Blank NewsPanitia seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UII kembali membuka pendaftaran untuk tahun akademik 2016/2017. Seperti pelaksanaan tahun sebelumnya, terdapat tiga pola seleksi yang dapat dipilih oleh para pendaftar yakni Computer Based Test (CBT),Paper Based Test (PBT) serta Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB).

Adapun jumlah keseluruhan Program Studi (Prodi) yang ditawarkan pada seleksi tahun ini berjumlah 33 Prodi, dengan rincian 29 Prodi pada jenjang S1 dan 4 Prodi lainnya pada jenjang D3. Khusus untuk Prodi S1 Pendidikan Dokter pelaksanaan pola seleksi hanya melalui jalur PBT dan PSB.

Seiring peningkatan kualitas akademik yang berkelanjutan, animo pendaftar seleksi PMB UII pun terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut tampak dari meningkatnya jumlah pendaftar di setiap model seleksi yang ditawarkan. Pada penyelenggaraan model seleksi PBT UII gelombang I tahun ini menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan dibanding dengan pelaksanaan tahun akademik sebelumya.

Disampaikan Rektor UII,  Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. saat meninjau langsung pelaksanaan seleksi PMB UII jalur PBT gelombang I, di Gedung M. Natsir Kampus UII, Minggu (17/1), pendaftar jalur PBT UII tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan, dari sebelumnya di bawah 800 pendaftar saat ini lebih dari 1.100 pendaftar. Tingginya animo pendaftar menurut Dr. Harsoyo juga tampak pada jumlah pendaftar pola seleksi CBT yang mana sampai hari Jumat (15/1), jumlahnya telah lebih 2000 pendaftar sejak dibuka pada pertengahan Desember 2015.

Sementara disampaikan Ketua PMB UII, Arief Rahman, PhD., pada pelaksanaan seleksi PBT saat ini terdapat penambahan soal asesmen diri bagi pendaftar Prodi Psikologi. Hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kondisi psikologis calon mahasiswa. Adapun pelaksanaan ujian seleksi jalur PBT UII tahun ini dijadwalkan akan dilaksanakan 4 kali, yakni pada bulan  17 Januari, 24 April, 12 Juni dan 24 Juli.

 Sumber : www.uii.ac.id

khairul umam bentoAdalah Hairul Umam B, mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) angkatan 2011, saat ini juga menggeluti dunia bisnis dengan mendirikan Bento Grup. Dalam usianya yang masih sangat muda Ia sudah mempunyai beberapa cabang usaha yang tergabung dalam Bento Grup, yaitu 3 buah kedai kopi (Bento Cafe, Ayumi Cafe, dan Nemo Cafe), 1 buah usaha catering (Bento Catering), dan 2 buah lembaga kursus bahasa asing (Jogja English Coffee dan Engslih Family).

Disampaikan oleh Bento, panggilan akrab pemuda tersebut, bahwa modal pertama yang digunakan untuk memulai bisnisnya hanya sebesar 7 juta rupiah, lima juta Ia didapatkan dari pinjaman orang tua sedangkan sisanya adalah uang hasil pengembalian dana dari universitas karena yang bersangkutan mendapatkan beasiswa Mahasiswa Unggulan Ponpes UII waktu itu. Setelah kurang lebih 3,5 tahun menjalankan usaha, Ia mengatakan apabila aset total semua usaha yang dimiliki dijumlahkan saat ini nilainya hampir mencapai 1 Miliar Rupiah.

Dari keenam cabang usaha yang dimiliki tersebut, Ia berhasil meraih omset rata-rata perhari sekitar 10 s/d 15 juta rupiah, dari hasil omset itulah Ia bisa membayar biaya kuliahnya sendiri, menghidupi sekitar 40 karyawan yang terlibat didalamnya, dan sebagian juga dikirim kepada orang tua tiap bulannya. “Awalnya memang orang tua tidak setuju dengan keputusan Saya untuk terjun di dunia bisnis, dulu mereka menyarankan untuk fokus pada kuliah saja, tapi sekarang mereka mendukung kok,” tutur pemuda asal Madura itu dengan bangga.

