
Wakil Rektor I UII, Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa maksud kegiatan workshop penulisan artikel ilmiah ini merupakan salah satu bentuk fasilitasi UII dalam programearly career development. Dalam mengembangkan awal karirnya, para dosen muda UII diperlukan adanya pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya dalam membuat karya akademik, salah satu karya ilmiah yang menjadi tuntutan dalam mengembangkan karir akademiknya adalah dengan membuat artikel ilmiah yang kemudian dipublikasikan ke dalam Jurnal.
Selain itu, guna menunjang karir dosen UII Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA menghimbau kepada seluruh dosen untuk dapat berpartisipasi aktif di pusat-pusat studi sesuai dengan prodi masing-masing. Menurutnya, Pusat studi merupakan salah satu wadah yang tepat dalam mengembangkan karir sebagai tenaga pendidik di lingkungan UII. Hal ini dilakukan supaya adanya kerjasama yang tersistem dan tidak individual.
Sebagai pembicara pada workshop kali ini adalah Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Sosial Humaniora yaitu bapak Dr. Jaka Sriyana. Sebagai pembicara pertama, Prof. Akhmad Fauzy,S.Si., M.Si., Ph.D menyampaikan tentang teknis penyiapan dan penyusunan artikel pada jurnal terakreditasi. Sedangkan Dr. Jaka Sriyana banyak menajelaskan tentang sistematika penulisan artikel ilmiah Jurnal terakreditasi. Kedua pembicara secara langsung mendorong kepada semua dosen untuk segera melakukan penelitian dan kemudian mempublikasikannya dalam bentuk artikel untuk dimuat dalam jurnal.
Kegiatan workshop berlangsung aktif dengan banyaknya dosen yang bertanya dalam forum diskusi. Direktorat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selaku lembaga yang banyak berkecimpung dalam hal penelitian memiliki optimisme yang tinggi dengan potensi yang dimiliki para dosen muda UII. Dengan diselenggarakannya Workshop penulisan artikel ilmiah ini diharapkan para dosen UII dapat lebih banyak membuat karya dengan cara meneliti dan kemudian dapat dipublikasikan dalam Jurnal.
Sumber Berita: Direktorat Humas UII


Para pendiri UII yang merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan bangsa memiliki harapan agar UII menjadi pencetak insan ulil albab, yakni generasi cendekiawan Muslim yang memiliki keselarasan antara kecerdasan dan akhlak yang mulia untuk mengisi kemerdekaan. Pada tahun akademik 2014/2015 ini UII menyambut sebanyak 6.441 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai fakultas untuk mengikuti kuliah perdana sebagai langkah awal mereka berproses menjadi insan ulil albab, pada Senin (1/9) di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir. Sebanyak kurang lebih 1.600 diantaranya merupakan mahasiswa baru yang berasal dari Fakultas Ekonomi.
Sebanyak 50 mahasiswa yang didampangi oleh 5 dosen Fakultas Ekonomi Universitas Musi Rawas (UNMURA) mengunjungi berkunjung ke Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat (15/8) dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan. Fakultas Ekonomi UII sendiri merupakan salah satu destinasi dari serangkaian kunjungan yang dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa UNMURA dalam bidang ilmu Akuntansi, ungkap Kusnadi Yudha Wiguna, S.E. selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNMURA sekaligus pimpinan rombongan.
Syawalan atau halal bi halal merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat muslim di bulan syawal dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga yang dilakukan oleh ratusan keluarga besar Fakultas Ekonomi UII yang hadir dalam acara Syawalan Keluarga Besar FE UII pada Sabtu, 9 Agustus 2014 bertepatan dengan 13 syawal 1435 H. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen, karyawan, pensiunan pegawai beserta keluarga, dan perwakilan rekanan Fakultas Ekonomi UII.
Seseorang yang sakit tidak diperbolehkan untuk berpuasa karena akan memperparah sakitnya hanyalah mitos semata, karena pada kenyataanya puasa dapat menyehatkan tubuh manusia dan bahkan menyembuhkan penyakit, sehingga puasa justru disarankan untuk orang yang sakit. Demikian sedikit dari isi tausiyah dalam acara pengajian dan buka bersama keluarga besar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia yang diadakan pada Rabu (16/7).
Islam dengan segala aturan syariahnya pada dasarnya bertujuan menjamin lima hal pokok dalam kehidupan manusia. Kelima tujuan yang sering disebut dengan Maqasid al-Shariatersebut yaitu agama, kehidupan, keturunan, intelektualitas, dan kepemilikan individu. Di era modern, kelima tujuan ini kembali diterjemahkan oleh para cendekiawan Muslim dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam bidang pembangunan sosial-ekonomi. Hal ini dipandang penting guna mengangkat derajat kesejahteraan komunitas Muslim di berbagai negara yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Indeks pembangunan sosial ekonomi berbasis Maqasid al-Sharia dianggap lebih cocok dalam menjawab tantangan di tengah komunitas Muslim.
Hari Rabu (16/7), bertempat di Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia telah melaksanakan pemilihan sekretaris program untuk semua Program di tingkat Fakultas. Pe
Djati menjelaskan bahwa hasil pemungutan suara tersebut akan dikirimkan ke universitas. Menurutnya, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pelantikan Ketua Program dan Sekretaris Program terpilih pada masing-masing program akan dilantik, namun demikian diyakini Ketua Program dan Sekretaris Program terpilih akan dilantik oleh Rektor pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1435 H, yakni sekitar bulan Agustus untuk menjalankan amanah selama empat tahun yang akan datang.
Keberadaan akuntan publik saat ini telah menjadi sebuah keniscaayaan, dimana hampir disemua bentuk aktivitas membutuhkannya. Kondisi ini sangat terbalik bila melihat bagaimana masih terbatasnya jumlah akuntan publik di Indonesia, begitu juga dengan keberadaan kantor akuntan publik yang jumlahnya juga masih sangatlah kecil.
Senada, Ketua IAPI Tarko Sunaryo, CPA., mengatakan keberadaan profesi akuntan publik sangatlah penting dan bahkan menurutnya haruslah ada. Di Indonesia sendiri mulai dari Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, Pemilihan Kepala Daerah sampai dengan emiten memerlukan jasa dari profesi akuntan publik. Kebutuhan akan keberadaan profesi akuntan publik yang begitu besar menurutnya merupakan peluang, terlebih akan diberlakukannya Asean Economic Community sehingga pasar juga semakin luas.