IMG_2161ERP (Axapta, Oracle ERP, dan SAP) adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan proses setiap line dalam manajemen perusahaan secara transparansi dan memiliki akuntabilitas yang cukup tinggi. Sistem yang mampu meminimalisasi silo dalam setiap unit bisnis dalam suatu perusahaan. Hal tersebut menjadi dasar perusahaan agar mampu mengikuti perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompetitif.  Salah satu pengguna dari sistem ini merupakan perusahaan BUMN terkemuka yaitu Garuda Indonesia Tbk. Ibarat roda yang terus berputar saat ini Garuda sedang berada pada posisi teratas pada rotasi tersebut.  Hal ini dapat dicapai bukan karena berputar sendiri roda tersebut melainkan karena diputar oleh manajemen yang saling terintegrasi. Sehingga, wajar jika Garuda Indonesia Tbk sangat menikmati posisi saat ini.

Prodi Manajemen Universitas Islam Indonesia mengadakan kegiatan rutin yaitu Studium Generale yang pada kesempatan kali ini mengundang salah satu praktisi dari Garuda Indonesia Tbk. yaitu Darma Setiawan (IT ERP Analyst PT. Garuda Indonesia Tbk.). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 06 Desember 2014. Kegiatan ini dibuka oleh Siti Nursyamsiah (Sekretaris Prodi Manajemen FE UII). Beliau mengatakan, “Banyak perusahaan yang mengimplementasi ERP sehingga FE UII memasukkan ERP kedalam kurikulum perkuliahan (ERP-SAP)”. Moderator pada acara ini adalah Arif Singapurwoko (Direktur ERP-SAP Prodi Manajemen FE UII).

IMG_2193Bahasan tentang ERP tentunya sangat menarik jika melihat perkembangan lingkungan bisnis saat ini, hal ini yang sedikit dibawakan oleh Darma Setiawan dalam Studium Generale kali ini. Beliau menjelaskan bagaimana Teknologi Informasi dan Transformasi Budaya Kerja setelah penerapan ERP-SAP pada Garuda Indonesia Tbk. Bermula dari Pramugara beliau secara berkelanjutan menjabat sebagai SAP Analyst khususnya pada bidang Human Capital (HC) Analyst. “ERP sangat penting bagi perusahaan dalam kondisi global saat ini, mulai dari modul lengkap yang terintegrasi, hingga mampu membuat perusahaan sangat adaptif”, sedikit pernyataan dari beliau. Selain itu mengapa Studium Generale kali ini sangat menarik untuk diikuti oleh mahasiswa adalah ERP-SAP memberikan kesempatan bagi fresh graduate akan kebutuhan SDM SAP di Indonesia mencapai 20.000 tenaga kerja per tahunnya.

Diakhir acara beliau sedikit banyak membahas tentang praktik penggunaan modul SAP-HC pada Garuda Indonesia Tbk. Contoh produk yang dihasilkan seperti memudahkan rekrutmen pegawai dengan e-recruitment, HC Online (Cuti bagi pegawai), Performance Management dan sebagainya. Kemampuan Garuda Indonesia Tbk dalam mengimplementasikan ERP-SAP menjadi kunci sukses dalam capaian menjadi no.1 dalam Global Team. Menyambung dengan kepentingan mahasiswa, diharapkan mampu untuk memiliki kompetensi dalam bidang ERP-SAP dengan semakin banyaknya peluang akan kebutuhan profesional ERP-SAP di Indonesia.

PPE FE UIIBerdasarkan berbagai analisis, dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia masih relatif kurang persiapan apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, padahal kekuatan ekonomi nasional Indonesia mencapai 37% dari total kekuatan ekonomi negara-negara ASEAN-10. Tentu hal ini akan berdampak kurang baik bagi perekonomian, sehingga diperlukan adanya kebijakan pemerintah yang mampu mendorong optimisme masyarakat agar tercipta kekuatan ekonomi Indonesia yang solid.

Beberapa diskusi mengenai hal ini sudah banyak dilakukan, seperti halnya diskusi yang bertemakan “Evaluasi Akhir Tahun 2014 dan Prospek Ekonomi Indonesia Kedepan” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Ekonomi (PPE) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) bekerjasama dengan ISEI Yogyakarta pada hari ini (9/12) bertempat di Rumah Makan Padang Sederhana Jln Kaliurang Yogyakarta.

