Kebangkitan China baik secara ekonomi maupun militer dalam beberapa tahun terakhir telah membuat dilema besar bagi sejumlah negara di kawasan asia pasifik. Sebagaimana tampak dari upaya agresif China di kawasan Laut China Timur dan Laut China Selatan melalui penguatan armada laut birunya. Begitu juga dengan perekonomian China yang semakin kuat,  dimana di tahun 2011 yang lalu GDP China berhasil melampaui Jepang.

Hal tersebut disampaikan Laksda Untung Suropati, saat menjadi pembicara pada studium generale bertema “Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII) Semester Ganjil TA 2015/2016, di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito UII, Sabtu (31/10). Turut hadir dalam studium generale yang diiniasi oleh Direktorat Akademik UII ini, Rektor UII, Dr. Harsoyo, Wakil Rektor I UII, Dr-Ing Ilya Fajar maharika, Direktur Direktorat Akademik UII, Arief Rahman, Ph.D., Direktur Direktorat Pemasaran, Kerjasama dan Alumni UII Hangga Fathana, S.IP, B.Int.St, MA. dan Guru Besar Hukum Internasional UII, Prof. Jawahir Thontowi.

Dituturkan Laksda Untung Suropati, yang saat ini sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Manajemen Nasional Lemhamnas RI, kebangkitan China menurutnya juga telah memunculkan dilema bagi Bangsa Indonesia. Di satu pihak, Indonesia ingin hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China mengingat potensi untuk menjadikannya sebagai salah satu pasar terbesar bagi produk-produknya. Indonesia juga menginginkan invesitasi China dalam jumlah besar untuk memacu pembangunan, utamanya di bidang infrastruktur.

Namun di sisi lain, agresivitas China terutama di laut China Selatan menurut Untung Suropati juga membahayakan kepentingan luar negeri Indonesia yang menginginkan wilayah yang netral, damai, dan bebas dari intervensi kekuatan-kekuatan besar luar kawasan. Sikap agresivitas China ini menurutnya juga di khawatirkan akan membahayakan soliditas ASEAN.

Isu kebangkitan China menurut Untung Suropati juga akan bersinggunangan dengan tekad Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia ke depan. Menurutnya langkah pertama yang harus dilakukan adalah meredefinisi secara jelas dan tegas, apa yang sejatinya menjadi agenda nasional Indonesia di kawasan.  Salah satunya dapat dilakukan dengan menyusun grand strategy pembangungunan Poros Maritim Dunia. Indonesia pun perlu lebih tegas dalam mengimplementasikan kebijakan politik luar negrinya.

Lebih lanjut dipaparkan Untung Suropati, Indonesia menurutnya juga perlu menegaskan doktrin dan strategi pertahanan yang tepat sesuai tantangan dan dinamika perubahan zaman saat ini, seperti fenomena pergeseran pusat gravitasi politik dan ekonomi dari Trans Eropa menuju Asia Pasifik. “Inilah waktunya kita me-rethingking doktrin dan strategi pertahanan negara kita menjadi Strategic Foward Defense. Sebagai konsep geopolitik yang outward looking, kebijakan Poros Maritim Dunia mutlak memerlukan proyeksi kekuatan keluar,” terangnya.

Sementara disampaikan Dr. Harsoyo dalam sambutannya, tujuan dari diselenggarakannya studium generale adalah untuk membuka wawasan para mahasiswa Pascasarjana mengenai konsep Poros Maritim Dunia. Selain itu juga dengan harapan para mahasiswa Pascasarjana UII dapat memahami kesempatan dan tantangan di masa depan, sehingga dapat menyiapkan diri lebih professional dan kompeten di bidangnya.

Lembaga Semarang Growth Centre (SGC) mengalami transformasi tak terencana sehingga menjadi Balai Pengembangan dan Layanan Perguruan Tinggi (BPLPT – 2001) dan kemudian Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin – 2012). Meski proses dialektika transformasi organisasi semula adalah tidak terencana, setelah menjadi Polimarin perubahan organisasi menjadi perubahan kontinyu dan terencana.

Hal itu dikatakan promovendus Sri Tutie Rahayu dalam mempertahankan disertasi “Hegemoni Kekuasaan : Dialektika Transformasi Organisasi pada Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin)” di kampus Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII, Rabu (28/10). Sri Tutie merupakan Doktor ke-26 yang dihasilkan PPs FE UII dengan promotor Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono dan co promotor Drs. Achmad Sobirin, MBA., Ph.D., Ak dan Drs. Fathul Hilma, MA.,Ph.D. Adapun penguji dalam sidang adalah Dr. Zainal Mustafa EQ, MM, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D dan Arif Hartono, SE., MHRM., Ph.D.

