Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah contoh betapa kencangnya laju perkembangan teknologi masa kini. Salah satunya yaitu penguasaan keterampilan dan kemampuan akademik tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Segala bentuk keterbatasan akibat adanya Covid-19, tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan internasionalisasi perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan oleh Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) dengan menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM), mengubah sistem program pertukaran pelajar yang sebelumnya dilakukan secara langsung, harus digantikan menjadi sebuah program Virtual Study Exchange.

Sekretaris Program Studi Akuntansi Program Internasional, Ayu Chairina Laksmi, S.E, M.App.Com., M.Res., Ak., CA., Ph.D. menyampaikan komitmen Program Studi Akuntansi dalam membantu meningkatkan kualitas mahasiswanya. “Kami selalu berusaha yang terbaik dalam membantu mahasiswa kami untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki kemampuan dirinya sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Zoom meeting pada Sabtu (5/9) ini merupakan sosialisasi mengenai program Virtual Study Exchange dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia (UiTM). Pelaksanaan program pertukaran pelajar yang berada di tengah pandemi, tentu perlu dilakukan berbagai inovasi dan perubahan strategi dengan melibatkan kemajuan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi dalam mendukung program ini. Sehingga mahasiswa tidak diwajibkan untuk datang langsung ke Universiti Teknologi MARA Malaysia (UiTM), namun pembelajaran akan dilakukan secara daring dengan pemanfaatan media digital, seperti melalui aplikasi Google Meet, Zoom Meeting, maupun aplikasi video conference lainnya.

Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc. Ph.D selaku Sekretaris Program Studi Akuntansi Program Sarjana, menjelaskan regulasi penerimaan calon peserta program Virtual Study Exchange dimulai dari pendaftaran, pengumpulan curriculum vitae (CV), seleksi administrasi, dan kemudian lanjutkan dengan seleksi wawancara. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2019, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh semester tiga. Program Virtual Study Exchange akan dilaksanakan dalam jangka waktu yang relatif singkat, yaitu selama satu semester pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Para mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini pun akan difasilitasi dengan beasiswa penuh oleh FBE UII. Selain itu, nilai mata kuliah yang mereka tempuh juga bisa dikonversi dengan mata kuliah yang ada di UII.

Terciptanya kerja sama internasional melalui Student Exchange ini diharapkan dapat membantu mahasiswa agar siap menghadapi setiap tantangan di era revolusi industri. Serta menjadikan mahasiswa sebagai global citizen yang memiliki pengalaman yang luas. “Kami juga berkomitmen untuk memproduksi lulusan yang memiliki global business inside, yaitu memiliki pandangan yang luas tentang dunia bisnis yang global serta pentingnya membangun network yang baru dan pengalaman internasional,” ujar Ayu Chairina Laksmi. (AAP/SAR)