Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan yang tidak dapat dihindari. Namun, ternyata perubahan ini membawa banyak kebaikan untuk lebih preventif dan visioner dalam mempersiapkan masa depan. Organisasi memerlukan sosok pemimpin yang mampu mempertahankan perusahaan dengan keputusan terbaik.

Dengan adanya isu kepemimpinan masa depan ini, Selasa (17/09) Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia mengadakan webinar yang bertajuk “Implementasi Kepemimpinan Efektif pada Era Virtual: Strategi Mengelola Sumber Daya Manusia pada Masa Pandemi Covid-19 (Future Leadership Theory in Digital Era)”.

Rumusan dan bangunan konseptual mengenai future leadership theory telah dijelaskan secara lengkap oleh Dr. Dra. Trias Setiawati, M.Si. Menurutnya, sosok pemimpin masa depan harus bisa menguasai banyak bidang seperti bisnis, media, dan teknologi. Selain itu, dibutuhkan pula pengikut yang memiliki jiwa yang sama dengan sang pemimpin agar keduanya dapat bekerja sama dengan baik. “Perlu dilakukan penelitian empiris dengan berbagai metode dan berbagai area agar dapat menemukan model kepemimpinan masa depan future leadership theory,” ujarnya. 

Shina Setia, S.Psi., M. Com. selaku narasumber mengatakan, “Yang kita butuhkan pada saat ini adalah Technology Leadership. Penguasaan teknologi merupakan kecakapan hidup (life skills) yang penting. Penguasaan teknologi merupakan peluang untuk pembangunan ekonomi dan persyaratan untuk dipekerjakan (employability)”.

Ia memaparkan empat permasalahan online learning di Indonesia, yaitu jaringan infrastruktur belum memadai, sinyal internet tidak stabil, dan tidak semua siswa memiliki digital tools pendukung untuk online learning. Kemudian, tidak semua guru dan siswa memahami teknologi, serta orang tua siswa juga menanggung beban ekonomi yang cukup berat, seperti pulsa internet, membeli perangkat untuk sekolah daring. Sehingga, menurutnya technology leadership ini adalah jawaban dari permasalahan-permasalahan tersebut. 

Herry Zudianto, S.E., Akt., M.M menjelaskan konsep kepemimpinan bahwa seorang pemimpin adalah orang yang bisa mempengaruhi dan memberikan inspirasi kepada lingkungan kita atau orang lain. Tugas pemimpin adalah seseorang yang dapat menggerakkan. “Seorang pemimpin harus mempunyai visi agar organisasinya dapat berjalan, mampu mendahului, dan meramal arti ilmiah, karena di dunia ini tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Beliau mengatakan, “Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mendengar yang baik dan dapat membaca lingkungan dari aspek sosial hingga ekonomi. Sampai nantinya kita bisa mendengar pemikiran dari orang-orang sekitar kita karena adanya komunikasi yang baik antara pemimpin dan masyarakat. Pemimpin harus peka terhadap perubahan dan aspirasi yang nantinya berdampak pada keberanian dalam mengambil keputusan terbaik. Dan yang terakhir, seorang pemimpin harus memiliki konsistensi, karena konsistensi berjalan beriringan dengan keteladanan”. (LIN/ARS)