2015.03.28.akuntanSemakin kompleksnya perkembangan kehidupan ekonomi memberikan peluang munculnya diversifikasi profesi untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada. Jika dulu profesi akuntan cenderung dipahami hanya memiliki peran terbatas dalam keuangan perusahaan, kini profesi tersebut memiliki cakupan peran yang lebih luas. Salah satunya adalah pengenalan profesi appraisal bagi para akuntan.

Profesi ini dinilai belum banyak dilirik oleh para akuntan Indonesia. Padahal dalam sistem ekonomi global khususnya di Amerika atau Eropa, profesi appraisal bagi akuntan termasuk dalam jajaran posisi penting yang banyak diminati. Hal ini dikarenakan profesi tersebut juga memiliki peran yang tak kalah penting dibanding akuntan untuk menilai aset atau keuangan perusahaan.

Demikian gambaran yang muncul dalam penyelenggaraan seminar bertajuk “Peluang dan Eksistensi Profesi Akuntan sebagai Appraisal dalam Implementasi Konvergensi IFRS 2015”. Seminar nasional yang digelar oleh mahasiswa Prodi Akuntansi UII ini menghadirkan pembicara level nasional yang relevan dengan isu tersebut. Bertempat di Ballroom Amarta, Hotel Melia Purosani pada Sabtu (28/3), para peserta diajak memahami tema yang diusung lewat paparan mendalam para pembicara.

Seminar dibuka dengan penyampaian materi oleh pembicara pertama, Rosita Uli Sinaga, SE, Ak, MM, CPA, CA yang mengangkat tema perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia. Disampaikan Rosita Uli yang juga sebagai Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan penyesuaian standar akuntansi keuangan dengan standar yang berlaku secara global. “Standar yang dikenal dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) semakin mendesak untuk diadopsi karena tuntutan perekonomian nasional yang semakin banyak bersinggungan dengan perekonomian global”, ujarnya.

Ditambahkan oleh bahwa implikasi adanya konvergensi IFRS tersebut juga berpengaruh pada penentuan konsep nilai wajar yang selama ini berlaku dalam PSAK. “Tantangan penggunaan nilai wajar yang sering kita hadapi, seperti kondisi pasar Indonesia yang relatif tidak liquid dan pemahaman konsep nilai wajar, serta kesiapan akuntan publik itu sendiri”, jelas wanita yang telah lama berkarir sebagai akuntan tersebut.

Diharapkan melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, para mahasiswa akuntansi UII dapat lebih adaptif dan responsif dalam melihat tren perkembangan profesi akuntansi yang sangat beragam. Dengan demikian mereka dapat segera memanfaatkan peluang perubahan tersebut sehingga berhasil memenangkan kompetisi dan eksis dalam dunia lapangan kerja.

2015.3.22.pbt UIIJumlah pendaftar seleksi penerimaan mahasiswa baru UII, pada jalur seleksi Paper Based Test (PBT) Reguler III TA 2015/2016 menunjukkan peningkatan signifikan dari pelaksanaan gelombang yang sama di tahun akademik sebelumnya. Tercatat kenaikan jumlah pendaftar mencapai 29,84 %. Seperti disampaikan Direktur Direktorat Akademik UII Arief Rahman, SE, M.Com, Ph.D. saat pelaksanaan Seleksi Mahasiswa Baru jalur Paper Based Test (PBT) Reguler III TA 2015/2016 di Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Minggu (22/3).

Arief Rahman melanjutkan, pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler III TA 2015/2016 masih didominasi oleh pendaftar Program Studi Pendidikan Dokter. Seperti diketahui, selain melalui  jalur seleksi Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB), pendaftar pada Program Studi Pendidikan Dokter UII hanya dapat ditempuh melalui jalur seleksi PBT. Berbeda dengan program studi lain yang ditawarkan oleh UII, dimana proses seleksi bisa melalui jalur seleksi Computer-Based Test (CBT) yang pelaksanaannya dilakukan 6 hari dalam satu minggunya. Terlebih model jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru UII jalur CBT juga bisa diikuti di lebih dari 20 titik di berbagai provinsi di Indonesia.