Tampak hadir sebagai pembicara yaitu Ketua APTISI Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Direktur Program Magister Ekonomika Pembangunan UGM Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc. Ph.D., Kepala Pusat Penelitian Sosial UII Jaka Sriyana, M.Si, Ph.D, dan Dosen FE UII Dr. Eko Atmadji, M.Ec. Selain pembicara yang hadir, diskusi tersebut diikuti oleh Pengurus dan anggota ISEI Cabang Yogyakarta, Staf pengajar FE UII serta Wartawan Media Cetak dan Elektronik.

Disampaikan oleh Edi Suandi Hamid dalam materinya bahwa perekonomian Indonesia pada 2015 nanti tidak akan naik secara spektakuler, bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah karena situasi politik yang masih sangat belum stabil. Hal senada juga diungkapkan oleh Lincolin Arsyad, namun lebih mengerucut kearah kondisi ekonomi terkini di Yogyakarta.

Materi selanjutnya berkaitan dengan APBN dan Stabilisasi Ekonomi Tahun 2015 yang disampiakan oleh Jaka Sriyana, dan Eko Atmadji yang mendapat kesempatan membahas kemandirian energi di Indonesia. Perlu diketahui bahwa tujuan dari diskusi ini tidak lain adalah sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari para ekonom untuk memberikan pencerahan isu-isu aktual dan sekaligus sosialisasi masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015 kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik.

Hendi Yogi PrabowoCivitas akademika Universitas Islam Indonesia kembali menunjukkan prestasinya. Salah satu dosen Prodi Akuntansi UII, Hendi Yogi Prabowo, SE, M.For.Acc., Ph.D memperoleh beasiswa post doctoral di Australia. Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan doktor dan kemudian ingin memperdalam keahliannya dalam bidang ilmu tertentu. Hendi meraih Endeavour Scholarship and Fellowship yang merupakan skema beasiswa dari pemerintah Australia.

Saat diwawancarai oleh Humas Marcomm FE UII, Hendi mengatakan bahwa untuk memperoleh beasiswa tersebut tidaklah mudah. Ia harus melalui rangkaian proses pendaftaran dan seleksi yang sangat ketat. “Pola seleksi ini tidak face-to-face, tidak seperti program yang lain. Jadi hanya sekedar seleksi administratif dan seleksi yang lain yang tidak mengharuskan yang bersangkutan tatap muka dengan yang diseleksi”, tutur  doktor di bidang akuntansi forensik ini.

Pola seleksi yang dilaksanakan secara jarak jauh dan hanya melalui e-mail menjadi hambatan tersendiri yang cukup sulit dan harus dijalaninya. Meski ada hambatan, namun tak menyurutkan niat dan usaha Hendi untuk memperoleh beasiswa tersebut. Terbukti, dari dua ribuan pendaftar yang ingin mengambil beasiswa tersebut di seluruh dunia, ia termasuk dalam 240 peserta yang terpilih untuk mendapatkan beasiswa ini. Dari total 240 penerima beasiswa post doctoral tahun ini, hanya ada 5 peserta dari Indonesia yang terpilih.

Hendi Yogi Prabowo akan menempuh program post doctoral-nya pada bulan Februari hingga Juni 2015 di University of Wollongong, Australia. Universitas yang sama dimana dulu ia menempuh pendidikan S2 dan S3 di bidang akuntansi forensik. Ia pun berencana untuk memperdalam keahliannya di bidang Audit Forensik. “Saya memilih konsentrasi pada Audit Forensik karena memang sesuai dan sejalur dengan latar belakang pendidikan saya sebelumnya”, paparnya.

Seiring dengan bertambahnya prestasi para civitas akademikanya, semakin membuktikan komitmen UII untuk terus melakukan upaya bekelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan. UII mendorong setiap dosen untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuannya, sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di UII menjadi lebih baik lagi.