Ketika disinggung mengenai proses pengelolaan bisnis, menurutnya, terjun di dunia bisnis adalah pilihan, gagal dan berhasilnya seseorang dalam menjalankan bisnis tergantung pada ‘tangan’ yang me-manaje-nya, tentu butuh banyak belajar dan banyak kesabaran. “Saya pernah gagal dalam menjalankan bisnis rumah makan padang yang saat ini sudah di take-over orang lain, waktu itu saya banyak menelan kerugian, tapi karena bisnis adalah hobi saya, bagaimanapun juga saya tetap menikmati terjun di dunia bisnis ini, itu pengalaman yang sangat berharga bagi saya”, ungkapnya.

Yang menarik adalah meskipun waktunya banyak terserap untuk mengelola bisnis, Ia tetap tidak melupakan tugas utamanya sebagai mahasiswa, yaitu belajar di perkuliahan. Ia menceritakan memang pada awalnya agak kesulitan dalam mengatur waktu antara kuliah dan bisnis, sempat mendapatkan Indeks Prestasi (IP) Semester yang jeblok, (yang membuat pihak universitas memutuskan untuk menghentikan pemberian beasiswa ketika itu), namun dengan semangat untuk terus maju akhirnya semester ini Ia berhasil mempertahankan IP Kumulatif di angka 3,18.

Harapanannya pada tahun 2016 ini, mahasiswa pecinta lagu Iwan Fals tersebut bisa menggiatkan pemasaran usaha yang ada saat ini, memperbanyak usaha kedai kopi sekitar 3-4 buah lagi dengan menggaet investor, dan yang terpenting adalah menyelesaikan kuliah yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan skripsi.

Terakhir, pemuda yang mempunyai cita-cita menjadi Bento (hanya dalam arti yang positif, seperti lirik lagunya Iwan Fals, yaitu rumah real estate, mobil banyak, harta melimpah, dan tokoh papan atas) tersebut berpesan: “Jadilah diri sendiri, karena yang bisa menjadikan kita sukses sebagai orang besar adalah usaha kita sendiri, bukan pemberian dari orang lain.”

Sumber : www.uii.ac.id

Kalender Akademik TA. 1516

susuSemakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk susu, turut berdampak pada meningkatnya minat terhadap produk-produk olahannya. Salah satunya yakni produk susu dalam kemasan yang kini banyak dipasarkan secara luas, tidak hanya oleh produsen besar namun juga industri rumah tangga. Di kalangan anak muda khususnya, mengkonsumsi susu dalam kemasan mulai mengarah pada tren yang digandrungi. Apalagi susu ini dikemas dalam kemasan-kemasan menarik dengan berbagai rasa yang unik.

Mahasiswa UII, Intan Paramita mampu mengubah peluang tersebut menjadi bisnis yang menjanjikan. Ia mengembangkan produk susu pasteurisasi yang dikemas dalam botol-botol menarik. Selain tahan lama, susu yang tersimpan dalam botol itu juga memiliki berbagai macam rasa yang unik.

“Ide awal untuk mengembangkan produk susu pasteurisasi ini terinspirasi dari bisnis serupa yang saya jumpai ketika berkunjung ke Thailand. Waktu itu saya melihat susu yang dikemas dalam kemasan botol yang menarik dan ternyata lumayan ramai pembelinya”, tutur mahasiswi Prodi Akuntansi itu. Ia kemudian tertarik untuk serius mengembangkan produk susu pasteurisasi dalam kemasan yang diberi label Nic & Pim.

“Di Jogja sepertinya belum banyak yang melirik peluang ini sehingga masih cukup menjanjikan. Awalnya perlu waktu lama untuk menemukan formula produksi yang pas. Sering susu yang saya produksi cepat basi karena teknik produksi yang belum tepat”, ungkap dara kelahiran Lombok itu. Seiring berjalannya waktu, Intan mulai belajar bahwa teknik pasteurisasi dapat mempertahankan kualitas susu meski tidak diberi pengawet sehingga produknya bisa tahan hingga 5 hari.