Dikatakan, perubahan organisasi merupakan kebutuhan nyata menghadapi persaingan yang semakin ketat. Saat ini, menurutnya adaptasi perusahaan menjadi perhatian. Pada Awalnya, jelas Sri Tutie, pendirian SGC bertujuan membantu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kopertis wilayah VI dengan menyediakan fasilitas dan prasarana pembelajaran untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu kampus pertama di Indonesia yang concern akan penggunaan System Application and Product (SAP), kembali menggelar pelatihan  SAP dilingkungannya.

Seperti penyelenggaraan ditahun sebelumnya, kegiatan yang diselenggaran selama 4 hari, yakni tanggal 30 Oktober dan 4, 5, dan 7 November 2015 di Kampus Fakultas Ekonomi UII Condongcatur, para peserta juga akan diajak melihat secara langsung penggunaan SAP di perusahaan PT Sari Husada Generasi Mahardika. Peserta pelatihan yakni para tenaga kependidikan di devisi keuangan dan umum, serta sejumlah wakil dekan di lingkungan UII.

Demikian disampaikan ketua pelaksana training SAP UII, Noor Endah Cahyawati, SE, M.Si. pada sesi pembukaan, Jum’at (30/10). Turut hadir dalam agenda ini, Wakil Rektor II UII, Dr. Drs. Nur Feriyanto, M.Si., Direktur Monsoon Academy, Abdy Taminsyah, Direktur Keuangan dan Anggaran UII, Fitra Roman Cahaya, SE, M.Com, Ph.D. dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dra. Siti Nurul Ngaini, MM.

Rangkaian kegiatan seperti disampaikan Noor Endah Cahyawati, hari pertama para peserta akan diajak untuk belajar SAP melalui game Enterprise Resource Planning (ERP). Yakni sebuah  sistem yang membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia. Dilanjutkan pertemuan ke dua para peserta pelatihan akan diajak mengunjugi PT Sari Husada Generasi Mahardika yang berada di Klaten Jawa Tengah.

Lebih lanjut disampaikan Noor Endah Cahyawati, agenda pelatihan di hari ke tiga dan ke empat akan diisi dengan pelatihan SAP bagi para pemula dan ditutup dengan penjelasan evaluasi kesalahan pemeriksaan yang biasanya dilakukan melalui audit internal.

Dukungan disampaikan Wakil Rektor II UII, Dr. Drs. Nur Feriyanto , M.Si. akan diselenggarakannya pelatihan SAP ini. Menurutnya di UII kedepannya akan banyak dikembangkan pemanfaatan sistem SAP. Selain itu disampaikan Nur Feriyanto dalam pelatihan ini para peserta tidak hanya belajar teori tetapi juga studi banding langsung ke perusahaan yang menggunakan aplikasi SAP.

Dalam penyelenggaraan aktifitas akademik di kampus, adanya jaminan mutu atas layanan akademik perlu mendapat perhatian. Hal ini penting sebab kampus sebagai institusi pendidikan bergerak di bidang jasa yang melayani kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Sebagai pengguna jasa, masyarakat tentunya berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan terjamin mutunya.

Sejalan dengan itu, UII pun terus berupaya meningkatkan jaminan mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh unit-unit di lingkungannya. Unit-unit tersebut meliputi prodi S-1, diploma, program master, program doktor, laboratorium, dan pusat-pusat studi. Guna memastikan kesemua unit itu telah menerapkan sistem penjaminan mutu yang baik, audit mutu internal (AMI) dilaksanakan secara rutin oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII.

Sebagaimana tergambar dalam pembukaan AMI Kinerja Akademik yang berlangsung di Gedung Prof. Dr. Sardjito, kampus terpadu UII, Jum’at (30/10). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan kepala unit akademik di UII yang relevan dengan pelaksanaan audit tersebut.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutan pengarahannya mengatakan bahwa pelaksanaan audit ini sangat penting untuk mengukur kinerja dari masing-masing unit akademik yang ada. “Audit jangan dianggap sebagai momok untuk mencari kesalahan. Namun hendaknya dimaknai sebagai upaya untuk mempertahankan yang sudah baik dan meningkatkan hal yang masih kurang baik”, ujarnya. Oleh karenanya, kerjasama di antara auditor dan auditee perlu terjalin dengan baik agar proses audit dapat berjalan maksimal.

