Di masa sekarang, kehidupan kita tidak pernah terlepas dari teknologi. Hal ini menimbulkan adanya perubahan yang  terjadi secara terus-menerus seiring berjalannya waktu. Perubahan yang terjadi ternyata banyak merubah perilaku manusia menuju cara-cara baru dalam melakukan berbagai macam hal. Salah satunya yaitu dalam berinovasi dan digitalisasi pada revolusi 4.0. Kehadiran industri revolusi 4.0 menjadi penguat sekaligus tantangan bagi generasi milenial saat ini.

Kita perlu mempersiapkan diri kita untuk menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi. Adanya persiapan tersebut juga akan berpengaruh dengan bagaimana sudut pandang kita melihat peluang bisnis yang dapat di kembangkan pada era saat ini. Adanya pembekalan denga n metode transfer knowledge oleh orang-orang yang berpengalaman dan ahli di bidang tersebut juga akan berpengaruh besar dalam persiapan ini.

Selasa (03/12) Program Studi Manajemen FE UII mengadakan Studium Generale : “Human Capital & Business Strategies In Industrial Revolution 4.0.” Kegiatan ini mengundang dua narasumber yang ahli di bidang tersebut, yaitu Syafri Yuzal yang merupakan Business Director PT. Aino Indonesia sekaligus alumni dari FE UII dan Satya Bilal selaku Director PT. Carya Learning Center. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa dosen serta sejumlah mahasiswa dan mahasiswi angkatan 2016-2018 yang tengah mengambil mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.

Anjar Priyono selaku Ketua Prodi Manajemen mengatakan, “Kita akan berbincang mengenai isu-isu yang terkait dengan milenial revolusi industri dan semacamnya. Ini adalah salah satu bagian dari aktivitas kita untuk membekali saudara yang nantinya akan memasuki dunia kerja.”

Senada dengan hal tersebut Syafri Yuzal menambahkan, “Jadi ketika kita semua diam saja, tidak beradaptasi dengan perubahan, dan tidak memiliki keunikan, maka kita akan tertinggal dengan teknologi kemudian kita akan ketinggalan zaman. Tanyakan kepada diri kita masing-masing sekarang, akan jadi apa kita di lima tahun kedepan.”

Satya Bilal dalam sesinya turut menyampaikan, “Mimpi tidak bisa diatur, namun harapan bisa di setting, masa depan bangsa ada di tangan kita semua. So we need to prepare untuk menghadapi tantangan di masa depan.”

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0., mahasiswa harus mulai belajar menempa diri dan memiliki soft skills yang nantinya akan sangat berguna sebagai bekal memasuki dunia kerja serta beradaptasi di suatu lingkungan baru. Selain itu mahasiswa juga dapat melakukan hal-hal produktif yang nantinya akan menciptakan perubahan kearah yang lebih baik. (MNZ/LTG)