Selasa (15/02), Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menyelenggarakan “Pembekalan Akademik Mahasiswa 2021 dan Anugerah Prestasi Mahasiswa.” Acara ini dilangsungkan dalam rangka menerapkan kurikulum baru 2021 yang mengakomodasi konsep “Stratejik Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.” Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi FBE UII.

Letak perbedaan kurikulum 2021 dengan sebelumnya yaitu adanya tambahan beberapa mata kuliah baru dan syarat kelulusan baru. Selanjutnya, Prodi Akuntansi akan terus memberikandorongan dan motivasi sebagai bentuk pembinaan prestasi mahasiswa.

“Kami akan terus memberikan dukungan dan membantu para mahasiswa sekalian untuk menggali dan mengembangkan potensi diri, sehingga dapat menorehkan prestasi baik dalam tingkat nasional maupun internasional,” ucap Dr. Mahmudi., S.E., M.Si., AK., CMA., Ketua Program Studi Akuntansi FBE UII.

Berbagai capaian prestasi sudah ditorehkan oleh mahasiswa Prodi Akuntansi baik ditingkat nasional maupun internasional. Namun, hal ini masih sangat perlu ditingkatkan guna membentuk mahasiswa yang berkualitas dan menjembatani kariernya di masa depan. Sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa, Prodi Akuntansi berupaya untuk memberikan anugerah kepada mahasiswanya yang telah menorehkan prestasi barunya. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong mahasiswa lain dalam mengembangkan potensi dirinya.

Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc. menambahkan bahwa di tingkat universitas upaya pengelolaan terhadap peningkatan capaian prestasi mahasiswa juga terus dilakukan. “Kami di Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan selalu menggelorakan tagline bahwa Mahasiswa UII harus meraih prestasi, dan menciptakan inovasi, sekaligus menebar inspirasi” jelasnya.

Selain mencerminkan kualitas mahasiswa, prestasi juga bertujuan untuk diseminasi karya mahasiswa dan mendorong tingkat prestasi perguruan tinggi. Sehingga mahasiswa diharapkan mampu berkompetisi meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas mahasiswa.

Lebih lanjut,Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa secara umum perubahan kurikulum baru yang dikelompokkan menjadi 3 jalur pilihan, yaitu jalur reguler (MK Wajib 129 SKS dan MK Pilihan 15 SKS), jalur magang (MK Wajib 144 SKS dan MK Magang 19 SKS) dan jalur kewirausahaan (MK Wajib 144 SKS dan MK Kewirausahaan 19 SKS).

Selain itu, terdapat perubahan profil lulusan dengan menggunakan tagline baru, yaitu I-Technopreneur Accountant yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan akuntan pendidik, akuntan publik, akuntan perusahaan, akuntan sektor publik, akuntan pajak, dan wirausaha yang menjalankan tugasnya sesuai nilai keislaman dan adaptif dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga dapat diterima pasar tenaga kerja di tingkat nasional dan global. (MSD/ERF).

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) kembali melahirkan mahasiswa berprestasi melalui ERPsim International Competition Japan Cup 2021. Tim yang beranggotakan lima mahasiswa akuntansi 2017, Afthar Falahziez Anfasa Firdaus, Muhammad Falah Nur Islam, Muhamad Shohibul Mabruri, Tedi Yudi Permadi dan Agasta Amaliya Khusna berhasil meraih juara 1. Berawal dari inisiatif para anggota untuk mengikuti lomba, lima anggota Tim Derstren ini dituntut untuk berjuang dalam proses latihan sampai hari perlombaan secara daring dikarenakan pandemi yang belum kunjung usai. Menariknya, anggota Tim Derstren ini merupakan anggota baru yang dibentuk karena beberapa anggota lama lainnya harus diambil oleh tim perlombaan lain. Memulai semuanya dari awal dengan orang-orang baru, tidak menyurutkan semangat para anggota untuk berjuang mengharumkan nama UII. 