Rektor juga mengingatkan tantangan persaingan yang semakin ketat di masa mendatang perlu disikapi dengan serius oleh semua pemimpin di unit akademik yang ada di UII. “Standar penjaminan mutu kita perlu semakin ditingkatkan agar mampu merespon tantangan global”, tambahnya.

Sementara Kepala BPM UII, Kariyam, M.Si menjelaskan proses audit akan dilaksanakan oleh 49 auditor dengan jumlah unit yang diaudit sebanyak 162 unit. Untuk meningkatkan efektivitas audit, ia menerangkan proses audit hanya berlangsung 1 hari di masing-masing fakultas. “Selama 1 hari kami targetkan auditor mampu mengaudit 2 fakultas beserta unit-unit akademik yang ada di dalamnya sehingga waktunya akan lebih efektif”, katanya. BPM UII juga berencana menyelesaikan platform audit mutu internal yang mencerminkan kharakteristik UII sebagai lembaga pendidikan tinggi bernafaskan Islam.

Saat ini persaingan Perguruan Tinggi (PT) di tingkat nasional semakin ketat, akibat dari persaingan tersebut setiap PT berlomba-lomba untuk mempertahankan eksistensi. Sama hal nya dengan berbagai PT yang berada di Sumatera Utara. Keberhasilan suatu universitas sangat didukung oleh berbagai pihak di antaranya pimpinan, pegawai, staf pengajar dan juga mahasiswa itu sendiri.

Salah satu faktor penentu dari keberhasilan suatu universitas adalah pegawai. Hal ini disebabkan karena secara langsung mereka berinteraksi dengan para mahasiswa. Hubungan baik yang tercipta di antara kedua pihak akan membuat suasana kerja lebih nyaman dan kondusif, sehingga proses kegiatan operasional yang berlangsung dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut mendorong Safrida, SE.,M.Si., melakukan penelitian desertasi dengan topik yang membahas tentang stress kerja dan dampaknya pada kinerja tenaga kependidikan di seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Medan.

Saat mempertahankan desertasinya di hadapan Rektor UII dan Penguji dalam Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu (28/10), Safrida, SE.,M.Si., mengungkapkan bahwa dari 18 Perguruan Tinggi Swasta yang diambil datanya, terdapat 10 perguruan tinggi yang tenaga kependidikannya mengalami stress kerja. “Lebih dari 50% dari perguruan tinggi yang diambil datanya, karyawannya mengalami stress kerja. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari gaji masih di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), minimnya penghargaan bagi pegawai berprestasi, fasilitas kerja kurang memadai, dan jenjang karir yang tidak jelas.” Papar Safrida.

Selain itu, fenomena lainnya masih rendahnya kualitas kehidupan kerja pegawai, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengayaan kemampuan kerja, minimnya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri, penolakan perubahan budaya kerja, rendahnya kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi, dan masih banyaknya tenaga kependidikan yang merangkap jabatan. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu pegawai mengalami stress kerja yang kemudian membawa dampak negatif pada pekerjaannya.

Oleh karena itu, ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi acuan bagi perguruan tinggi di Medan khususnya perguruan tinggi swasta untuk memperbaiki kualitasnya dengan cara meningkatkan kualitas kehidupan kerja para pegawainya.

“Para pimpinan perguruan tinggi khususnya di Medan sebaiknya lebih memperhatikan tenaga kependidikan karena secara administratif mereka memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas universitas. Tenaga kependidikan perlu diberdayakan semaksimal mungkin melalui pembagian tugas yang jelas, peningkatan kompensasi, peningkatan perencanaan karir melalui pelatihan-pelatihan yang mendukung tahap pekerjaan mereka.” Papar Safrida.

Ia melanjutkan, pimpinan perguruan tinggi juga perlu bersikap tegas terhadap tenaga kependidikan yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tanpa melihat ada tidaknya ikatan persaudaraan. Hal tersebut mengacu fenomena dimana masih banyaknya tenaga kependidikan yang direkrut karena faktor hubungan kekeluargaan.

“Saat ini penelitian banyak dilakukan hanya kepada dosen namun mengabaikan tenaga kependidikan. Ini untuk mengubah cara pandang bahwa semua terintegrasi, sehingga mampu mewujudkan visi-misi perguruan tinggi. Dari tingkat kesulitan memang lebih sulit meneliti pegawai karena belum ada standar penilaiannya sebagaimana dosen.” Tegas Dosen di Universitas Islam Sumatera Utara tersebut.

