Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh semua umat beragama Islam. Pasalnya, pada bulan ini segala amal kebaikan yang kita kerjakan akan dilipatgandakan. Namun, sayangnya di bulan yang mulia ini kita masih terjebak dalam wabah yang tak kunjung berakhir.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah demi memerangi Covid-19, tetapi angka kasus terjangkit masih tinggi. Terkait dengan fakta yang ada, pemerintah mengambil langkah serius untuk mengurangi kasus yang terjadi, salah satunya dengan pembatasan sosial melalui kampanye di rumah saja. Adanya imbauan tersebut justru tidak menghalangi niat untuk tetap produktif selama Ramadan. Di bulan mulia ini, kita dianjurkan untuk melakukan banyak amalan kebaikan agar memperoleh keutamaan. Seperti halnya kegiatan amal yang dilakukan oleh Masjid Al Muqtashidin Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII).

Bermula dari keresahan seorang kakak tingkat akan kurangnya penjagaan protokol Covid-19 ketika melihat program pembagian takjil di banyak masjid yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga dianggap kurang efektif. Saat itu juga, beliau terinspirasi untuk menerapkan metode baru pembagian takjil demi meminimalisir terjadinya kerumunan. Lalu, ditemukannya konsep yang memberi solusi atas permasalahan tersebut, yaitu konsep pembagian takjil secara drive thru. Konsep ini juga telah diterapkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, porsi takjil yang dibagikan panitia jauh lebih rendah dibandingkan porsi yang disediakan untuk tahun ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya mahasiswa yang memutuskan untuk pulang akibat pandemi yang tidak kunjung membaik.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak internal maupun eksternal. Meskipun demikian, bukan berarti kegiatan ini berjalan tanpa kendala. “Kesulitan yang kita alami terletak pada pelaksanaan teknis di lapangan karena kita tidak bisa mengontrol kuota kendaraan yang masuk setiap harinya. Ketika kita memperkirakan hari ini akan ramai, eh rupanya justru menurun. Namun, Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan dengan kondusif,” jelas Aldy Maulana Ibrahim, Koordinator Lapangan, Senin (19/4). Dalam kegiatan ini disediakan takjil dengan kuota sebesar 250 untuk masyarakat umum dan 75 untuk mahasiswa dengan bermodalkan dana dari donasi umum serta bantuan dari dosen-dosen setempat. Untuk perolehan SDM, Takmir Masjid Al Muqtashidin bekerja sama dengan LDF-JAM (Lembaga Dakwah Fakultas Jamaah Al Muqtashidin). Selain itu, mereka juga membuka open volunteer bagi mahasiswa FBE UII yang berdomisili Jogja untuk berpartisipasi dalam event Ramadan di setiap tahunnya.

Kegiatan pembagian takjil dengan konsep drive thru yang dilakukan oleh Masjid Al Muqtashidin FBE UII merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama selama masa pandemi di bulan Ramadan. Penerapan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung menjadi wujud komitmen Masjid Al Muqtashidin FBE UII agar pandemi segera berakhir dan keadaan kembali pulih. (YNZ/MID)