Ajang perlombaan yang diikuti oleh 24 tim dari berbagai negara, mengharuskan Tim Derstren memberikan performa terbaiknya untuk meraih kemenangan. Lomba yang diadakan dibungkus secara menarik dan diimplementasikan dalam sebuah game. Dalam proses latihannya, keberhasilan Tim Derstren didukung oleh beberapa pembimbing diantaranya Muhammad Fadhly Rizky Octavio dan Iksan Pamungkas selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Saat mengetahui bahwa lima anggota tim ini memasuki gerbang final, mereka tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Bermodalkan semangat, tekad dan dukungan dari banyak pihak, Afthar dan tim yakin bahwa mereka bisa memenangkan perlombaan ini untuk menjadi nomor satu. 

Pada awalnya, kompetisi ini akan diadakan di negeri seberang yaitu Australia, namun seperti yang kita ketahui Pandemi Covid-19 mengharuskan Tim Dersten dan tim lainnya untuk berkompetisi via daring. Pandemi tidak menghentikan mereka untuk selalu berlatih setiap hari selama tiga bulan lamanya dan juga melukis prestasi, “Ya memang sih kuliah daring itu ngebosenin, cuman kan nggak jadi halangan kita juga untuk berprestasi di luar akademik gitu lho. Kita mikirnya kalau misalkan kita menang itu akan jadi acuan kita juga untuk memperbaiki nilai-nilai akademik dan menambah semangat kita lagi”, tukas Agasta Amaliya yang merupakan satu-satunya anggota perempuan dalam Tim Dersten. 

Dapat disimpulkan bahwa perkuliahan secara daring ini tidak menghentikan siapapun untuk berprestasi, selalu ada jalan untuk mereka yang mau mencari dan tak pernah berhenti. Pesan singkat diberikan oleh Agasta Amaliya untuk tetap semangat kepada adik tingkat yang mungkin ingin mengikuti jejaknya, “Semangat terus, cari dan gali potensi diri karena kita masing-masing pasti tau punya suatu kelebihan. Kita cari tau dengan mengikuti lomba, dari lomba itulah kita tau seberapa jauh kemampuan kita. Ketika kita merasa kurang, ayo kita cari acuan lagi dan semangat lagi supaya ada perbaikan dalam diri.” (LN/UWK)

 

Tim mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) Program Studi Akuntansi berhasil meraih juara 1 di tingkat internasional dalam kompetisi MonsoonSIM Enterprise Resource Management Competition (MERMC) 2020. MERMC merupakan kompetisi berenergi tinggi yang melibatkan mahasiswa dan dosen dengan tujuan memperkenalkan konsep Enterprise Resource Management (ERM) kepada mahasiswa melalui permainan simulasi yang menyenangkan dan menarik. Mahasiswa dalam tim yang terdiri dari 5 pemain akan diminta untuk menjalankan perusahaan virtual untuk bersaing satu sama lain untuk mencapai target Key Performance Indicator tertinggi yang ditetapkan dan memenangkan persaingan.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan berbagai negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan, dan Thailand dengan total tim adalah 51 tim. Indonesia mengirimkan 7 tim perwakilan dan dua di antaranya adalah dari FBE UII. FBE UII mengirimkan 2 tim perwakilan dalam ajang kompetisi ini yaitu tim Intisar Sanatama yang beranggotakan Akhlis Faris Mushaffa, M. Faiq Jauhar, Ainun Jariyah, Sukma Putri, dan Adin Ihtisyamuddin. Kemudian tim Jakal Atas yang beranggotakan Afiq Kamal Rizki, Imam Nur Fadilah, Rani Adilah K., Asaquita Sophie Premarci, dan Rafif Aldo Nugroho.

Format kompetisi dibuat dengan konsep League Match dan dibagi menjadi dua babak yaitu satu kali babak penyisihan dan dua kali babak final. Pada babak Penyisihan 51 tim dibagi menjadi ke dalam 5 grup, lalu 2 tim terbaik di setiap grup dapat lolos ke babak final. Babak final tersisa 10 tim terbaik diantaranya dari Indonesia yaitu Intisar Sanatama, NoDown, Plecy, dan Gammara, kemudian dari Singapura yaitu BioHaZarD, dan terakhir dari Malaysia yaitu Justneko, Shark, SUPERPANDA, MP5, dan NOYB. Kesepuluh tim bersaing dengan ketat untuk memenangkan kompetisi ini.

Babak final pada kompetisi MERMC 2020 ini akhirnya dimenangkan oleh Intisar Sanatama dari Universitas Islam Indonesia dengan raihan poin 89,05, pada posisi kedua adalah BioHaZarD dari Singapore University of Social Sciences dengan raihan poin 84,58, dan posisi ketiga adalah Justneko dari Universiti Sains Malaysia dengan raihan poin 68,03.