Dalam memasarkan produknya, Intan mengandalkan pemasaran secara langsung kepada sesama mahasiswa di kampusnya, Fakultas Ekonomi UII. Selain itu, ia juga aktif mengikuti pameran wirausaha mahasiswa di berbagai kampus agar produknya semakin dikenal. “Saya juga dibantu adik yang kuliah di UGM untuk memasarkan produk. Pemasaran juga kita lakukan lewat media sosial instagram”, tambah mahasiswi yang duduk di semester VII itu.

Untuk satu kali produksi, Intan mampu menghasilkan 350 botol susu pasteurisasi ukuran 350 ml. Terdapat berbagai pilihan rasa yang disajikannya, seperti choco caramel, macha greentea, taro, dan blueberry. “Rata-rata pelanggan saya didominasi oleh kalangan muda. Mereka suka dengan pilihan rasanya yang unik dan kemasan yang menarik”, katanya. Dalam sebulan, Intan mampu meraup omset penjualan senilai Rp 10 juta.

Dalam menjalankan bisnisnya, Intan juga memiliki visi sosial yakni turut membantu mitranya, para peternak sapi lokal skala kecil dan menengah. “Saya memiliki hubungan baik dengan beberapa peternak sapi tempat saya membeli bahan baku. Sering saya mendengar keluhan mereka tentang kesulitan dalam menjual susu sehingga mereka senang jika ada pelanggan tetap”, katanya. Oleh karena itu, ia merasa senang jika usahanya ini dapat sedikit menjawab kesulitan tersebut.

Salah satu pengalaman berkesan bagi Intan adalah ketika dirinya pernah kewalahan memenuhi permintaan pelanggan pada saat mengikuti pameran. Waktu itu stoknya mulai menipis karena ramai diserbu pembeli, padahal pameran masih berlangsung lama.

“Saya harus produksi lagi meski waktu sangat terbatas. Malam-malam saya mengambil susu dari peternak di Turi-Sleman pakai motor, padahal jaraknya cukup jauh dari rumah di Kotagede. Sampai rumah kita langsung produksi sampai jam 3 pagi, besoknya langsung kita pasarkan lewat pameran, rasanya capek sekali”, ceritanya. Meski demikian, gadis asal Jogja ini mengaku menikmati rutinitasnya tersebut.

Sumber: www.uii.ac.id

 

TennisMahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali berhasil menorehkan prestasi Juara 3 melalui perwakilan dari Tim Tennis UII pada ajang Brawijaya Nasional Tennis Turnamen yang diadakan pada bulan lalu (04/12) bertempat di Lapangan Tenis Indor Universitas Brawijaya Sport Center, Malang.

Tim Tennis Lapangan UII diwakili oleh 8 mahasiswa dari berbagai fakultas, diantaranya adalah: Faizal Syarif (FH 2012), Fajar Suryalintang (FH 2013), Angga Dita Johannas (FTI 2011), Yugi Ilyasa (FE 2014), Al Akbar Priya (FTSP 2012), Ammar Waly Bisowarno (FE 2014), Rike Merlita (FH 2012), dan Olfina Vidia Insani (FE 2013).

Pada ajang lomba tenis tingkat nasional tersebut, Tim Tennis UII berhasil mengalahkan tim tenis dari Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, dan masuk ke semifinal. Namun dibabak semi final Tim Tennis UII belum berhasil mengalahkan tim tenis dari Universitas Negeri Yogyakarta, sehigga dari hasil tersebut Tim Tennis UII berhasil menjadi juara 3.

Disampaikan secara terpisah, Direktur Direktorat Pengembangan Bakat Minat dan Kesejahateraan Mahasiswa (DPBMKM) UII Beni Suranto, ST., M.Soft.Eng., berharap prestasi yang diraih saat ini dapat dipertahankan, lebih lagiditingkatkan. Beni Suranto juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pemain atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga mampu mengharumkan nama UII dikancah Nasional khususnya pada olahraga cabang Tenis ini.