2014.12.02. uii selenggarakan odiexPerkembangan arus globalisasi dan teknologi informasi menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya mampu menghasilkan lulusan terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam era persaingan yang semakin ketat dan terbuka, perguruan tinggi didorong lebih proaktif mengembangkan penelitian dan memperkuat ragam produk inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Selain itu, perguruan tinggi juga berperan penting menjadi ruang edukasi yang tidak hanya terbatas bagi civitas akademika, namun juga bagi masyarakat luas.

Demikian disampaikan Sigit Pamungkas, Kepala Divisi Pemasaran dan Admisi Universitas Islam Indonesia (UII), berkenaan akan diselenggarakannya UII Open Day & Innovation Expo (ODIEX) 8-11 Desember 2014 di Kampus Terpadu UII, dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Prof. Ace Partadiredja, Kampus FE UII, Selasa (2/12). “Didorong semangat tersebut, UII ODIEX digelar untuk menampilkan berbagai produk inovasi hasil karya civitas akademika UII,” ungkap Sigit yang juga menjadi Ketua Panitia UII ODIEX 2014.

Dikatakan, beberapa hasil karya inovasi yang akan dipamerkan di antaranya adalah mobil listrik karya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Inovasi ini memiliki kelebihan dibandingan dengan mobil listrik lain yaitu kendali utamanya menggunakan sistem operasi Android yang saat ini banyak digunakan untuk smartphone. Turut dipamerkan inovasi lainnya seperti Mobile Shelter, Alat Permainan Edukatif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus, Aplikasi Celengan Limbah (CELI) yang menjuarai OSN Pertamina, dan berbagai hasil karya inovasi lainnya.

“Semua hasil inovasi yang dipamerkan merupakan karya penelitian yang dimiliki oleh seluruh fakultas dan program studi. Untuk mendukung pameran tersebut juga akan digelar stan expo kewirausahaan mahasiswa, mitra industri dan desa binaan UII” ungkap Sigit.

Ditambahkan Sigit Pamungkas, berbagai kegiatan pendukung telah disiapkan untuk menyemarakkan pelaksanaan pameran inovasi dan Open Day. Beberapa di antaranya seperti bursa kerja (job fair), panggung kreasi seni, konferensi akademik, hingga seminar nasional. “Kegiatan pendukung lainnya yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas adalah konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bersama Rumah Sakit JIH selama UII ODIEX 2014 berlangsung” ungkap Sigit menutup acara jumpa pers.

Sementara itu, Direktur Direktorat Humas UII Hangga Fathana menyampaikan, selain pameran karya inovasi juga akan diselenggarakan Open Day berupa stan informasi pendidikan UII. “Open Day memberikan kesempatan bagi masyarakat umum mengenal lebih dekat keunggulan UII melalui konsultasi studi semua program studi, hingga kunjungan ke museum UII dan candi kimpulan”, ungkap Hangga.

Ditambahkan, selama UII ODIEX 2014 berlangsung juga akan diselenggarakan open course dimana masyarakat umum dan calon mahasiswa dapat ikut hadir dalam kelas-kelas kuliah maupun praktik laboratorium berbagai program studi yang telah dijadwalkan. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab UII sebagai ruang edukasi bagi publik. Melalui open course kami berharap masyarakat luas dapat menyaksikan langsung kualitas pendidikan dan pengajaran yang dimiliki oleh UII,” kata Hangga.

Diskusi Panel P3EIPertumbuhan perbankan syariah sampai dengan kuartal ke-IV tahun 2014 ini menunjukkan tren yang sangat positif, produk-produknya sudah mulai diminati masyarakat. Seiring dengan perkembangan tersebut, perbankan syariah menghadapi masalah yang tidak sedikit, yang paling penting adalah implementasi syariahnya masih banyak diragukan masayarakat, terutama terkait dengan aspek kesyariahannya, apakah sudah sesuai dengan syariah atau belum.

Permasalahan itulah yang kemudian diangkat oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) UII dalam sebuah diskusi panel bertajuk “Dilema Implementasi Produk Syariah di Perbankan Syariah” yang dilaksanakan di Fakultas Ukonomi (FE) UII pada hari ini (2/12). Dalam pelaksanaannya P3EI bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) wilayah Yogyakarta.