Kenaikan pendaftar mahasiswa baru UII juga terlihat pada jumlah pendaftar jalur seleksi lainnya. Dilaporkan, total pendaftar dari seluruh jalur seleksi mahasiswa baru TA 2015/2016 hingga gelombang ke III adalah mencapai 7.815, jumlah tersebut meningkat sebanyak 21,77% dari gelombang yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pendaftar jalur PBT pada gelombang ke III sendiri diluar dugaan karena pada bulan Maret dan April adalah saat di mana para siswa SMA sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional. Namun demikian, pada pelaksanaan seleksi gelombang ke III ini berjalan lancar tanpa adanya masalah yang menghambat bahkan jumlah pendaftar meningkan secara signifikan. “Di luar dugaan kami, kami mengantisipasi bahwa di Periode III akan menurun biasanya, tapi ternyata meningkat”. Ujar Arief Rahman.

Arief Rahman menambahkan, saat ini adalah masa-masa verifikasi dokumen, para pendaftar periode sebelumnya yang berjumlah sekitar 900 calon mahasiswa yang telah melakukan registrasi diharapkan dapat datang langsung ke Kampus UII untuk melakukan verifikasi dokumen sampai batas waktu yang ditentukan yaitu minggu depan dengan menyerahkan fotocopy dokumen lengkap, foto serta melakukan sidik jari. “Ketika verifikasi dokumen,  seluruh mahasiswa baru juga akan sekaligus memperolah Jas Almamater, Al-Qur’an, dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).” Papar Arief Rahman.

Pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler III ini, Wakil Rektor III UII Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul Jamil, S.H.,M.H., berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan ujian. Dr. Jamil menyampaikan apresiasinya kepada Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) terutama Tim Promosi yang telah melakukan berbagai kegiatan dan juga promosi yang gencar sehingga walaupun saat ini para siswa SMA sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional (UN) namun pendaftar UII dapat terus meningkat.

“Ini bisa jadi adalah pertanda kebaikan bagi UII. Biasanya di gelombang 3 menurun tapi untuk kali ini justru naik. Alhamdulillah untuk PBT pada gelombang ini ada kenaikan. Terima kasih karena telah melakukan promo dengan gencar, dan kegiatan-kegiatan civitas akdemika UII lainnya, sehingga ada kenaikan yang signifikan.” Jelas Dr. Jamil.

PPE FE UIISatu visi, satu identitas, dan satu komunitas. Demikian tagline yang sering digunakan untuk menyambut pelaksanaan proses integrasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Satu visi berarti semua negara yang tergabung di ASEAN mempunyai tujuan dan capaian yang sama, satu identitas mempunyai makna tidak ada pembedaan antara negara-negara tersebut, satu komunitas berarti masing-masing negara didalamnya bisa berintegrasi dengan baik sebagai sebuah kesatuan komunitas.

Selain tagline diatas, AEC 2015 juga akan melakukan proses implementasi beberapa poin terkait dengan perdagangan bebas untuk barang dan jasa, aliran tenaga kerja antar negara, aliran investasi antar negara, dan aliran modal antar negara ASEAN.

Demikian itu kiranya materi yang disampaikan oleh Dr. Bagian Aleyssa A. Abdulkarim, RSW ketika  memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) siang ini (18/3). Kuliah umum yang diisi oleh Dekan dari Collage of Social Work amd Community Development Western Mindanao State University, Zamboanga City, Filipina ini bertempat di Aula Utara Lantai 3 Gedung Prof. Ace Partadiredja Fakultas Ekonomi UII.

Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Ekonomi (PPE) FE UII juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Akhsyim Afandi MA, Ph.D., Kepala PPE UII Awan Setiawan Dewanta, dan beberapa dosen Ilmu Ekonomi serta mahasiswa yang tampak antusias mengikuti acara tersebut.

Disampaikan oleh Akhsyim Afandi bahwa kuliah ini sangat bermanfaat terutama untuk menyiapkan mahasiswa dalam rangka menghadapi AEC 2015, karena siap ataupun tidak kesepakatan integrasi negara-negara ASEAN tetap harus dilakukan.

Selanjutnya, Dr. Bagiann Aleyysa menyampaikan beberapa materi terkait dengan kesiapan negara ASEAN dalam menghadapi imlementasi AEC 2015, khususnya Filipina dan Indonesia, serta apa saja yang harus disiapkan oleh masing-masing negara tersebut untuk bisa bertahan dalam persaingan yang harus dihadapi.

2015.03.10. rangsit universityPendidikan tinggi berperan strategis dalam mengakselerasi peluang negara-negara Asia Tenggara meningkatkan daya saing kawasan menjelang implementasi Komunitas ASEAN. Agar dapat bersaing, lulusan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara saat ini dituntut untuk mampu mandiri dan siap menghadapi kompetisi global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan secara kolektif guna menghasilkan lulusan berkualitas tersebut adalah melalui peningkatan kualitas kerjasama perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Presiden Universitas Rangsit, Dr. Arthit Ourairat, dalam seremoni penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Universitas Rangsit, Thailand di Gedung Administrasi Universitas Rangsit, Selasa (10/3). Hadir dalam seremoni tersebut, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Dr. Arthit yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand tersebut menegaskan pentingnya kerjasama antarlembaga perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara sebagai media dalam membangun kesadaran akan pentingnya pemahaman lintas budaya. “Dalam dunia yang semakin global dan tidak berbatas, saya berharap kerjasama UII-Rangsit mampu menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar secara akademik, namun juga saling memahami keragaman budaya satu sama lain,” tegasnya.

Pemahaman lintas budaya menjadi salah satu penekanan misi Universitas Rangsit. Saat ini Universitas Rangsit memiliki lebih dari 35.000 mahasiswa dengan profil 1.000 mahasiswa di antaranya adalah mahasiswa internasional. Universitas ini juga berperan sebagai penggagas Passage to ASEAN (P2A), dimana UII turut berkontribusi aktif hingga saat ini.

Senada dengan Dr. Arthit, Rektor UII dalam sambutan balasan mengungkapkan pentingnya kerjasama UII-Rangsit sebagai penguat internasionalisasi kedua universitas. “Kerjasama komprehensif yang mencakup pengembangan program akademik, pertukaran staf & mahasiswa, hingga penelitian bersama ini perlu dipahami sebagai upaya perguruan tinggi untuk turut berperan meningkatkan daya saing Asia Tenggara,” ungkap Dr. Harsoyo.

Ditambahkan, potensi kerjasama UII-Rangsit saat ini telah direspon positif oleh sejumlah program studi dari kedua universitas. Beberapa di antaranya adalah program studi Hubungan Internasional dan Farmasi yang juga dikenal sebagai kajian unggulan di Universitas Rangsit.

 

2015.03.08. pelantikan dpp ika uii (1)Sebagai tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) yang digelar di Bandar Lampung pada akhir 2014 yang lalu, segenap jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKA UII Periode 2014-2019 mengikuti acara pelantikan di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Ahad (8/3). Naskah pelantikan dibacakan langsung oleh Ketua IKA UII terpilih Periode 2014-2019, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH., SU.