Hasil final tersebut menjadikan UII sebagai perwakilan Indonesia yang pertama kali meraih juara pertama dalam ajang kompetisi MonsoonSIM Enterprise Resource Planning. Hadiah untuk pemenang pada MERMC 2020 ini berupa uang tunai sebesar 1500 SGD. Muhammad Fadhly Rizky Octavio selaku pembimbing dan pelatih dari tim Intisar Sanatama mengungkapkan bahwa kerja keras tim selama ini terbayarkan dengan kemenangan yang indah.

Direktur ERP Competence Center Prodi Akuntansi FE UII, Dra. Isti Rahayu, M.Si., Ak., CA., Cert.SAP menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Intisar Sanatama atas prestasi yang telah diraih, “Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perjuangan tim Intisar Sanatama yang telah berprestasi di tingkat internasional. Semoga UII di tahun berikutnya tetap dapat meraih prestasi kembali.” (AFM)

Era pandemi Covid-19 yang tak berujung semakin menjadikan banyak golongan masyarakat terdampak. Akibat dari pandemi mempengaruhi masyarakat secara ekonomi, sosial, dan budaya. Allah SWT menciptakan manusia yang beragam untuk dapat membantu dan bermanfaat bagi manusia lain. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Pengabdian sosial kepada masyarakat merupakan salah satu tindakan untuk membantu golongan masyarakat yang terdampak pandemi sekarang ini. Bantuan secara sosial untuk meringankan beban manusia lain merupakan tindakan yang mulia. Pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Dengan melakukan kegiatan positif, diharapkan pengabdian masyarakat menjadi awal proses menyambung tali silaturahmi dan menambah jumlah saudara. Mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat, penting untuk dapat bersosialisasi secara aktif dengan harapan mengetahui lebih mendalam tentang kebutuhan sebenarnya dari masyarakat.

Umumnya, pengabdian masyarakat menjadi program yang dirancang oleh universitas untuk dapat memberikan dampak dan kontribusi positif secara nyata bagi masyarakat bangsa Indonesia. Universitas tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi dapat mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Sebagai bagian dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian menjadi tanggung jawab yang perlu dilaksanakan secara efektif. “Terdapat 4 kegiatan penting bagi Universitas Islam Indonesia, pertama adalah kegiatan pendidikan dan pengajaran, yang kedua kegiatan penelitian, ketiga pengabdian masyarakat, dan terakhir dakwah islamiah,” ujar Dwipraptono Agus Hardjito, Dr., M.Si.

Selasa, 22 Desember 2020, Program Studi Magister dan Doktor (PMD) Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE UII) menggelar kegiatan pengabdian sosial kepada masyarakat. Program studi meliputi Program Doktor Ilmu Ekonomi, Magister Akuntansi, Magister Ekonomi dan Keuangan, dan Magister Manajemen. Selain pendidikan dan perkuliahan, kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu program rutin yang diselenggarakan.  Kegiatan pengabdian sosial masyarakat berlokasi di Desa Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dengan koordinator oleh Umi Sulistiyanti, SE., M.Acc, Ak. selaku dosen Program Akuntansi. Meskipun pandemi masih berlangsung, ini tidak menjadi penghambat dalam melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Program Studi Magister dan Doktor berupaya agar kegiatan dapat terbangun secara optimal dan tetap melakukan pembatasan kerumunan dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Dwipraptono Agus Hardjito, Dr., M.Si. selaku dosen Program Manajemen memaparkan bahwa selain melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga tentu melakukan dakwah islami, tujuan utama kegiatan ini adalah bersilaturahmi yang merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah. Hasil yang diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat dapat memupuk sebuah kecintaan terhadap sesama manusia. Tentu dikala pandemi seperti sekarang ini, peran gotong royong sangat diperlukan. Salah satu ciri khas yang melekat pada masyarakat Indonesia dan tidak dapat dihilangkan yaitu semangat gotong royong dalam membantu sesama. (KYK/AAP)

 

Penghujung tahun 2020 menjadi saksi sejarah lahirnya majalah elektronik Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) yaitu UII Business & Economic Insights. Peluncuran UII Business & Economic Insights dengan judul Pandemi dan Krisis Ekonomi ini berlaku mulai 15 Desember 2020. Peluncuran majalah elektronik tersebut sudah direncanakan sejak beberapa waktu yang lalu. Berawal dari ide ingin membuat sesuatu forum yang terbatas namun bisa dipublikasikan secara luas, sampai akhirnya menemukan majalah elektronik tersebut sebagai medianya.