Tampak hadir pada acara diskusi tersebut Dekan FE UII Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si., Direktur P3EI Drs. Agus Widarjono, MA., dan ketua IAEI Yogyakarta Prof. Dr. Mashudi Moqorrobin, serta beberapa peserta diskusi dari kalangan akademisi dan praktisi perbankan syariah.

Agus Harjito menyampaikan dalam sambutan pembukaannya bahwa diskusi yang seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan perbankan syariah di Indonesia. “Barangkali permasalahan yang timbul diperbankan syariah itu bisa dikupas dari berbagai macam perspektif, tentunya melalui pembahasan dari para pemateri yang sudah hadir”, ungkapnya.

Ditambahkan oleh Agus Widarjono bahwa dengan adanya diskusi ini, kedepan diharapkan perkembangan syariah yang sudah tumbuh pesat mampu terus mempertahankan reputasinya dan berjalan pada rel yang sepatutnya. Disisi lain diskusi ini juga diharapkan mampu memberikan solusi konkrit terkait dengan permasalahan perbankan syariah yang ada saat ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mashudi Muqorrobin, namun Beliau lebih menekankan pada peran IAEI di Indonesia dan khususnya di wilayah Yogyakarta. Sebagai sebuah organisasi perkumpulan bagi para ahli ekonomi islam, IAEI terus berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia. “Kami saat ini sedang berupaya untuk menggagas dan menyusun konsep kurikulum pendidikan dasar dan menengah berkaitan dengan ekonomi Islam, dan itu sudah didukung oleh pemerintah”, paparnya.

prodi akuntansiDiberlakukannya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014 telah menimbulkan persoalan tersendiri, dimana sampai dengan saat ini pemerintah belum juga menerbitkan Peraturan Pemerintah yang menjadi pedoman untuk mengatur Keuangan Desa seperti yang diamanatkan pada beberapa pasal dalam undang-undang tersebut.

Dengan pengesahan tersebut, pemerintah setidaknya telah menyiapkan 10 persen anggaran dari APBN atau sekitar Rp. 104,6 triliun untuk dibagikan kepada sekitar 72.000 desa. Sehingga setiap desa diperkirakan akan memperoleh anggaran Rp. 1,4 miliar per tahun. Namun demikian, muncul kekhawatiran bila kemampuan financial desa tanpa didukung dengan peningkatan kompetensi pengelolanya akan berdampak pada banyaknya pejabat desa yang masuk penjara karena dianggap melakukan tindak korupsi.

Berlatarbelakang persoalan tersebut, Prodi Akuntansi UII merasasa terpanggil untuk turut membantu meningkatkan kompetensi dan ketrampilan SDM desa melaui pelatihan Akuntansi bagi para pejabat desa di beberapa kabupaten. Seperti diungkapkan Noor Endah Cahyawati selaku ketua kegiatan dalam rangka memperingati Lustrum ke-7 Prodi Akuntansi UII, pada Selasa (2/12), di Gedung Prof. Ace Partadiredja, Kampus FE UII,

“Sebagai langkah awal, rencananya pada tanggal 25 Desember 2014, akan dilangsungkan penandatanganan naskah MoU antara Prodi Akuntansi UII dengan 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Musirawas, Lampung dan Kotamadya Salatiga,” paparnya.

Diunkapkan Noor Endah, dalam kesempatan tersebut juga akan dirancang beberapa langkah berkenaan pembinaan SDM khususnya mengenai Akuntansi sektor public mencakup perencanaan anggaran, proses penggunaan anggaran dan pertanggung jawabannya sesuai dengan UU No.6 Tahun 2014.

Ditambahkan Noor Endah , selain diisi dengan kegiatan pelatihan Akuntansi bagi para pejabat desa, dalam lustrum ke-7 ini Prodi Akuntansi UII juga akan menggelar acara bertema Bina Networking. Acara ini ditujukan kepada para alumni Prodi Akuntansi yang saat ini telah tersebar di berbagai tempat dan bermacam profesi, baik di level nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menarik kehadiran alumni sejak angkatan 1980 untuk kembali kekampus.

“Dalam acara Bina Networking ini akan dilaksanakan dalam beberapa kegiatan, diantaranya kegiatan kuliah umum dari alumni, temu kangen alumni, pembagian sembako kepada lingkungan sekitar serta seminar tasawuf dan etos kerja,” ungkap Noor Endah.