Acara pelantikan dihadiri oleh perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) UII dari berbagai kota di Indonesia, segenap jajaran pimpinan di lingkungan UII serta para alumni UII. Tampak hadir diantaranya Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, M.Si., Wakil Bupati Gunung Kidul, Drs. Immawan Wahyudi, MH., Hakim Agung RI, Dr. Salman Luthan, SH., MH., Ketua Dewan Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Syafaruddin Alwi, MS., Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Lutfi Hasan, MS. dan Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Dalam sambutannya, Prof. Mahfud MD mengajak para alumni UII untuk ikut memberikan pelayanan dan penguatan dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara Indonesia dengan memberikan nafas Islam sebagai rahmat bagai semesta alam. “IKA UII bertugas meng-IndonesIakan Islam, bukan meng-Islamkan Indonesia sebagai pengemban rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.

Dikatakan Prof. Mahfud MD, terdapat minimal dua prinsip dalam pengembangan dari rahmatan lil ‘alamin, pertama dengan menjaga kesatuan dan keutuhan negara Republik Indonesia sebagai pijakan utama dalam menjalankan perjuangan. “Kita boleh melakukan kritik terhadap pemerintah yang sah tetapi tidak boleh sampai merusak negara. Boleh saja mengkritik polisi sampai presiden tetapi jangan sampai merusak,” paparnya.

Selain itu, prinsip yang kedua menurut Prof. Mahfud MD yakni alumni UII dapat dimana saja dalam upaya mencapai tujuan rahmatan lil ‘alamin. Alumni UII menurutnya dapat aktif dimana saja, baik di Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun diberbagai bidang profesi yang lain. Namun demikian, para alumni UII hendaknya tetap mempunyai tujuan yang sama.

Lebih lanjut Prof. Mahfud MD mengajak IKA UII untuk dapat lebih keras lagi dalam berjuang membawa nama UII. Menurutnya tantatangan kedepan akan berbeda bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana akan semakin ketat.

Salah satu alumni UII yang juga Bupati Kabupaten Sleman, Drs. Sripurnomo, MSi. beharap kerjasama antara UII dan Kabupaten Sleman dapat terus terjalin. “Kami berharap kerjasama antara UII dan Kabupaten Sleman dalam rangka memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan, dunia kesehatan sekaligus juga pemberdayaan masyarakat dapat senantiasa terjalin,” ungkapnya.

Rasa trimkasih juga disampaikan Sri Purnomo kepada para alumni UII yang selama ini dinilainya telah ikut berperan membangun Kabupaten Sleman. Dicontohkan seperti dalam pembangunan sejumlah masjid di lingkungan Kabupaten Sleman yang sering memperoleh pendampingan dari para teknisi dari UII.

2015.03.08. pelantikan dpp ika uiiSementara, Dr. Harsoyo dalam sambutannya menyinggung kiprah yang telah ditunjukkan para alumni UII, baik di kancah nasional, maupun lokal. Keberadaan alumni UII secara langsung memberi dampak sangat positif bagi perkembangan UII. Diungkapkan Dr. Harsoyo, sampai dengan Februari 2015 UII telah meluluskan sejumlah 76.029 orang alumni.

“Para alumni ini tentunya membutuhkan banyak bekal non akademik yang kami berharap para alumni yang telah berhasil dapat membantu mereka dengan memberikan dan membagikan pengalaman sehingga nantinya juga mampu berprestasi dan berk


Acara pelantikan DPP IKA UII Periode 2014-2019 ditutup dengan launching Buku Jejak Aktivis yang ditulis oleh sejumlah alumni UII, diantaranya Zaenal Wafa dan Sholeh UG. Buku ini menyoroti betapa berpengaruhnya pendidikan, tauladan dan ketokohan yang diberikan para pendidik hingga mempengaruhi sikap dan perilaku mahasiswa hingga mereka meniti karir baik sebagai professional, akademisi, politisi, wirausahawan maupun sebgai tokoh masyarakat.
ontribusi di masyarakat,” ungkapnya.

