Perlambatan ekonomi tampaknya menjadi isu hangat disaat pandemi ini. Banyak hal yang perlu dibenahi oleh negara untuk menyelamatkan sistem ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menggagas National Conference on Accounting and Finance (NCAF) yang ke-4 dengan tajuk “Strategi Adaptasi dan Resiliensi Organisasi Menghadapi Pandemi” pada Rabu, (26/8) secara virtual.

Dalam kegiatan atas kerjasama dengan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) ini, Rofikoh Rokhim menjelaskan, “Secara overall, kita masih bisa optimis karena di semester dua sudah mengalami perbaikan. Dilihat dari indikator perbankan, aset perbankan masih mengalami kenaikan karena masih ada kredit yang tumbuh hingga 4,2% dan deposito 12%,”. Angka-angka tersebut ditemui berdasarkan kebutuhan modal masyarakat yang relatif tinggi serta tumbuhnya kesadaran untuk menabung di masa ketidakpastian.

Namun, kondisi pandemi ini juga tidak bisa diremehkan karena sangat berpengaruh pada berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. “Tidak mungkin membicarakan pendidikan tanpa memikirkan dampak ekonomi yang menyertainya. Dengan adanya mahasiswa yang diibaratkan turis yang menetap selama empat tahun. Ya, selama itulah mereka turut menggerakkan ekonomi rakyat untuk kebutuhhan sehari-harinya,” kata Prof. Fathul Wahid selaku akademisi UII.

Terkait dengan kondisi ekonomi saat ini, Sandiaga Uno yang juga jadi pembicara menegaskan bahwa rasa optimis juga harus dibarengi dengan kewaspadaan. “Melihat kondisi saat ini, angka perlambatan ekonomi Indonesia diibaratkan sudah mencapai di dasar jurang,” ungkapnya. “Apa itu kekuatan utama ekonomi kita? Yaitu UMKM dan ekonomi rakyat,” lanjutnya.

“Permasalahan setingkat ini tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Karenanya, perlu ada kolaborasi berskala besar. Dengan demikian, pemerintah sangat mendukung penuh momentum kejayaan UMKM (Unit Mikro, Kecil, dan Menengah),” terang Dr. Sri Haryati, mewakili Gubernur DKI Jakarta. Dukungan pemerintah ini juga telah direalisasikan dengan adanya website jakpreneur.jakarta.co.id yang memungkinkan kolaborasi antar pelaku UMKM. Tidak hanya itu, UII juga sangat mendukung kebangkitan perekonomian, dibuktikan dengan direalisasikannya Warung Rakyat yang diyakini dapat mengintegrasikan antar UMKM. 

Selain itu, tindakan pemerintah yang tepat yaitu dengan memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat. “BLT diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia dengan cara membelanjakannya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sandiaga Uno, selaku mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Belanja kebutuhan sehari-hari ke tetangga, ke UMKM, ataupun ke grup arisan. Gunakan produk saudara kita untuk memperbaiki ekonomi,” tambahnya. Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Prof. Rofikoh Rokhim selaku Dosen FBE UII yang juga menjabat sabagai Komisaris Independen PT BRI (Persero) Tbk. “Dengan penggunaan produk lokal, maka middle income trap akan dapat dihindari,” tutupnya. (AMA)