasil dari menabung saham ini dapat memberikan keuntungan yang besar. Selain itu, masyarakat Indonesia yang menikmati keuntungan dari menabung saham juga akan meningkatkan investor dalam negeri sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia,” ungkapnya.

“Potensi Indonesia dalam hal pasar modal sangat besar karena Indonesia adalah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi pada saat krisis global kemarin.” tambah Reza.  (SFR/DMZ)