2014.11.22.pelantikan ikad3 (2)Keberadaan organisasi ikatan alumni di sebuah lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi dinilai sangat penting. Selain menjadi media silaturrahmi dan komunikasi di antara para alumni, ikatan alumni juga berfungsi menghimpun potensi-potensi yang dimiliki oleh para alumni yang dapat diarahkan bagi kemajuan baik fakultas maupun prodi. Dengan mendapat perhatian dan dirangkul untuk bergabung dalam ikatan alumni, mereka pun merasa dihargai sehingga akan memberikan kontribusinya bagi almamater yang dicintainya. Fungsi-fungsi inilah yang menyebabkan organisasi tersebut layak disebut sebagai wadah pemersatu para alumni usai menamatkan pendidikan formal di kampus.

Sebagaimana tergambar dalam acara pelantikan pengurus Ikatan Alumni Diploma Tiga (IKAD3), Fakultas Ekonomi UII yang diadakan di Gedung D3 FE UII, Sabtu (22/11). IKAD3 merupakan wadah bagi para alumni program D3 FE UII yang berasal dari berbagai jurusan dan angkatan seperti Akuntansi, Perbankan, dan Manajemen yang dihimpun sejak program ini pertama kali meluluskan mahasiswa. Hingga saat ini, tercatat Program D3 FE UII telah meluluskan mahasiswa sebanyak 2.645 orang yang tersebar di berbagai bidang lapangan kerja. Pembentukan IKAD3 sendiri baru pertama kali diinisiasi pada tahun ini sehingga ini merupakan kepengurusan pertama atau pioneer yang membidani lahirnya organisasi tersebut.

Terpilih sebagai Ketua IKAD3 FE UII yang baru saja dilantik adalah Arif Santoso, alumni D3 Akuntansi tahun 1998, sedangkan Wakil Sekretaris diamanahkan kepada Muzariyantomi, alumni D3 Manajamen 1998, Sekretaris dijabat oleh Mono Nanang, Manajemen 1999 dan posisi Bendahara dipegang oleh Rahmi Inayati, Akuntansi 1999. Susunan kepengurusan ini diagendakan memiliki masa kerja selama 3 tahun.

Arif Santoso dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kontribusi para panitia inti yang telah bekerja secara intens untuk menginisiasi pembentukan IKAD3 FE UII. ”Tidak mudah menyatukan teman-teman alumni yang sekarang sudah sangat sibuk dengan urusannya masing-masing, namun alhamdulillah semuanya dapat terwujud”, ungkapnya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa kepengurusan pertama ini sebagai pondasi yang dapat dijadikan pijakan bagi aktivitas organisasi di tahun-tahun berikutnya. Hal tersebut juga diamini oleh Wakil Ketua, Muzariyantomi yang berharap agar IKAD3 FE UII segera fokus melaksanakan beberapa program kerja rintisan. Beberapa proker yang ingin segera digulirkan, seperti membangun database alumni D3 FE UII dan membentuk koperasi sebagai wadah aktivitas ekonomi anggota.

Sementara Ketua Program D3 FE UII, Dra. Nur Fauziah, MM selain mengapresiasi kerja keras panitia, juga menggarisbawahi peran ikatan alumni dalam memperkuat akreditasi prodi. ”Ke depan semoga susunan kepengurusan IKAD3 dapat menjangkau hingga tingkat prodi yang ada di lingkungan D3 FE UII sehingga turut berkontribusi ketika dilakukan akreditasi”, pungkasnya.

Forum Manajemen Indonesia (FMI) merupakan wadah bagi akademisi, ilmuwan, dan peneliti untuk saling membagi pengetahuan dan fenomena atau temuan baru mengenai bidang ilmu manajemen melalui presentasi hasil-hasil penelitian. Forum yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi para dosen di bidang ekonomi, khususnya  manajemen ini merupakan penyelenggaraan yang keenam kalinya, setelah dua tahun sebelumnya Prodi. Manajemen FE UII juga pernah menjadi tuan rumah acara tersebut.