Sumber: www.uii.ac.id

 

MB UIITim Marching Band Universitas Islam Indonesia (MB UII) tampil dengan totalitas dalam Kejuaraan Grand Prix Marching Band (GPMB) XXXI 2015 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada 26-27 Desember 2015. Kejuaraan bergengsi tingkat nasional ini diikuti oleh 24 tim marching band dari berbagai daerah di Indonesia.

Masing-masing tim saling berkompetisi dalam menyuguhkan pertunjukan yang mengusung tema-tema tertentu. Pertunjukan tidak hanya sekedar memainkan musik dengan apik namun juga dituntut memiliki alur cerita dan penataan koreografis yang kompleks. Tim MB UII sendiri menyuguhkan tema pertunjukan “Taj Mahal : a Symbol of Love” . Tema ini kental dengan kisah cinta abadi seorang raja Mughal, Shah Jahan kepada istrinya Mumtaz Mahal yang dibuktikan dengan bangunan Taj Mahal.

Disampaikan oleh Ketua MB UII, Budi Santoso, bahwa tim MB UII telah cukup lama mempersiapkan diri untuk menghadapi sengitnya kompetisi dalam kejuaraan. “Kurang lebih 12 bulan kami rutin berlatih mengasah kemampuan agar dapat tampil maksimal dalam kejuaraan”, katanya.

Persiapan yang panjang dikarenakan dalam menampilkan tema mereka harus melibatkan ratusan personil, mulai dari pemain musik, dirijen, penampil, dan lain-lain. Di samping itu, mereka juga harus membuat dan menyiapkan properti pertunjukan agar tema dapat lebih nyata. Perjalanan ke Jakarta juga melibatkan 130 orang personil dan ofisial MB UII.

“Berdirinya miniatur bangunan indah Taj Mahal di lantai kuning Istora Senayan seolah menjadi puncak perjuangan kami hari itu. Terimakasih kepada warga UII dan pihak-pihak yang terus mendukung kami selama ini”, tambahnya.

Pada malam pengumuman kejuaraan, MB UII berhasil mendapatkan peringkat ke-8 dari 24 peserta lainnya dan sekaligus menempatkan MB UII pada divisi utama dengan raihan poin 74,95. Meski tidak sampai mengukir prestasi utama, namun pengalaman mengikuti kejuaraan menjadi oleh-oleh yang sangat berhaga bagi anggota MB UII.

Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil SH., MH dan Direktur Kemahasiswaan UII, Beni Suranto, ST., M.SoftEng turut memberikan motivasi kepada tim MB UII selama kejuaraan berlangsung.

 Sumber: www.uii.ac.id

VIPPeran jurnalistik sebagai wadah untuk mengenalkan kondisi aktual perguruan tinggi saat ini kepada stake holder menjadi sangat penting. Peran tersebut bisa dilakukan melalui penyusunan penyampaian berita terkini baik melalui website, majalah, ataupun media lainnya. Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu perguruan tinggi yang peduli dengan citra kualitasnya terus berupaya untuk membuat inovasi-inovasi baru dalam hal pemberitaan, salah satunya yang terbaru adalah dengan menerbitkan majalah corporate yaitu VIP Magazine.

Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran resmi siang tadi (30/12) bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 4 Rektorat UII Gedung GBPH Prabuningrat memberikan apresiasi atas terbitnya majalah perdana ini, selain itu pihaknya juga menyampaikan bahwa majalah ini diharapkan bisa terbit berkelanjutan, idealnya adalah satu semester sekali.

“Mengingat banyak sekali program-program yang bagus namun hanya semangat diawal saja tidak dilanjutkan pada periode-periode berikutnya, maka dari itu yang paling penting sebenarnya adalah istiqomah,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Humas Karina Utami Dewi SIP., MA., melaporkan bahwa penerbitan majalah ini merupakan program yang masih sangat awal, sehingga kedepan diharapkan ada masukan-masukan dari civitas akademika UII demi penerbitan majalah berikutnya yang lebih baik.

