Revolusi industri 4.0 saat ini memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor kehidupan terlebih disaat pandemi. Saat ini, perilaku konsumen mengalami perubahan yang sangat drastis, dimana mayoritas akhirnya terbiasa melakukan berbagai aktivitas digital. Kondisi ini seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya bagi mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi, terutama koperasi maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Anis Saadah selaku Co-founder & CEO of Innocircle Board of ICCI dalam webinar bertajuk “Strategi menumbuhkan semangat dan kreativitas berwirausaha dengan digital marketing dalam perkoperasian” sebagai salah satu rangkaian acara Methamorfosa XXVI pada Sabtu (3/4).

Untuk bertahan di era digital ini, koperasi sejak tahun 2018 melakukan transformasi dengan menginisiasikan penggabungan start-up dan koperasi yang disebut dengan start-up coop. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mengubah koperasi yang dijalankan secara digital, namun juga bertujuan untuk melakukan efisiensi struktur biaya. Anis menilai, dengan kondisi saat ini, dimana orang-orang sudah sangat familiar dengan teknologi, start-up coop maupun start-up adalah hal yang paling rasional yang dapat dikembangkan.

Ketika membangun sebuah brand, marketing menjadi ujung tombak untuk menyampaikan value yang ditawarkan perusahaan kepada masyarakat. Marketing sendiri telah mengalami perubahan dengan mengikuti perubahan perilaku konsumen atas tren yang terjadi. 

Jeffry Jouw selaku Founder & CMO dari USS Feeds , Urban Sneaker Society dan Kick Avenue turut memaparkan bahwa pengguna sosial media akan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga strategi marketing pun terus mengalami transformasi dan adaptasi. Digital marketing bukan suatu hal yang baru di era digital saat ini. Pemasaran secara digital merupakan angin segar bagi perusahaan untuk menggali dan menciptakan ide-ide kreatif. Saat ini, digital marketing dinilai sangat efektif dan lebih hemat dibandingkan dengan strategi pemasaran yang lalu. Salah satu keuntungan melakukan pemasaran secara digital adalah terciptanya lower cost bagi perusahaan.

Digital marketing pun tidak hanya digunakan untuk sekedar menjual produk, tetapi juga diiringi dengan konten yang memiliki story dan value atas produk tersebut, yang nantinya akan meningkatkan awareness dari masyarakat. Awareness inilah yang mampu menentukan tertarik atau tidaknya konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Pada akhir kesempatan, Jeffry membuat kesimpulan bahwa sosial media akan terus berubah setiap harinya, sehingga belajar terkait perkembangan sosial media perlu terus dilakukan agar digital marketing di dalam diri tetap melekat dan tidak tertinggal oleh tren yang ada. (ATE/SAR)