Bulan Ramadan yang telah digadang-gadang tahun ini telah datang. Namun suasana tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan dampak Covid-19. Euforia ramadan yang identik dengan ramai dan gembira telah berubah menjadi ramadan yang terasa sepi karena adanya jarak antar individu.

Menanggapi adanya Covid-19 dikala bulan ramadan ini, pemerintah memberi imbauan pada masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan massa. Namun beberapa kegiatan masjid tertentu tetap dapat dilakukan dengan memerhatikan protokol keselamatan yang ada. Sama seperti halnya yang dilakukan oleh Masjid Al Muqtashidin Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII), seluruh kegiatan rutinnya ditiadakan kecuali beberapa kegiatan tertentu yang dilakukan sesuai dengan protokol pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh ketua takmir masjid Al Muqtashidin dikutip dari jogja.idntimes.com, bahwa semua aktivitas masjid dihentikan kecuali pembagian takjil dengan metode drive thru, pembagian sembako dan azan rutin.

Meluasnya dampak Covid-19 membuat Masjid Al Muqtashidin berinovasi dengan membagikan takjil dengan sistem drive thru. “Dari depan gerbang FBE UII, tidak ke masjid,” jelas Faaza Fakhrunnas, Ketua Takmir Masjid Al Muqtashidin, Jumat (24/4/2020). Dengan ini, warga dan mahasiswa cukup mengambil takjilnya di depan gerbang FBE UII tanpa harus duduk, menunggu, dan berkumpul di dalam masjid. Sistem drive thru yang diterapkan ini pun bertujuan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Tidak tanggung-tanggung, masjid menyediakan 150 porsi takjil dengan variasi menu berbeda setiap harinya dan jumlah porsi ini mungkin dapat berubah menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap imbauan pemerintah tentang work from home dan social distancing, Masjid Al Muqtashiddin FBE UII membagikan sembako kepada warga sekitar kampus yang terdampak Covid-19. Selain pembagian takjil yang dilakukan Sesuai dengan protokol yang ada, pembagian sembako tersebut pun dijalankan dengan menaati imbauan yang ada. Sementara kegiatan dengan massa yang banyak seperti salat tarawih dan salat Jumat berjamaah pada Ramadan kali ini juga ditiadakan. Kajian tatap muka yang biasa dilakukan menjelang buka puasa juga digantikan dengan kajian secara daring melalui media sosial Instagram.

Sebulan penonaktifan aktivitas dengan jumlah orang yang banyak menjadi wujud usaha Masjid Al Muqtashiddin FBE UII untuk memerangi Covid-19 agar wabah ini segera berakhir dan kegiatan sehari-hari dapat berjalan seperti biasa. (AMA/HLL)