P_20141112_210540_HDR-webPada acara yang bertajuk Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema Entrepreneurial Management ini digelar di Grand Aston City Hall Medan (12/11). Prodi. Manajemen dan Program Magister Manajemen mengirimkan masing-masing 13 dosen dan 6 dosen untuk menjadi pemakalah dari 28 paper hasil penelitian yang telah para dosen lakukan sebelumnya. Menurut Sekretaris Prodi. Manajemen, Dra. Siti Nursyamsiah, MM., jumlah dosen yang mengikuti FMI pada tahun 2014 ini meningkat dan sekaligus terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. “Selain terjadi peningkatan pada jumlah dosen yang menjadi pemakalah, peningkatan juga terjadi pada jumlah paper yang dikirim, dimana merupakan jumlah terbanyak yang pernah dikirim oleh dosen manajemen dari Fakultas Ekonomi”, terang Nursyamsiah. Selain itu, menurut Nursyamsiah, UII secara khusus mendapatkan apresiasi dari FMI pusat dalam acara Gala Dinner sebagai salah satu dari 3 Perguruan Tinggi yang paling banyak mengirimkan dosen dan paper pada FMI 6 kali ini. “Acara ini tidak hanya diikuti oleh dosen manajemen FE UII saja, tapi juga ada 1 orang alumni yang ikut menjadi pemakalah, yakni Faaza Fakhrunnas”, Nursyamsiah menambahkan. Menurutnya, mahasiswa maupun alumni yang mengikuti call for paper dengan membawa nama UII perlu dipertimbangkan untuk difasilitasi di masa yang akan datang untuk meningkatkan kualitas alumni maupun untuk menjaring bibit-bibit calon dosen.

Pada sesi pengumuman penghargaan Best Paper saat Gala Dinner berlangsung, salah satu dosen Manajemen yakni Drs. Achmad Sobirin, MBA., Ph.D. yang mempresentasikan paper berjudul “Kecocokan Strategi Dengan Budaya : Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan” meraih penghargaan tersebut. “Penghargaan ini adalah yang kedua kalinya secara berturut-turut, semoga dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya, khususnya dosen manajemen Fakultas Ekonomi UII”, pesan Sobirin setelah menerima penghargaan Best Paper.

Menurut Ketua Prodi. Manajemen, Dr. Drs. Sutrisno, MM., FMI merupakan forum milik dosen-dosen bidang manajemen, sehingga beliau mengajak para dosen manajemen untuk selalu ikut berpartisipasi sebagai pemakalah di forum tersebut pada waktu-waktu yang akan datang. “Saya mengharap di tahun yang akan datang kembali terjadi peningkatan jumlah dosen yang menjadi pemakalah Forum Manajemen Indonesia, targetnya lebih dari 20 orang dosen dapat mempresentasikan hasil penelitiannya pada tahun depan”, tutup Sutrisno.

 

DSC_0068Topik ini menjadi bahasan utama dalam kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Divisi Pemasaran dan Admisi, Direktorat Pemasaran, Kerjasama dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia. Workshop yang bertajuk “Optimalisasi Digital Marketing & Public Relations dalam Komunikasi Pemasaran Perguruan Tinggi” ini diselenggarakan pada hari Sabtu (15/11) di Gedung Mohammad Hatta, Perpustakaan Pusat Universitas Islam Indonesia. Acara pelatihan yang diikuti oleh perwakilan dosen, staf dan mahasiswa anggota tim promosi fakultas dimulai pada pukul 08.30 WIB dan resmi dibuka oleh Wakil Rektor III, Dr. Abdul Jamil, SH, MH.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa sebesar apapun suatu institusi harus terus melaksanakan program komunikasi pemasaran, diantaranya dengan meningkatkan peran humas dan mengoptimalkan strategi pemasaran digital. Ia juga menegaskan tentang pentingnya memiliki koordinasi yang terpadu dalam menjalankan program komunikasi pemasaran di UII. “Setiap fakultas nantinya akan memiliki unit atau tim yang secara khusus melaksanakan fungsi humas dan pemasaran dan akan berkoordinasi dengan Dithumas dan DPKA yang ada di universitas,” terang Dr. Abdul Jamil.

Workshop kali ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Dimas Novriandi (General Manager XM Gravity Indonesia), Hangga Fathana SIP, BIntSt, MA (Direktur Humas UII), dan Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch, Ph.D (Direktur International Program UII).