 

Wisuda PPakProfesi akuntansi merupakan profesi yang banyak dibutuhkan oleh hampir semua lini pekerjaan, sehingga permintaan tenaga kerjanya juga terus meningkat. Ditambah lagi dengan adanya Asean Economic Community (AEC) 2015, dimana perusahaan-perusahaan yang ada di ASEAN bisa dengan mudah mencari tenaga akuntan yang kredibel dari berbagai negara, tidak terbatas hanya dari negaranya sendiri. Demikian disampaikan Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., saat mewisuda 21 mahasiswa lulusan Program Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomi (PPAk FE) UII di Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja FE UII, Sabtu (28/2).

Dijelaskan Dr. Harsoyo bahwa hal tersebut bisa terjadi karena salah satu profesi yang akan dibuka bebas pasarnya pertama kali adalah profesi akuntan, maka akuntan di Indonesia harus mampu bersaing dengan akuntan dari negara lain. “Jadikan kesempatan ini bukan sebagai tantangan yang akan menghambat kita, namun lebih baik kesempatan ini bisa kita manfaatkan sebagai peluang yang terbuka lebih lebar.” Papar Dr. Harsoyo.

Menyambut hal itu, UII sebagai salah satu universitas yang memperoleh ijin untuk menyelenggarakan pendidikan profesi akuntansi telah merancang kurikulum dan sistem pembelajaran yang berbeda dengan universitas lain. “Lulusan PPAk FE UII telah dibekali keahlian spesifik yaitu akuntansi keuangan syariah. Sehingga selain menjadi akuntan profesional, diharapkan lulusannya juga mampu menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang keuangan syariah, baik di Indonesia maupun di negara lain.” Lanjut Dr. Harsoyo.

Walaupun program ini relatif  baru, namun minat untuk masuk PPAk UII yang berasal dari alumni Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UII dan alumni Sarjana  Akuntansi dari berbagai universitas lain relatif tinggi. Hingga saat ini, PPAk FE UII telah meluluskan 136 Akuntan yang kini tersebar di berbagai lembaga mulai dari pusat sampai ke daerah. Pada wisuda kali ini, predikat lulusan terbaik diraih oleh Wisudawati bernama Selfira Salsabila dengan Indeks Prestasi Komulatif 3,81 disusul oleh wisudawati atas nama Dian Okviana dengan Indeks Prestasi komulatif 3,78.

editSehubungan dengan maraknya penipuan menggunakan media short message service (SMS) mengatasnamakan pimpinan UII, dengan sasaran para mahasiswa dan dosen UII, dengan modus;

Memberitahukan bahwa penerima SMS ditunjuk mengikuti seminar nasional dan diminta untuk melunasi biaya persyaratan akomodasi ke nomer rekening tertentu.

Maka dengan ini dihimbau agar lebih berhati-hati dalam menyikapi dengan mengklarifikasi terlebih dahulu tentang kebenaran informasi yang didapat kepada pemegang otoritas baik universitas maupun fakultas.

IKA IE FE UIIPeran alumni bagi sebuah perguruan tinggi memang sangat penting, dari alumni lah nama baik perguruan tinggi dipertaruhkan, apabila alumninya baik maka nama baik perguruan tinggi juga bisa terangkat, begitu pula sebaliknya. Bagi alumni Universitas Islam Indonesia (UII), selain menjaga nama baik almamater, juga diharapkan bisa memperkuat peran perguruan tinggi yang bermartabat demi kemajuan umat, bangsa dan negara.

Peran ini tentu bisa dilakukan oleh alumni-alumni yang sudah berkiprah di dunia politik pemerintahan, ekonomi bisnis, industri manufaktur maupun sosial kemasyarakatan. Karena sampai dengan saat ini, UII sudah berhasil mencetak kurang lebih sekitar 76.000 alumni yag tersebar diseluruh Indonesia.

