Selasa (15/9), kegiatan orientasi dan pengenalan kampus Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia atau yang dikenal dengan Semangat Ta’aruf (Semata) harus mengadakan kegiatannya secara daring melalui platform Instagram bersama dosen Program Studi Manajemen, Bagus Panuntun, S.E.,M.B.A. yang diikuti lebih dari 400 peserta. Talkshow dengan tema “Melihat Potensi Bisnis Sebagai Mahasiswa/i” yang dilatarbelakangi dari tingginya angka pengangguran terdidik.

Sebagai intelektual, kemampuan berpikir seorang mahasiswa/i harus diimbangi dengan awareness yang tinggi terhadap lingkungan sosial tempat dimana ia berada. Hal ini terjadi karena mahasiswa diharapkan dapat menjadi mujtahid sehingga menghasilkan suatu pemikiran, gagasan-gagasan dalam proses pembelajaran, dan juga pengabdian kepada masyarakat. 

“Bisnis yang bisa dilakukan pada masa kuliah itu banyak karena waktu kita fleksibel untuk belajar secara mandiri (akademik dan non akademik), terlebih yang telah mempunyai pengalaman sebagai online shopper. Semua jenis bisnis bisa dilakukan karena sekarang telah dibantu oleh teknologi. Keberuntungan dari bonus demografi yang baik menjadi kesempatan terbaik pula untuk mahasiswa/i menciptakan industri kreatif,” ujar alumni sekaligus Dosen FBE UII.

Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa jangan jadikan berbisnis sebagai jalan terakhir karena tidak mendapatkan pekerjaan seperti karyawan. Padahal perlu diketahui, pebisnis itu create opportunity hingga problem solving-nya. Sedangkan karyawan hanya perlu problem solving. Sehingga beliau menyarankan agar mahasiswa/i memanfaatkan waktu kuliah 3,5 tahun untuk mulai merintis bisnis sejak semester satu. Dosen yang juga aktif di IBISMA UII (Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama UII) ini juga menerangkan bahwa berbisnis bukan perkara yang mudah, membutuhkan waktu untuk trial and error, sehingga masa kuliah adalah masa yang tepat untuk itu. “Bisnis itu yang penting founder-nya bukan modalnya,” tutur Dosen Prodi Manajemen tersebut.

Bagus Panuntun juga memberikan resep tentang logika berbisnis, “Pastikan jangan banyak bicara karena kita hanya memiliki satu mulut, cukup banyak memperhatikan karena kita memiliki dua mata, perbanyak mendengarkan karena kita memiliki dua telinga, dan banyak bekerja karena kita memiliki dua tangan. Melek teknologi dan mau beradaptasi adalah tips untuk membangun sebuah bisnis, karena bisnis harus di eksekusi bukan hanya sebuah ide”.

Tidak hanya itu, Dosen FBE UII ini juga tak lupa memberikan motivasi untuk para peserta, “All our dream can come true, if we have the courage to pursue them dan sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”. (NAP/FNL)