Acara ini dihadiri Drs. Suwarsono Muhammad, M.A. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor UII, Dekan, para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, para dosen, tenaga kependidikan, dan pengurus lembaga kemahasiswaan FBE UII. Selain itu, hadir pula perwakilan dari beberapa alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) yang semakin memeriahkan acara peresmian UII Business & Economic Insight.

Dekan FBE UII, Jaka Sriyana, SE., M. Si., Ph. D. menyampaikan bahwa ide pembuatan majalah elektronik ini sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir. “Tugas kita yang pertama adalah bagaimana majalah kita dapat diterima secara eksponensial oleh pembaca, dan tentu kita harus mengolah dan menyajikan isi majalah ini secara tepat terhadap target pembaca,” terang Jaka.

Pada kegiatan ini juga ada pemaparan dari beberapa kontributor UII Business & Economic Insight yang menjelaskan gambaran serta membedah artikel yang sudah ditulis yaitu Drs. Suwarsono Muhammad, M.A dan Adib Zaidani Abdurrochman selaku Diplomat Indonesia di Komite 5 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations yang juga Alumni FBE UII tahun 2002.

Menurut Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., hal penting dan perlu diperhatikan yaitu gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami serta isi yang terperinci, menginspirasi, dan lestari. “Gaya bahasa yang sedikit jenaka agar menarik dan mudah dipahami, dengan harapan dapat dibaca bukan hanya mahasiswa saja, tetapi pelaku usaha, industri, dan bisnis lainnya,” jelas Fathul Wahid. Majalah elektronik UII Business & Economic Insights saat ini juga sudah bisa dibaca dan diunduh pada fbe.uii.ac.id/be-insights. (AA/AAM)

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekonomika dan Kemahasiswaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE UII) kembali menghadirkan webinar bertajuk “Cara Baru Menganalisis Gerakan Sosial Melalui Digital” sebagai salah satu rangkaian acara Leadership Camp 2020 pada Jumat (11/12) melalui kanal Zoom.

Menghadirkan Ismail Fahmi selaku Founder Drone Emprit sekaligus Founder dari PT Media Kernels Indonesia, webinar kali ini membahas tentang perkembangan sosial media serta bagaimana cara menganalisis gerakan sosial melalui media online. Dalam paparannya, Ismail menjelaskan bahwa Drone Emprit Academic sebagai sistem big data yang menangkap percakapan di media sosial khususnya Twitter, dapat digunakan sebagai Social Media Analytics for Special Purposes, Understanding Social Media Data Sources, Big Data Analytics Architecture, Analytics Workflow and Settings, Twitter Data Crawling, serta Crawling sumber data lain. 

Dalam pengembangan teknologi dan informasi, sebuah sistem harus memperhatikan konsep kemudahan dan kecepatan akses internet, karena sumber informasi digital saat ini banyak tersebar di media internet. Tanpa sadar masyarakat telah mengikuti perkembangan tersebut seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pengguna sosial media yang semakin meningkat. Adanya kemajuan media digital menjadi sarana bagi gerakan sosial di ruang digital dimana semua orang dapat beropini dan menyuarakan pendapatnya melalui media sosial. Media sosial sebagai salah satu platform untuk berinteraksi yang berupa pesan atau chatting, gambar, dan video, kepada khalayak. Semua platform media sosial (Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter) ini menjadi konsumsi hampir setiap hari, khususnya oleh generasi milenial.

