Integrasi ilmu tidak hanya sekedar menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum saja, akan tetapi integrasi ilmu merupakan sebuah upaya untuk menyatukan ilmu agama yang bersumber dari wahyu dan ilmu umum sebagai temuan hasil pemikiran manusia. Integrasi ilmu tersebut harus dengan prinsip tidak mengucilkan keagungan wahyu dan tidak mengucilkan manusia itu sendiri sebagai ciptaan Allah Swt, Kuntowijoyo (2005:57-58). Begitu pentingnya integrasi ilmu, sehingga dengan menggabungkan berbagai ilmu tersebut tidak ada lagi dikhotomi ilmu yang dikaji maupun yang dikuasai oleh para sarjana Muslim. Hal ini dikarenakan, para sarjana Muslim dalam mengkaji ilmu tersebut tidak mempelajarinya secara parsial. 

Dalam rangka meningkatkan pengintegrasian nilai-nilai Islam di dalam proses perkuliahan, Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (MM FE UII) mengadakan seminar nasional yang bertajuk “Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Mata Kuliah Program Studi Magister Manajemen” yang berlokasi di ruang P 1/2 Fakultas Ekonomi UII. Acara yang berlangsung pada Kamis, 21 November 2019 ini dihadiri oleh mahasiswa pasca sarjana prodi Magister Manajemen dan beberapa narasumber yang mumpuni di bidangnya yaitu Drs. Widiyanto, M.Si., PhD dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Arif Hartono, MHRM., Ph.D  dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, M.M. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jaka Sriyana, SE., M.Si., Ph.D selaku Dekan FE UII dalam sambutannya menyatakan bahwa topik dalam acara ini sebenarnya sudah pernah diadakan beberapa tahun yang lalu. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sampai sekarang belum berhasil secara maksimal diterapkan, sehingga perlu dikaji lebih dalam lagi. 

“Tentunya kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan karena sejalan dengan visi utama dari UII yaitu menciptakan cendekiawan muslim. Dimana seorang cendekiawan muslim harus senantiasa memiliki perspektif Islam di setiap pekerjaaan yang dilakukannya.” ujarnya.

Dr. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si. selaku Ketua Program Studi Manajemen Program Magister FE UII, dalam hal ini juga menyatakan hal yang senada

“Diadakannya seminar ini tentu sejalan dengan bagaimana UII sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki visi Islam Rahmatan Lil’alamin yang senantiasa berusaha menerapkan atau menyampaikan nilai-nilai Islam di dalam seluruh kegiatan perkuliahan.”

Seminar ini diharapkan agar nilai-nilai islam khususnya dalam bidang Pendidikan, dapat tetap eksis di era disruptive seperti sekarang ini. Untuk dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam tersebut, terutama dalam bidang ilmu (fardhu kifayah); diperlukan penguatan ilmu fardhu ain dengan mempelajari keterkaitannya dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, ijma’, dan turunannya. 

Arif Hartono, MHRM., Ph.D mengupas konsep, praktek, serta problematika Integrasi Ilmu dan Islam, sekaligus menjelaskan mengenai bagaimana definisi Integrasi antara Ilmu & Islam itu sendiri.

“Integrasi antara Ilmu & Islam yaitu pembauran antar Ilmu & Islam hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Dari sini dapat dilihat bagaimana topik ini menjadi penting dan perlu dikembangkan secara serius,” ujarnya.

Sedangkan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, M.M. dalam penjelasannya menyatakan beberapa bentuk hubungan ilmu manajemen dan ilmu keislaman secara komprehensif.

“Integrasi semacam ini dapat diwujudkan dengan menjadikan ilmu manajemen sebagai inspirasi dalam mengembangkan teori-teori baru dalam agama Islam, menjadikan ilmu manajemen sebagai perspektif dalam kajian ilmu keislaman, serta menjadikan ilmu manajemen sebagai pengamal nilai-nilai keislaman yang diabadikan untuk kemaslahatan manusia,” tegasnya.

Oleh karena itu perguruan tinggi Islam menurut Syafi’I Antonio (2010:2) diharapkan sudah harus menggunakan pendekatan integrasi ilmu dalam proses pendidikannya, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki berbagai pengetahuan (AYK&MSD).