Dari sekian banyak alumni yang ada, menjaga komunikasi dengan sesama alumni merupakan suatu hal yang sangat penting, salah satu cara untuk tetap menjaga tali silaturrahmi tersebut adalah dengan membentuk suatu wadah ikatan bagi para alumni. Demikian pula kiranya tujuan Kongres Ikatan Alumni Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi (IKA IE FE) UII yang diadakan selama tiga hari ini (20-22/2) bertempat di Wismo Joyo Kaliurang Yogyakarta, sesuai dengan temanya yaitu “Mempererat Tali Silaturrahmi Antar Generasi”

Tampak hadir pada saat acara pelantikan pengurus berlangsung, Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Wakil Rektor II Dr. Drs. Nur Feriyanto, M.Si., Dekan FE UII Dr. Drs. Agus Hardjito, M.Si., Ketua Program Studi IE FE UII Akhsyim Afandi, M.Si., Ph.D., dan beberapa Dosen serta alumni IE FE UII.

Dalam sambutannya, Harsoyo menyampaikan harapannya terkait dengan alumni IE khususnya dan alumni UII pada umumnya, agar bisa turut berperan aktif dalam upaya pengembangan UII yang lebih baik. Peran itu tentu bisa dilakukan dalam berbagai cara, minimal dengan menjaga nama baik almamater, termasuk juga bisa memberikan masukan bagi UII terkait dengan kurikulum yang ada saat ini agar sesuai dengan permintaan pasar di dunia kerja.

Agus Hardjito menambahkan semoga dengan terbentuknya Ikatan Alumni IE UII ini bisa semakin mempererat tali silaturahmi antar alumni yang selama ini sudah terjalin dengan baik. “Bisa nanti masing-masing prodi membentuk Ikatan Alumni sehingga koordinasi dengan IKA UII menjadi lebih mudah”, ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Akhsyim Afandi menjelaskan bahwa ketika masih kuliah, mahasiswa IE ini ikatan kekeluargaannya sangat kuat, sehingga tidak mengherankan ketika sudah menjadi alumni mereka juga masih menjalin silatrahmi dengan baik, dan akhirnya bisa terbentuk IKA IE FE UII.

Dalam pelaksanaan kongres ini, Jefri Endika (IE 1990) terpilih sebagai Ketua IKA IE FE UII 2015 sampai dengan periode 2018 mendatang.

UII-USIMDalam rangka menuju pencapaian World Class University, Universitas Islam Indonesia selalu berikhtiar untuk mewujudkan internasionalisasi dalam bidang pendidikan, salah satunya melalui kerjasama dengan perguruan tinggi atau institusi lainnya di luar negeri. Kerjasama dengan perguruan tinggi lain dirasa sangat relevan dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yang menuntut adanya peningkatan kualifikasi Sumber Daya Manusia yang merupakan tugas utama Perguruan Tinggi, sehingga lulusannya kelak mempunyai daya saing yang kuat, setidaknya di negeri sendiri.

Salah satu kerjasama yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas mahasiswa adalah program pertukaran pelajar dengan Perguruan Tinggi di luar negeri. Hal inilah yang menjadi bahasan dalam pertemuan antara perwakilan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dengan beberapa pimpinan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia di gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja (16/2). Pertemuan antara USIM dan UII ini bukanlah yang pertama kalinya karena sebelumnya pada akhir 2014, kedua belah pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada pertemuan kali ini perwakilan USIM yang dipimpin oleh Dr. Siti Nurazira Mohd Daud selaku Deputy Dean (Academic and Research) dan didampingi oleh Dr. Syadiyah Abdul Shukor, Mrs. Norhaziah Nawai dan serta Mrs Nuraina Hanipah bermaksud untuk mendiskusikan penyetaraan kualifikasi beberapa mata kuliah yang dapat dimasukkan dalam program pertukaran pelajar antara USIM dan UII yang nantinya akan dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA).

Dekan FE UII, Dr. D. Agus Harjito, M.Si. dalam sambutannya  menyampaikan harapannya agar program pertukaran pelajar ini bisa berjalan mulai tahun ajaran baru 2015/2016. Menanggapi hal tersebut, Dr. Siti Nurazira juga sepakat untuk merealisasikan program pertukaran pelajar pada tahun ajaran mendatang untuk segera merealisasikan nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Tampak pula hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Dekan FE UII, Suharto, S.E., M.Si dan para Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FE UII termasuk pimpinan Program Internasional.