Pada acara peluncuran perdana VIP Magazine yang pada dasarnya merupakan media informasi bagi alumni, orang tua mahasiswa, mitra kerjasama, dan juga stake holder lainnya juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Abdul Jamil, SH., MH., Direktur Direktorat Kerjasama dan Alumni (DPKA) Hangga Fathana, SIP., B.Int.St., MA., beberapa perwakilan dari direktorat, unit, fakultas, dan lembaga mahasiswa.

Sumber: www.uii.ac.id

Bagi mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, untuk mengetahui jadwal ujian akhir semester ganjil pada tahun ajaran 2015/2016 dapat akses pada halaman dibawah ini berdasarkan jurusannya,

JADWAL UAS 15/16 

Berikut informasi akhir perkuliahan TA. 2015/2016

Pengganti hari libur nasional :

1. Tanggal 9 Desember 2015 diganti hari Senin, 4 Januari 2016

2. Tanggal 24 Desember 2015 diganti hari Rabu, 30 Desember 2015

3. Tanggal 25 Desember 2015 diganti hari Kamis, 31 Desember 2015

 

Ujian akhir semester (UAS) TA. 2015/2016 dilaksanakan mulai Rabu, 6 Januari 2016 s/d Selasa, 19 Januari 2016. Jadwal UAS dapat dilihat dihalaman ini Jadwal UAS 15/16

Dimohon mahasiswa aktif untuk mengecek presensi hadir kuliah di unisys.uii.ac.id yang berkaitan dengan hadir kuliah 75% dari kehadiran dosen.

Bagi mahasiswa yang ijin kuliah segera diselesaikan sebelum UAS dimulai.

Selama UAS sudah berjalan tidak melayani komplain presensi hadir kuliah.

nb: Jadwal UAS sewaktu-waktu dapat berubah

 

 

 

 

DoktorSebanyak 25 staf edukatif Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menyelesaikan jenjang studi strata tiga atau program doktoral. Gelar tersebut diraih diantaranya berasal dari beberapa perguruan tinggi ternama, baik itu dalam maupun luar negeri. “Hingga sekarang, UII telah memiliki 117 doktor. Semoga hal ini dapat semakin memperkuat sumberdaya dosen yang ada di UII,” terang Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc ketika menyambut para doktor baru UII di Gedung Perpustakaan Moh.Hatta, Kamis (10/12).

Rektor berpesan agar ke-25 doktor baru UII dapat memaknai pencapaian mereka dengan bentuk syukur kepada Allah SWT. “Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Dengan diraihnya strata akademik tertinggi hendaknya membuat semakin rendah hati dan bersyukur. Tunjukkan rasa syukur itu dengan karya dan kontribusi yang semakin meningkat”, pesannya.

Jika ditinjau dari lokasi pendidikannya, sebanyak 54% doktor baru UII menempuh pendidikan di dalam negeri dan 46% menempuh pendidikan di luar negeri. Sementara itu, saat ini masih terdapat sekitar 90 staf edukatif UII yang juga tengah menempuh pendidikan S-3. Rektor berharap agar mereka dapat segera menyelesaikan pendidikannya dan kembali mengabdikan diri di kampus. UII berupaya agar jumlah doktor terus bertambah setiap tahunnya sehingga dapat menunjang pendidikan master dan doktor yang tengah berkembang di UII.

Wakil doktor baru UII, Arief Rahman, SE, M.Com, Ph.D mengatakan, pencapaian untuk menjadi seorang doktor memang tidak mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Meski demikian, setelah berhasil dicapai, bukan berarti lantas bisa berbangga diri sebab masih ada tanggungjawab yang diemban. “Sempat saya menjadi cleaning service selama menempuh pendidikan doktor di Australia. Semua itu kini menjadi kenangan yang semakin menambah rasa manis dari hasil yang dicapai”, ucap Direktur Direktorat Akademik UII ini.

Sumber : www.uii.ac.id