Blank NewsPeradaban Islam pada masa lalu memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang luar biasa. Bahkan menjadi salah satu pemegang hegemoni dunia pada saat itu, bersama Tiongkok dan India, yang dikenal sebagai Globalisasi Timur (Eeastern Globalization).Globalisasi Timur mulai menunjukkan tanda-tanda signifikan untuk hadir kembali pada kendali Tiongkok dan India. Hal ini bisa dilihat dari terbangunnya bank dunia baru yaitu Bank Investasi dan Infrastruktur (BII) dan ketegaran Tiongkok di Laut Cina Selatan. Hal ini membuat geram pesaing-pesaing mereka yang berasal dari hegemoni peradaban barat.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Diskusi Bedah Buku “Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (PPs FE UII). Acara ini menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi UII, Drs. Suwarsono Muhammad, MA, yang sekaligus merupakan penulis buku tersebut. Disampaikan oleh Suwarsono, bahwa buku ini mencoba mencari jawaban dari surutnya imperium Islam yang pernah berjaya, serta mencoba mencari indicator dan formula kejayaan: apa yang menjadikan peradaban Islam pernah bangkit, tumbuh, berkembang, dan meraih puncak kejayaan. Suwarsono mencoba meraba, berbagai ajaran Islam yang telah ada seperti sejarah dan “tafsir” yang dikenal selama ini “telah benar adanya”.

Bedah buku yang dilaksanakan di Aula Utara, Gedung Prof.Dr.Ace Partadiredja, Kampus FE UII (23/5)memilih topik ini atas dasar kekhawatiran adanya distorsi yang bisa terjadi terutama karena pengaruh kekuasaan politik. Suwarsono merasa ada begitu banyak penghalusan sejarah, sekalipun tidak sampai pada sepenuhnya penyembunyian fakta-fakta sejarah. Politik selalu mengintervensi penulisan sejarah, pada masa sekarang maupun yang telah lalu. Suwarsono menambahkan, adanya intervensi kebudayaan dari umat generasi awal yang meneruskan ajaran itu ke umat generasi berikutnya. Sedangkan, mungkin, umat generasi awal sudah tercampuri pemahamannya dengan kebudayaan. Seringkali amat sulit memisahkan mana elemen kebudayaan dan manakah yang benar-benar ajaran Islam. Buku ini bertujuan membuka tabir itu, walaupun tidak sepenuhnya terbuka lebar.

Juga hadir dalam diskusi dan bedah buku ini yaitu Prof. Dr. Faisal Ismail, MA, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang memberikan beberapa catatan penting yaitu bahwa kajian peradaban Islam klasik dari persepekstif sosial politik lebih melihat bagaimana sosok peradaban Islam klasik itu dibangun, ditumbuhkan, dikembangkan sehingga menjadi peradaban besar. Lazimnya, penjabaran seperti ini lebih mementingkan peranan, pergantian dan pengangkatan seorang khalifah. Masih perlunya kajian dan pembahasan yang menjelaskan tentang perkembangan dan pencapaian peradaban Islam klasik dari perspektif sosial ekonomi atau ekonomi politik. Faisal menambahkan poin penting dalam buku ini adalah pemaparan masa pra-Islam yang sudah identik dengan kemajuan, kebudayaan, dan perdaban kota karena menjadi pusat perdagangan, menjadi cikal bakal yang memberikan momentum historis semakin tinggi. Islam mengubah peradaban Arab pra-Islam tersebut menjadi peradaban yang berbasis tauhid. Inilah titik tolak yang ditemukan oleh Suwarsono Muhammad.

Buku “Ekonomi Politik Peradaban Islam Klasik” disusun dengan bahasa yang baik, bernas, dan mudah dipahami. Ide dan uraian yang disampaikan penulis mengalir secara sistematis, sehingga perlu diberikan apresiasi atas terbitnya buku ini. Ditambah kajiannya terfokus pada peradaban Islam klasik yang diulas dan dibahas dari perspektif ekonomi politik. Ini merupakan hasil karya dari salah satu akademisi senior FE UII yang diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

2015.5.21. seminar beasiswaMinimnya informasi yang diperoleh mahasiswa menyebabkan tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini ada banyak lembaga yang menawarkan peluang memperoleh beasiswa studi mulai dari S1 hingga S3 bahkan Beasiswa Research baik di Perguruan Tinggi Dalam  Negeri maupun Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Hal tersebut mendorong LPM EKONOMIKA UII menyelenggarakan Seminar Beasiswa dengan menghadirkan pembicara-pembicara berpengalaman baik sebagai penerima beasiswa maupun sebagai pengelola lembaga yang menawarkan beasiswa itu sendiri.

“Begitu banyak beasiswa saat ini, untuk memperolehnya juga tergolong mudah, berbeda kondisinya dengan tujuh tahun yang lalu karena masih sedikit yang memberikan beasiswa. Jadi rugi kalau tidak dapat beasiswa.” Demikian disampaikan Kepala Divisi Penyaluran Beasiswa LPDP Rumtini Suwarno saat memberikan penjelasan terkait Beasiswa LPDP di Geadung Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir.