Hasil pada pertemuan ini adalah tercapainya kesesuaian pada 8 mata kuliah yang ada di USIM dan di FE UII untuk digunakan dalam implementasi program pertukaran pelajar. Semua mata kuliah yang akan digunakan dalam program pertukaran pelajar minimal memiliki 80% kesesuaian agar memudahkan kedua belah pihak untuk memasukkannya ke dalam kurikulum. Nurazira menjelaskan bahwa program pertukaran pelajar ini rencananya akan diikuti oleh mahasiswa yang menempuh semester ke 3 dan ke 5. “Program Kerjasama yang dijalin dengan UII tidak hanya untuk pertukaran pelajar, tetapi juga akan ditindaklanjuti untuk program kerjasama lainnya, seperti pertukaran dosen selama 1 semester dan kolaborasi penelitian”, terang Nurazira. Program pertukaran pelajar ini rencananya akan diumumkan kepada mahasiswa awal semester genap 2014/2015 mendatang. Di akhir pertemuan, Dekan FE UII berharap agar kerjasama antara UII dan USIM dapat berjalan dengan lancar.

2015.02.17.usimDalam rangka proses internasionalisasi pendidikan, Universitas Islam Indonesia (UII) terus berupaya untuk mewujudkan berbagai macam program kerjasama yang melibatkan universitas atau instansi pendidikan di luar negeri. Terlebih menjelang pelaksanaan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sudah di depan mata, maka tentunya kerjasama tersebut perlu semakin digalakkan. Seperti salah satunya dalam sektor peningkatan kualifikasi lulusan dan peningkatan mutu pendidikan agar lulusan UII mempunyai daya saing yang kuat dan sejajar dengan lulusan PT dari negara ASEAN lainnya.

Guna mendukung proses realisasi internasionalisasi pendidikan tersebut maka dilaksanakan pembahasan kelanjutan kerjasama yang lebih riil antara UII dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Pembahasan kerjasama yang difokuskan pada aspek pertukaran pelajar ini berlangsung pada Senin (16/2) di Gedung Ace Partadiredja, FE UII.

Delegasi USIM direpresentasikan oleh Deputy Dean (Academic and Research) Dr. Siti Nurazira Mohd Daud, Head of Program Bachelor of Marketing Financial Services Dr. Syadiyah Abdul Shukor, Vice Head of Program Bachelor of Marketing Financial Services Mrs. Norhaziah Nawai, serta Assistant Registrar Mrs. Nuraina Hanipah. Sementara perwakilan UII direpresentasikan oleh pimpinan FE UII, mulai dari dekan hingga pimpinan di tingkat prodi.

Pada sambutan pembukaannya, Dekan FE UII, Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si menyampaikan harapannya agar program pertukaran pelajar ini bisa berjalan mulai tahun ajaran baru 2015/2016. Menanggapi hal tersebut, Siti Nurazira juga sepakat dengan mengemukakan bahwa tujuan dari kedatangan rombongan dari USIM adalah untuk merealisasikan MOU yang telah tandatangani bulan Desember 2014 lalu.

Pertemuan tersebut juga membahas mix and match kurikulum yang sesuai untuk program pertukaran pelajar. Hal ini terkait 8 mata kuliah yang setara dan memiliki kesamaan 80% yang bisa untuk menggantikan mata kuliah yang akan diambil selama satu semester pada semester ke 3 dan ke 5. Selain itu, disinggung juga dalam pertemuan, wacana ke depan untuk pertukaran staf pengajar selama 1 semester. Di akhir pertemuan, Agus Hardjito berharap agar Nota Kesepakatan antara UII dan USIM dapat berjalan dengan lancar.