Beliau menjelaskan bahwa Twitter salah satu jejaring sosial yang sudah menjadi bagian dari pola komunikasi masyarakat saat ini. Aplikasi ini sangat populer pada jumlah pengguna yang mengalami kenaikan dari 27% (2018) menjadi 56% (2020) dan postingan tweet yang tergolong besar setiap harinya, serta mengeluarkan trending topic setiap harinya. Dari Twitter bisa menangkap data percakapan berita dari media online yang membahas sebuah topik. Proses yang dilakukan ketika menganalisis adalah keyword, karena keyword itulah cara untuk mengenal percakapan cukup dengan memberi kata kunci. Sebagai contoh ketika akan menganalisis Twitter sebenarnya bisa menangkap informasi dari kanal Youtube atau informasi dari Facebook dan dari platform lainnya  yang sedang menjadi bahasan terkini untuk kemudian dikirim ke Twitter dengan menambahkan tagar (hashtag) hingga menjadi ramai diperbincangkan. 

Beliau juga menyampaikan bahwa banyak orang yang mengetahui suatu berita kadang-kadang setelah berita itu dibagikan ke sosial media. Sebab, asumsi mereka kalau sudah di-share, pasti berita itu menarik. Jadi, media sosial berperan sangat besar untuk menentukan apa yang akan dibaca dan apa yang akan dibahas oleh publik.  “Di media sosial, apa yang kita tulis itu mencerminkan siapa diri kita. Apa yang kita tuliskan itu bisa berdampak kepada mereka yang membacanya,” tutur Ismail. (FN/ALS)

Sektor keuangan merupakan suatu hal yang penting dalam suatu negara. Secara tidak langsung, sektor keuangan akan menjadi penopang perekonomian pada suatu negara, terlebih pada masa pandemi seperti saat ini.

“Di waktu pandemi inilah tantangan dan peluang bagi perbankan syariah untuk mampu menunjukkan kualitasnya,” ujar Mahmudi selaku Ketua Program Studi Akuntansi Program Sarjana FBE UII dalam sambutannya. 

Bank Syariah merupakan satu-satunya bank yang mampu bertahan bahkan berkembang pada era krisis 1998. Keadaan pandemi ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi bank Syariah untuk membuktikan kembali kejayaan Bank Syariah.

Tentu banyak stigma yang muncul terhadap perbankan syariah. Oleh karena itu, Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) mengadakan webinar yang bertemakan perbankan syariah. Serial webinar ke-11 ini berjudul “Peluang dan Tantangan Bank Syariah di Tahun 2021”. 

Webinar yang berlangsung pada hari Jumat (11/12) ini dibawakan oleh lima pemateri yaitu Budi Saptono selaku Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan KOJK D.I. Yogyakarta, Dr. Kumala Hadi, M.Si., Ak., CA., CPA. selaku Dosen Prodi Akuntansi FBE UII, Drs. Syafaruddin Alwi, M.M. selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah BPRS UII, Khabib Sholeh selaku Direktur BPRS UII, dan Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc. selaku Dosen Prodi Akuntansi FBE UII.

Market share perbankan syariah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah rekening DPK pun meningkat 3,15 juta rekening sejak Desember 2019.  Perbankan Syariah juga tumbuh positif baik dari sisi aset, pembiayaan yang disalurkan (PYD), maupun dana pihak ketiga (DPK). Itu merupakan bukti bahwa perkembangan Perbankan Syariah terus meningkat.

Namun walaupun perbankan syariah terus berkembang, Perbankan syariah harus terus bertransformasi untuk menjadi perbankan yang kuat dan stabil. Kondisi perbankan syariah saat ini masih kurang untuk menjadi perbankan yang terdepan. Terbukti bahwa perbankan syariah belum memiliki diferensiasi model bisnis yang signifikan, indeks literasi perbankan syariah yang masih rendah, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah, dan teknologi informasi perbankan Syariah yang masih tertinggal dibanding perbankan konvensional.

Perbankan syariah di Indonesia harus menjadi perbankan yang terdepan dalam menjalankan layanan keuangan yang berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan Creative Shared Value (CSV). Keuangan syariah juga harus mampu menguasai teknologi-teknologi sehingga tidak kalah tertinggal oleh perbankan lainnya pada masa pandemi seperti saat ini. “Banyak sumber daya manusia yang melarikan dirinya ke bank yang besar sehingga terdapat kekurangan sumber daya manusia pada bank yang kecil. Ini tentu membuat sumber daya manusia pada sektor perbankan tidak merata”, ungkap Kumala Hadi selaku selaku Dosen Prodi Akuntansi FBE UII. (MA/DYH)

Program Studi Magister dan Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menyelenggarakan webinar terkait Penulisan Artikel Ilmiah Program Magister dan Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII melalui kanal Zoom. Webinar kali ini diselenggarakan pada Rabu (9/12). Menghadirkan Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail dari Universiti Islam Malaysia dan Prof. Dr. Jaka Sriyana dari Universitas Islam Indonesia serta Drs. Achmad Tohirin M.A. sebagai pembicara.