Sebagaimana diketahui sejak didirikan pada tahun 2013, LPDP terus gencar dalam mensosialisasikan dan menawarkan peluang beasiswa kepada Putra-Putri terbaik Indonesia untuk studi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Berbagai macam beasiswa yang ditawarkan LPDP ialah Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, Presidential Scholarship.

Dijelaskan Rumtini, pemerintah menyadari dengan memberikan akses pendidikan melalui beasiswa akan melahirkan generasi muda yang produktif di masa yang akan datang. “Pada 2030 Indonesia akan memiliki bonus demografi, Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar, oleh karena itu harus benar-benar dimanfaatkan, pemberian beasiswa diharapkan akan menghadirkan manusia yang berkualitas dan produktif.” Papar Rumtini.

Ia pun berpesan agar para peserta tidak mudah menyerah dalam mengikuti seleksi beasiswa, “Jangan mudah menyerah, kalau gagal dicoba lagi, sampai saat ini LPDP telah memberikan beasiswa kepada sekitar 3500 orang baik studi di dalam negeri maupun di luar negeri.” Tegas Rumtini.

UII sebagai Perguruan Tinggi Nasional tertua yang juga memiliki cita-cita mendidik mahasiswa menjadi pemimpin bangsa terus mendorong agar semakin banyak kegiatan-kegiatan yang menyediakan berbagai informasi terkait beasiswa. Sebagaimana dijelaskan Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng.,yang merupakan Direktur Direktorat Pengambangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII. “UII memberikan dukungan penuh agar terlaksana kegiatan-kegiatan semacam ini agar semakin banyak mahasiswa UII yang meraih beasiswa.” Ujar Beni.

Dalam seminar yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) tersebut, beberapa pembicara merupakan peraih beasiswa baik dari  LPDP, Australia Awards, dan juga Erasmus Plus yang sebelumnya bernama Erasmus Mundus.

Sumber : www.uii.ac.id

IAPIProfesi akuntan publik menjadi salah satu profesi yang cukup diminati, khususnya oleh para lulusan akuntansi. Kebutuhan yang tinggi terhadap tenaga profesional akuntan menyebabkan persaingan di dalam dunia kerja juga semakin ketat. Terlebih lagi, pasar bebas ASEAN nantinya akan membuka pasar bagi jasa akuntan di wilayah negara-negara ASEAN. Sementara itu, untuk mendapatkan sertifikasi certified public accountant (CPA), diperlukan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu, mahasiswa dan para lulusan program studi Akuntansi perlu mempersiapkan diri untuk dapat memperoleh sertifikasi menjadi seorang akuntan publik.
Menanggapi hal tersebut, program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Certified Public Accountant (CPA). Sosialisasi ini diselenggarakan di Aula Utara Gedung Prof. Dr. Ace Partidiredja, Kampus Fakultas Ekonomi UII pada hari Rabu (28/4) dan dihadiri oleh mahasiswa FE UII serta mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Sosialisasi ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UII,  Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si. Dalam sambutannya Agus Hardjito menekankan tentang pentingnya kegiatan ini bagi para mahasiswa yang ingin berkarir sebagai akuntan publik. Terlebih lagi karena FE UII saat ini menjadi salah satu tempat ujian sertifikasi CPA di wilayah Yogyakarta.
Sosialisasi yang bertema Sosialisasi CPA dan New CPA Program 2015 ini menghadirkan narasumber Tarkosunaryo, MBA, CPA, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IAPI. Tarkosunaryo menyampaikan berbagai informasi penting tentang CPA yang merupakan sertifikasi untuk profesi akuntan publik yang akan diberikan kepada calon akuntan publik setelah menjalani sebuah pelatihan dan ujian sertifikasi. “Sertifikasi tersebut juga merupakan tanda perizinan bagi seorang akuntan publik untuk dapat memberikan layanan jasa assurance”, paparnya. IAPI sebagai organisasi akuntan publik di Indonesia membantu para calon akuntan publik yang ingin menjalani ujian sertifikasi CPA.
Selain menyampaikan mengenai sertifikasi CPA, Tarkosunaryo juga berbagi strategi kepada para mahasiswa untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015. “AEC juga membuka peluang kepada para akuntan publik untuk berkesempatan kerja di negara-negara ASEAN, dan sebaliknya. Sehingga akuntan publik di Indonesia harus siap dan mampu bersaing,” tegasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Tarko mengatakan bahwa mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan teknis mereka tentang akuntansi, auditing, keuangan, dan bisnis sesuai dengan standar internasional.

