Puasa Arafah adalah ibadah yang dilaksanakan oleh umat muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah Haji yaitu bertepatan pada sembilan Dzulhijjah. Seperti yang dijelaskan dalam Hadis riwayat Muslim tentang keutamaan Puasa Arafah yakni sebagai berikut. Rasulullah saw. bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, setiap muslim yang sedang tidak melaksanakan haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa arafah karena keutamaannya yang luar biasa. Oleh karena itu, Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII yang dibawahi oleh Wakil Dekan 2 bekerja sama dengan pengurus Masjid Al-Muqtashidin mengadakan FBE UII Peduli yang diselenggarakan di halaman Kampus FBE UII (30/07). FBE UII Peduli merupakan salah satu agenda rutin dalam menyambut Idul Adha. Walaupun tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi Covid-19, FBE UII tetap melaksanakan kegiatan sosial ini dengan sasaran bagi mahasiswa yang masih berada di tanah rantau.

Pembagian makanan yang dilaksanakan FBE UII bersama pengurus Masjid Al-Muqtashidin ini dikhususkan bagi mahasiswa yang berasal dari luar Jogja dan masih berada di sekitar FBE UII. Adanya kegiatan ini diharapkan para mahasiswa masih bisa merasakan suasana Idul Adha walaupun jauh dari kampung halaman mereka. Menu makanan yang dibagikan merupakan menu pilihan yang memilki bahan dasar daging kambing sehingga kerinduan mahasiswa rantau dapat terobati.

“…Selain itu kami Mendorong mahasiswa dan mahasiswi FBE UII distuasi pandemi ini juga agar tetap bisa melaksanakan ibadah dengan baik salah satunya yaitu ibadah sunnah yaitu puasa arafah pada tanggal 9 Zulhijjah,” ungkap Faaza Fakhrunnas dalam wawancaranya.

Total porsi yang dibagikan adalah 128 porsi termasuk untuk panitia yang menjadi perwakilan Masjid Al-Muqtashidin FBE UII. Panitia masjid yang turut andil dalam pembagian tersebut juga mayoritas terdiri dari mahasiswa. Angka 128 itu diperoleh dari banyaknya mahasiswa yang terdaftar masih berada di sekitar FBE UII dan telah mengisi formulir yang telah disediakan pihak FBE UII melalui laman media sosial.

Program ini berjalan dengan baik, tercermin pada banyaknya mahasiswa yang datang mengambil makanan. Walaupun begitu, beberapa orang dari mahasiswa yang telah mendaftar tidak hadir dalam pembagian makanan sehingga sejumlah makanan dialokasikan kepada masyarakat sekitar dan orang yang membutuhkan.

“Dalam pelaksanaan program ketika membagikan makanan juga menerapkan protokol Covid-19, dimana ketika di pintu masuk diukur dulu suhunya, kemudian saat pembagian dijaga jaraknya agar ketika pelaksanaan kita aman dan sesuai dengan ketentuan pandemi Covid-19,” jelas Faaza Fakhrunnas dalam menutup wawancaranya. (AWF/AFM)