Dalam sambutannya, Drs. Achmad Tohirin M.A. menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan webinar kali ini tidak lain yaitu untuk memfasilitasi mahasiswa agar dapat menjadi scholar yang memiliki bahasa tersendiri dalam hal komunikasi tulisan. Salah satunya adalah artikel ilmiah , sehingga mahasiswa program Magister dan Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII mampu menguasainya dengan baik.

Dalam penyampaian materi oleh Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail, beliau menjelaskan terkait metode Systematic Literature Review (SLR). “Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik, dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan,” ujar Abdul Ghafar Ismail.

Menurut Abdul Ghafar Ismail, terdapat lima kriteria penilaian literatur. Diantaranya yaitu Theory, Methodology and Methods, Analysis, Relevance, dan Contribution. Setiap kriteria memiliki penilaian yang berbeda, Theory didasarkan pada literature review yang baik, Methodology and Methods didasarkan pada penjelasan yang jelas dan record yang baik untuk Audit Trail, Analysis didasarkan pada sampel data yang memadai dan mendukung argumen dengan baik, Relevance didasarkan pada integrasi temuan, teori, dan metode. Serta yang terakhir adalah Contribution yang berdasarkan pada kontribusi yang baik terhadap Body of Knowledge.

“Jangan mengubah fokus review anda hanya karena anda menemukan beberapa paper yang dinilai sangat berguna dan menarik di area fokus alternatif. Tetap fokus dan pertahankan fokus anda, sehingga anda tidak terdistraksi oleh hal-hal yang dianggap menarik, tetapi periferal, ” ucapnya membagikan strategi.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Jaka Sriyana juga memaparkan beberapa hal terkait klasifikasi jurnal ilmiah, penyiapan manuskrip, struktur artikel ilmiah, etika penulisan karya ilmiah dan publikasi, serta rambu-rambu dalam artikel ilmiah.

Dengan diselenggarakannya webinar pelatihan penulisan artikel ilmiah ini, diharapkan mampu membantu mahasiswa program Magister dan Doktor untuk menguasai keterampilan dalam menulis artikel ilmiah serta publikasi jurnal. (NFF/MRF )

Salah satu permasalahan Green Economy yang terjadi pada tahun ini yaitu isu mengenai Omnibus Law yang didalamnya terdapat aturan yang memperluas kesempatan eksploitasi dan kerusakan alam. Namun, hal lain yang juga harus diperhatikan pada saat ini adalah perekonomian yang menurun akibat Covid-19 yang mempengaruhi kondisi perekonomian di tahun 2020. Hal ini disampaikan oleh Agus Widarjono, Drs.,M.A.,Ph.D selaku Head of Department of Economics Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) dan Faaza Fakhrunnas, S.E,M.Sc. selaku moderator dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII dengan tajuk “A Green Economy Post Covid – 19 : Designing ASEAN’s Economic Recovery Strategy” pada Senin (8/12).

Covid-19 sangat mempengaruhi penurunan perekonomian di Indonesia dan kondisi ini salah satunya menimbulkan adanya supply and demand shock. Agus Widarjono menjelaskan bahwa, “Jika kita berbicara mengenai krisis ekonomi, faktor yang mempengaruhi adalah supply shock atau demand shock. Kasus Covid-19 yang terjadi saat ini mencangkup keduanya. Konsumen menahan kegiatan konsumsinya dan produsen tidak bisa memasok suatu produk karena tidak bisa bekerja di pabrik sehingga menyebabkan adanya gangguan pada proses produksi terutama pada supply chain”.

Agus juga menambahkan, “Pada bulan April 2020, hampir semua sektor terjadi shock decomposition of hours worked, kecuali utilities menunjukkan hasil yang negatif atau menurun. Data penurunan terbesar dari sektor tersebut yaitu leisure and hospitality karena semua orang tidak bisa bebas keluar rumah jika tidak ada keperluan yang penting”. Covid-19 memang telah memberikan dampak yang cukup signifikan di hampir semua sektor. Krisis ini tidak diragukan lagi akan menyebabkan kerugian yang besar bagi perekonomian. 