Dimas Novriandi menjelaskan tentang konsep pemasaran digital dan berbagai indikator penting untuk mengukur efektifitas strategi pemasaran digital yang dijalankan oleh suatu institusi. “Semakin banyak orang yang mengakses media sosial setiap harinya, sehingga pemasaran digital, khususnya melalui sosial media menjadi penting untuk menjalin kedekatan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya”, papar Dimas, yang juga merupakan alumni UII angkatan 1999 dan kini memimpin perusahaan konsultan pemasaran digital terbesar di Indonesia.

Sementara narasumber kedua, Hangga Fathana, menyampaikan paparan mengenai peran hubungan masyarakat dan rencana pengembangan fungsi humas terpadu di UII. Narasumber yang terakhir, Wiryono Raharjo, membahas tentang pentingnya bagi tim promosi untuk memahami product knowledge UII secara menyeluruh dan bagaimana perguruan tinggi, khususnya UII, harus bersiap untuk menghadapi tantangan globalisasi pendidikan.

Kepala Divisi Pemasaran dan Admisi, Sigit Pamungkas, SE, MCom dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini merupakan salah satu program kerja DPKA untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan tim promosi di lingkungan UII. “Nantinya akan ada koordinasi rutin dan lebih banyak program capacity building yang akan kita adakan untuk tim komunikasi pemasaran UII. Kegiatan semacam ini penting untuk menguatkan koordinasi dan meningkatkan kesiapan kita dalam melaksanakan komunikasi pemasaran yang terpadu”, terang Sigit.

IMG_0056Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) kembali menerima kunjungan dari SMA Negeri 2 Kota Sukabumi pada hari Kamis (13/11) di Kampus Fakultas Ekonomi UII, Gedung Prof. Dr. Ace Partadiredja, Condongcatur. Rombongan tamu yang terdiri dari 45 siswa-siswi dan didampingi 3 guru pendamping diterima oleh Tim Pemasaran dan Komunikasi di Aula Utara. Acara kunjungan kampus ini disambut langsung oleh Drs. Suharto M.Si selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan FE UII menyampaikan beberapa informasi terkait perkembangan Fakultas Ekonomi UII. Selain itu, Drs. Suharto, M.Si juga mengingatkan siswa-siswi tentang bagaimana mereka harus belajar dengan giat untuk mempersiapkan dirinya untuk menghadapi tantangan karir yang akan mereka hadapi di masa depan. “Kita harus meningkatkan strategi agar bisa siap bersaing dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Tidak hanya bekal pendidikan saja yang diperlukan, tetapi juga pembentukan karakter menjadi penting sebagai bekal pembangunan jati diri bangsa”, pesan Suharto.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh pihak SMA Negeri 2 Kota Sukabumi, Tajul Ariefin. Sebagai perwakilan rombongan sekolah ia menyampaikan harapan agar siswa-siswi SMA N 2 Kota Sukabumi mendapatkan informasi mengenai Universitas Islam Indonesia dan  nantinya dapat terjalin hubungan yang berkesinambungan dengan siswa-siswi SMA N 2 Kota Sukabumi supaya mereka bisa menimba ilmu di Universitas Islam Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sigit Pamungkas, SE, M.Com, dosen Prodi Akuntansi yang sekaligus Wakil Ketua Tim Pemasaran dan Komunikasi FE UII. Sigit menyampaikan berbagai informasi tentang UII, khususnya tentang Fakultas Ekonomi. Ia memaparkan tentang pilihan program studi yang tersedia dan masing-masing keunggulannya, serta menjelaskan sistem penerimaan mahasiswa baru. Rombongan yang mengikuti acara kunjungan kampus ini terlihat sangat antusias sehingga tidak sedikit siswa-siswi yang bertanya dan ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai dunia perguruan tinggi, khususnya tentang UII.

Kunjungan kampus ini diakhiri dengan acara tur kampus yang dipandu oleh mahasiswa-mahasiswi anggota Tim Pemasaran dan Komunikasi FE UII. Rombongan diajak berkeliling untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas yang ada di kampus Fakultas Ekonomi. Acara kunjungan kampus ini merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh Tim Pemasaran dan Komunikasi.