Pemberlakuan aturan WFH (Work From Home) atau pembelajaran daring bagi mahasiswa menyebabkan terjadinya hambatan pergerakan pada berbagai sektor. Salah satunya yaitu koperasi mahasiswa. Dalam menyikapi kondisi tersebut, Koperasi Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (KOPMA FBE UII) pada tanggal 3 Juli 2020 mengadakan diskusi online yang bertajuk “Bagaimana Koperasi Bergerak di Tengah Pandemi”. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota, pengurus, dan pengawas yang didampingi oleh Konsultan Sumber Daya Mahasiswa Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta (SDM PLUT KUMKM DIY), Wahyu Tri Atmojo.

Wahyu Tri Atmojo, pada sesi diskusi ini menyatakan bahwa pandemi bukanlah menjadi dampak buruk dan hambatan bagi koperasi. Namun, bisa menjadi lonjakan lebih baik lagi untuk ke depannya. Selain itu, Beliau juga yakin bahwa usaha dalam koperasi pada masa ini tidak akan memperburuk situasi. Tetapi, bisa menjadi batu loncatan dalam mencari berbagai potensi terbaik pada diri anggota untuk tetap berjalan dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar di masa yang sulit ini.

Potensi merupakan sebuah hal yang mampu diasah dari seseorang, pada hakikatnya perubahan ini dapat dijadikan wadah untuk menggali potensi di masa new normal dengan didukung oleh pengawas dan pengurus serta anggota dalam membangun penyesuaian strategi koperasi di masa kenormalan baru ini. Sebagai bagian dari koperasi, anggota dan pengurus maupun pengawas diharapkan mampu menghadapi situasi dan perubahaan yang tak terduga seperti saat ini.

“Pandemi bukan berarti tidak ada kegiatan, justru di masa inilah para pengurus koperasi dapat memberdayakan anggotanya dan membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dimulai dari membuat kegiatan yang bermanfaat seperti diskusi saat ini,” ujar Wahyu Tri Atmojo. Kegiatan seperti ini tentu dapat menimbulkan kesadaran dan minat anggota dalam mengembangkan Koperasi Mahasiswa (KOPMA).

Kualitas SDM pada masa pandemi tentu menjadi acuan, apakah koperasi dapat memasuki strategi baru dalam penyesuaiannya. Dua hal yang perlu diperhatikan dengan baik yaitu tujuan anggota bergabung dengan koperasi dan persepsi anggota terhadap koperasi. Tentunya, anggota merupakan sebuah sentral bagi koperasi yang dapat diilustrasikan pada orang yang melambai meminta bantuan dalam kontribusi. Peran anggota dalam koperasi sangatlah penting sebagai kader, segmen pasar, pendidikan keanggotaan, dan pembangunan koperasi di masa yang akan datang.

“Seseorang dididik untuk belajar dan pulang kembali ke tempatnya masing-masing. Pulang untuk membangun daerah dan koperasi unit desa di sekitar rumah, membantu pembangunan koperasi untuk lebih baik lagi,” tambah Konsultan SDM PLUT KUMKM DIY, Wahyu Tri Atmojo.(LZ/NNS)