“Seperti yang kita tau, indikator penurunan perekonomian pada ekonomi makro yang paling mempengaruhi yaitu pengangguran dan kemiskinan. Covid-19 menyebabkan kedua hal tersebut. Pengangguran dan kemiskinan yang ada di Indonesia menjadi semakin banyak. Saat menghadapi kondisi seperti ini, kontribusi pemerintah sangat dibutuhkan karena satu-satunya sektor yang bisa mengendalikan keuangan adalah pemerintah,” ujar Agus. Pemerintah berperan sangat besar dan memiliki andil dalam hal ini, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dan pengeluaran aset untuk mengatasi resesi ekonomi yang sedang terjadi. Perekonomian diharapkan akan terus tumbuh dan mengalami kenaikan di berbagai sektor. 

“Hal terpenting untuk memulihkan perekonomian bagi seluruh negara sebenarnya bukan hanya bagaimana kita mengantisipasi dampak dari Covid-19, tetapi juga harus proaktif menemukan vaksin karena jika Covid-19 masih ada disuatu negara, kita tidak bisa membentuk ulang perekonomian yang baik, penawaran dan permintaan akan tetap berpengaruh dan perekonomian tetap tidak akan membaik,” ujar Agus sekaligus menutup webinar pada hari ini. (NNS/AAR)

Senin (07/12), Program Magister dan Doktor Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) menyelenggarakan serial webinar yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube dan Zoom. Dengan topik “Audit Forensik”, mengulik bersama mengenai kerangka litigasi dan pemberian keterangan ahli atas perhitungan kerugian keuangan negara dengan pembicara seorang praktisi LSP Audit Forensik, Mulia Ardi, S.E., Ak., MM., CFrA dan Dr. Mudzakkir, S.H., M.H. yang merupakan seorang dosen Fakultas Hukum UII.

Korupsi sudah menjadi rahasia publik bagi orang Indonesia, beberapa waktu lalu dua menteri sekaligus terseret kasus korupsi. Hal inilah yang menjadikan webinar kali ini sangat menarik untuk dikulik bersama. Praktisi Lembaga Sertifikasi Profesi Audit Forensik (LSP-AF) ahli level 7 menjelaskan mengenai Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN), bahwa kerugian keuangan negara yang dimaksudkan merupakan kerugian yang sudah dapat dihitung jumlahnya berdasarkan hasil temuan instansi yang berwenang atau akuntan publik yang ditunjuk.

Sesuai dengan putusan MK No.31/PUU-X/2012 bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan hanya dapat berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka pembuktian suatu tindak pidana korupsi, melainkan dapat juga berkoordinasi dengan instansi lain, misalnya dengan mengundang ahli atau dengan meminta bahan dari inspektorat jenderal atau badan yang mempunyai fungsi yang sama dengan itu dari masing-masing instansi pemerintah.

“Dinyatakan kerugian pada keuangan negara, apabila sudah ditemukan hasil auditnya oleh instansi yang berwenang (Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ujar seorang auditor forensik sekaligus dosen Magister Akuntansi FEB Universitas Trisakti.

Audit investigatif memiliki ciri khusus dari cara mengerjakannya dan cara pemeriksaanya, audit ini masuk dalam kategori pemeriksaan kecurangan atau fraud audit. Fraud audit merupakan gabungan antara audit forensik dengan teknik internal audit untuk mendapatkan hasil investigasi yang menyeluruh. Kemudian dengan adanya kerugian negara pada sebuah perkara dan besaran nilai kerugian merupakan hal yang sangat krusial, sehingga tindak pidana korupsi dinyatakan dari kerugian negara.

“Korupsi itu musabab dari segala sebab, gaji besar korupsi juga besar, gaji kecil korupsi juga kecil,” ujar pakar hukum pidana sekaligus alumni FH UII.

Kemudian beliau memaparkan, “Pemberantasan korupsi harus dari sebabnya bukan dari akibatnya. Namun, yang kita jumpai sekarang hanya diberantas dari akibatnya, sebabnya tidak pernah disentuh. Padahal itulah sumbernya korupsi,” (AAP/NAP)