Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) mengedepankan pembelajaran bisnis dan ekonomi yang didukung dengan fasilitas pembelajaran berkelas dunia. Tidak hanya berfokus pada bidang akademik saja, FE UII terus membangun kreatifitas dan inovasi mahasiswa untuk terus berkembang dan mampu bersaing di kanca Internasional. Selain itu, FE UII juga telah mendapatkan pencapaian peringkat 17 perguruan tinggi non-vokasi terbaik di Indonesia versi Kemenristekdikti pada tahun 2019. Pencapaian ini tentunya akan memotivasi FE UII untuk terus unggul dalam menghadapi perubahan yang begitu dinamis.

Menanggapi hal tersebut, FE UII terus mengevaluasi hal yang sudah maupun yang sedang dijalani. Salah satu bentuk evaluasi FE UII adalah dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kerja (Rakorja). Hal ini diharapkan dapat menjadikan FE UII mampu menghadapi kondisi dan tantangan kedepan serta untuk membahas isu-isu penting.

Rakorja yang diselenggarakan pada hari Sabtu-Ahad, 28-29 September 2019 di Grand Dafam Rohan ini membahas tentang peningkatan kinerja akademik, digitalisasi pelayanan, dan rekognisi internasional guna peningkatan dan kemajuan FE UII dalam pembelajaran, pelayanan dan pengakuan internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar kegiatan formal saja tapi, kegiatan ini memang harus dilakukan untuk menyusun setidaknya program-program satu tahun kedepan”, ungkap Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D. selaku dekan FE UII  saat memberi sambutan.

Ia juga menambahkan bahwa, “Rakorja ini akan membahas isu-isu penting. FE UII harus melangkah lebih dari satu langkah untuk menciptakan keunggulan sesuai dengan visi misi FE UII”.

Tidak hanya itu, pada sambutannya Jaka juga mengumumkan tiga dosen terbaik dari masing-masing jurusan. Dosen terbaik dari jurusan Manajemen adalah Baziedy Aditya Darmawan, S.E., M.M. dari jurusan Akuntansi adalah Ataina Hudayati Dra., M.Si., Ph.D., Ak. serta dari jurusan Ilmu Ekonomi adalah Agus Widarjono Drs., M.A., Ph.D.(ARS/AFM)