Situasi pandemi seperti sekarang, pembelajaran secara internasional dianggap sangat diperlukan untuk mahasiswa. Oleh karena itu, International Program Forum (IPF) Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menyelenggarakan International Student Mobility dengan tema International Business Sustainability Initiative (IBSI) yang berlangsung pada tanggal 6-8 Juli 2021. Acara ini dihadiri oleh Marites De Guzman Feliciano sebagai perwakilan Universitas Mapua Filipina dan Kepala Prodi Ilmu Ekonomi, Agus Widarjono, M.A., Ph.D. sebagai perwakilan Universitas Islam Indonesia. 

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FBE UII, Arief Rahman, S.E., M.Com., Ph.D. dalam sambutannya menjelaskan tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai wadah untuk mahasiswa agar dapat berinteraksi secara internasional, khususnya di situasi pandemi ini. Beliau juga berpendapat tentang bisnis di era sekarang, “Bisnis di jaman sekarang tidak hanya mementingkan perkara keuntungan tetapi juga tentang bagaimana bisnis tersebut dapat berkontribusi sosial kepada lingkungan sekitarnya,”.

Marites De Guzman Feliciano sebagai Licensed Chemical Engineer Mapua University, menceritakan kisahnya yang terjun ke dunia bisnis tanpa modal yang kuat dan latar belakang bisnis. “Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu,” imbuh Marites.

Dalam perjalanan bisnisnya terdapat tiga tantangan dan peluang yaitu at the start – from scratch, in the middle, and pandemic.  Berawal dari tidak adanya sumber daya untuk membangun bisnis hingga beliau menemukan peluang dan tantangan saat pandemi. Pandemi ini adalah cara alam memberitahu untuk berhenti sejenak dan mengubah gerakan seperti menggunakan metode baru dan platform elektronik untuk tetap bisa menjalankan pemasaran bisnis. Sehingga, beliau mengatakan, “Setiap pengalaman maupun setiap situasi yang kita hadapi adalah potongan teka-teki dan fondasi dasar bahwa siapa kita suatu hari nanti,”.

Agus Widarjono, menjelaskan bahwa Environmental, Social and Corporate Governance (ESG) merupakan bagian dari keputusan investasi terkait lingkungan, sosial dan tata kelola untuk menghasilkan manfaat dan keberlanjutan baik perusahaan maupun masyarakat secara bersamaan dan secara keseluruhan. Mengapa mesti ESG? karena ESG bisa menarik investor untuk berinvestasi dalam jangka panjang serta dapat memberikan wawasan yang tidak berwujud aktiva dan mengungguli kinerja yang lebih baik dari bisnis tradisional. ESG juga telah dilaksanakan di beberapa negara ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Terdapat tiga aspek tantangan dalam melakukan ESG di Indonesia yaitu aspek lingkungan, sosial dan pemerintah. Dalam bisnis, pilar lingkungan sering mendapat perhatian paling besar. Perusahaan fokus pada pengurangan jejak karbon, limbah kemasan, pengguna air dan efek keseluruhannya terhadap lingkungan. (DIN/PIKA)