Dengan keberhasilannya mempertahankan penelitian desertasinya, hal tersebut menghantarkannya meraih gelar Doktor di bidang ilmu ekonomi pada Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII. Ia menjadi Doktor ke-81 yang ujiannya dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia

Buku Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik ditulis sebagai tanggapan setengah rasional dan emosional akibat kejengkelan yang kelewat dalam tentang kekhawatiran masa depan peradaban Islam. Siapa tahu tulisan itu bisa menjadi separuh jawaban rasional. Sebuah harapan yang mungkin terkesan dipaksakan. Peradaban Islam yang pada masa lalu yang relatif jauh pernah tumbuh dan berkembang bahkan pernah menjadi salah satu pemegang hegemoni dunia kini sepertinya tidak memiliki masa depan, ketika itu bersama India dan Cina, Islam menjadi pengendali dunia, yang dikenal dengan sebutan Globalisasi Timur (Eastern Globalization).

Demikian itu adalah salah satu pemikiran yang ditulis oleh Suwarsono Muhammad dalam bukunya “Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik” Sabtu,23 Mei 2015 dibahas dalam acara Launching dan Bedah Buku bertempat di Aula Utara Lt 3 Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta.

Acara launching dan bedah buku tersebut diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII bekerjasama dengan penerbit Ombak. Menghadirkan pembicara  Suwarsono Muhammad sendiri selaku penulis buku yang saat ini masih bekerja sebagai Dosen di Fakultas Ekonomi UII, Prof. Dr. Faisal Ismail (Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) sebagai pembahas, dan sebagai Moderator, Dr. Zaenal Arifin, Msi.

Penulis buku yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FE (1998-2005) pada kesempatan tadi menyampaikan bahwa dengan hadirnya buku ini dapat membantu mencari jawaban mengapa Imperium Islam yang pernah berjaya pada masa lalu itu surut berkepanjangan dan kemudian runtuh, dan sepertinya belum ditemukan indikator kebangkitan yang signifikan. Termasuk didalamnya kemungkinan kesalahan yang pernah terjadi yang menjadikan keruntuhan itu seperti tidak terelakkan. Selain itu buku ini juga berusaha menemukan kembali resep-resep dan peta jalan baru yang dapat digunakan untuk membangun kembali kejayaan peradaban Islam. Prof. Faisal Ismail menilai bahwa buku ini disusun oleh penulisnya dengan Bahasa yang baik, bernas, mudah dipahami.Ide dan uraian mengalir secara sistematis, Sudah sepatutnya diberikan apresiasi tinggi kepada penulisnya.

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Alumni serta Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta, dipimpin Direktur Program Pascasarjana Ekonomi UII Dr. Zainal Mustafa EQ, MM. dan Ketua Alumni Riyanto Salyono ,SE., MM. memberikan bantuan air 15 tangki di Tempuran Kulon, Kampung Ngawen, Jumat (14/11). Bantuan secara simbolis diserahkan Dr. Zainal Mustafa EQ, MM. kepada Sekdes Kampung Lasmadi dan Ketua RT Witowiyono.

Dr. Zainal Mustafa EQ, MM. mengatakan bahwa Alumnus dan Program Pascasarjana FE UII secara spontan melakukan program pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Untuk Masyarakat Tempuran Kulon Desa Kampung sebanyak 8 tangki, sisanya 7 tangki untuk desa yang lain melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul.

Lasmadi mewakili warga menyampaikan terimakasih atas bantuan air untuk 4 RT di Dusun Tempuran Kulon. Bantuan ini sangat berharga, karena mampu mengurangi beban masyarakat. Sekalipun sudah hujan, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Masyarakat sangat berterimakasih atas bantuannya,” ujarnya.

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang berfluktuasi menuntut adanya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Kemampuan tersebut mutlak diperlukan agar SDM tersebut dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik, bermartabat dan berkarakter Islami. Kemampuan yang dimaksud meliputi pengembangan kecerdasan intelektual (Intelligent Quotient, IQ), kecerdasan emosional (Emotional Quotient, EQ), dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient, SQ).

Guna meningkatkan hal tersebut, maka Program PascaSarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (PPS FE UII), menyelenggarakan kegiatan Workshop on Soft Skill Development yang diadakan hari minggu, 10 Mei 2015 bertempat lantai 2 gedung Perpustakaan Mohamad Hatta Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5. Acara Workshop ini diikuti oleh mahasiswa PPS FE UII yang terdiri dari Program MM Angkatan 41 sebanyak 62, Program Maksi Angkatan 7 sebanyak 23, dan Program MEK Angkatan 7 sebanyak 8 mahasiswa dengan pemateri Workshop,Faizuddin Firdaus, ST., MM. (CTNLP, CNLC, CNLHt, CHt, CL), serta turut dihadiri Direktur Program PPS FE UII,  Dr. Zainal Mustafa EQ., MM., Koordinator Prodi Magister Akuntansi, Suwaldiman, SE., M.Accy., Ak., CA., CMA., Prodi Magister Ilmu Ekonomi, Drs. Achmad Tohirin, MA., Ph.D., Koordinator Magister Manajemen, Dr. Zaenal Arifin, M.Si., juga hadir dosen pembimbing antara lain, Achmad Sobirin, Drs., MBA., Ph.D., Ak., Abdul Hakim, SE., M.Ec., Ph.D., Asmai Ishak, Drs., M.Bus., Ph.D., dan dosen pembimbing lainnya.

Dalam sambutannya Dr. Zainal Mustafa EQ., MM., mengatakan bahwa Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan melengkapi pengembangan soft skill dengan menekankan kepada aspek spiritual dan emosional, sementara aspek intelektual sudah didapatkan oleh mahasiswa dalam proses perkuliahan. Workshop ini disamping memberikan bekal pengembangan soft skill dan juga pembekalan untuk penyelesaian tugas akhir dalam bentuk penulisan tesis serta membangun persaudaraan dan kebersamaan sesama mahasiswa/alumni Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (PPS FE UII).

Tema Workshop yang diadakan kali ini tentang “ Self Spiritual Leadership” yang disampaikan oleh Faizuddin Firdaus, ST., MM., tentang bagaimana merubah pola pikir (mindset) mahasiswa yang cenderung berburuk sangka menjadi berpikiran yang positif (positif thinking) sesuai Hadits QudsiAku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-KU”, di sini mahasiswa diajarkan bagaimana menjauhi  kegagalan dalam menyelesaikan tesis dengan berpikir positif, bahwa Allah SWT pasti akan memberikan yang terbaik dengan tetap bersyukur kepadaNya sehingga bisa mencapai kesuksesan. Pada akhir acara mahasiswa dipertemukan dengan para dosen pembimbingnya, pada sesi ini dosen pembimbing memberikan solusi untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tesisnya,  sehingga dengan adanya acara ini mahasiswa lebih termotivasi untuk segera menyelesaikan tesis dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

 

Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjary melakukan kunjungan ke Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII, pada selasa, 22 Rabiul Awal 1436 H/ 13 Januari 2015. Rombongan UNISKA terdiri dari 5 dosen, 2 staf dan 41 mahasiswa Magister Manajemen (MM) yang  dipimpin oleh ketua Program Magister Manajemen, Dr. HM. Zaenul, SE.,MM. didampingi Sekretaris Program MM, Dr. H. Sulastini, SE., M.Si. dan kepala lembaga pengkajian akademik, Dr. HM. Alfani, SE., M.Si.

Rombongan diterima oleh Direktur PPS FE UII, Dr. Zainal Mustofa El Qodri, MM., diruang 1/3 Gedung Prof. Ace Partadiredja, kampus FE UII, Condongcatur. Turut menyambut rombongan Sekretaris PPS FE UII, Dra. Erna Hidayah,  M.Si., Koordinator Program MM PPS FE UII, Dr. Zaenal Arifin, M.Si., serta Abdul Hakim, SE., M.Ec., Ph.D dan Drs. Achmad Tohirin, MA., Ph.D.

UNISKA merupakan perguruan tinggi swasta tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan yang berdiri pada tahun 1981 sehingga menjadi barometer kemajuan perguruan tinggi swasta di wilayah Kalimantan. Meskipun demikian, Program MM UNISKA baru memasuki tahun ketiga, sehingga perlu belajar dan menggali informasi dari perguruan tinggi lain yang lebih maju. Dalam kunjungan ini UNISKA ingin melihat lebih dekat tata kelola Pascasarjana FE UII yang nantinya bias dijadikan referensi dalam mengelola Program MM UNISKA. Ke depan diharapkan ada upaya-upaya kerjasama di bidang catur dharma perguruan tinggi atau lainnya. Adanya program S3 di Pascasarjana FE UII juga merupakan peluang bagi dosen UNISKA yang berminat melanjutkan program doctor di PPS FE UII.

Menurut HM. Zaenul, tujuan lain dari kunjungannya adalah untuk mewujudkan keinginan mahasiswa Program MM UNISKA mencari referensi ke Perpustakaan Pascasarjana FE UII, ia berharap PPS FE UII akan melakukan kunjungan balasan ke Banjarmasin.