pekan manajemenPeranan sumber daya manusia (SDM) tidak semata menjadi penggerak utama berjalannya proses bisnis di dalam sebuah perusahaan, melainkan juga menjadi aset penting bagi perusahaan. SDM, jika dilihat jangka panjang, merupakan bagian dari investasi bagi perusahaan. Hal ini menarik perhatian mahasiswa Program Studi Manajemen FE UII yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Management Community untuk mengadakan acara Stadium General dengan mengangkat tema “Best Practice in Human Resources Management”. Penyelenggaraan kegiatan ini juga didukung oleh Program Studi Manajemen UII. Stadium General ini merupakan rangkaian acara dari kegiatan rutin tahunan MANIFEST (Management Annual Inaugural Festival) dari Management Community.
Kegiatan kuliah umum ini bertempat di Aula Utara FE UII pada Sabtu (17/04) dan dibuka oleh Ketua Prodi Manajemen, Dr. Drs. Sutrisno, MM. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa prodi manajemen, khususnya yang mengambil konsentrasi studi di bidang manajemen sumber daya manusia. Acara ini menghadirkan narasumber Bernadina Okti Adiyanti, S.Psi, P.Si, Human Resource Director, GoodYear dan dipandu oleh moderator, Drs. Arif Hartono, MHRM., Ph.D, dosen Prodi Manajemen.
Bernadina memaparkan tentang perkembangan manajemen SDM dari masa revolusi industri hingga saat ini. Dalam perkembangannya, dunia pengelolaan SDM telah mengalami perluasan fungsi pada tubuh perusahaan. “Saat ini HRM (human resource management –red) berlomba-lomba membangun SDM tidak hanya untuk menjadi pegawai biasa tetapi untuk menjadi talent yang dapat menggerakkan perusahaan”, ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa peranan manajemen SDM kini menjadi semakin penting terutama dalam memastikan keberhasilan pengelolaan perubahan yang dibutuhkan perusahaan, khususnya untuk mengelola bakat-bakat yang berpotensi memimpin perusahaan, agar tetap bertahan dan terus meningkatkan kinerjanya.
Diskusi dalam acara ini berlangsung komunikatif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang antusias untuk mendapatkan cerita pengalaman dari narasumber sebagai praktisi profesional di bidang manajemen SDM. Dengan adanya acara ini diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai manajemen SDM dan mampu meningkatkan pemahamannya terkait teori yang telah didapat di bangku perkuliahan dengan implementasi di dunia nyata.

2015.04.15. pelayanan primaDi tengah persaingan global yang semakin ketat terlebih dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka seluruh perguruan tinggi dituntut untuk terus berusaha memperbaiki diri agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain baik perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi dari luar negeri.
Dengan jumlah perguruan tinggi dalam negeri yang begitu banyak dan di tambah semakin gencarnya promosi perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia, maka setiap perguruan tinggi baik PTN maupun PTS semuanya memiliki tantangan dan peluang yang sama. Kompetisi tidak lagi hanya ditentukan dari rekam jejak institusi melalui akreditasi maupun ragam prestasi lainnya.
Dijelaskan Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., dalam arus globalisasi yang semakin tidak mengenal batas antarnegara, keunggulan dalam kompetisi saat ini setidaknya ditentukan oleh tiga hal: lebih cepat, lebih murah, lebih baik – faster, better, cheaper. “Kalau yang mahal lebih baik itu banyak, tapi kita berusaha dengan biaya yang lebih murah namun dapat memberika pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik.” Ujar Dr. Harsoyo.
Dr. Harsoyo melanjutkan bahwa kualitas pelayanan akan menentukan keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam bersaing, “Keunggulan dalam kompetisi antarperguruan tinggi ke depan juga akan ditentukan oleh kualitas layanan di luar kelas. Pelayanan di dalam kelas seperti kualitas mengajar seorang dosen sudah menjadi sebuah keharusan, dan di saat yang sama, kualitas pelayanan di luar kelas seperti layanan informasi akademik, layanan kemahasiswaan, dan layanan terkait lainnya semakin bermakna penting untuk menunjang pelayanan prima universitas.” Papar Dr. Harsoyo.
Pelayanan prima menurutnya harus diwujudkan oleh seluruh unit yang ada di UII dengan memperhatikan kebutuhan stake holder mulai dari internal kemudian kepada pihak ekternal dari waktu ke waktu. “Pelayanan prima bagi eksternal tidak mungkin dapat berhasil jika di kalangan internal UII saja pelayanan tersebut masih belum terlaksana dengan baik.” Tegas Dr. Harsoyo
Drs. H. Syafaruddin Alwi, M.S. yang merupakan Ketua Pembina Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII mengungkapkan bahwa faktor utama mengapa customer meninggalkan sebuah perusahaan atau lembaga adalah buruknya pelayanan perusahaan tersebut terhadap customer. “75% disebabkan oleh pelayanan yang buruk, 11% ketidakpuasan terhadap produk, 7% harga di tempat lain lebih murah, dan 7% sisanya faktor lain-lain.” Papar Drs. Syafar.
Ia menjelaskan bahwa setiap staf dan karyawan UII perlu memahami kunci-kunci penggerak perubahan sistem pelayanan di antaranya adalah perubahan lingkungan global, penggunaan teknologi informasi yang semakin luas dalam multi dimensi kegiatan masyarakat, perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan terbaik yang semakin tinggi, reaksi kritikal dan emosional dari pelanggan, serta derivasi dan konsekuensi dari visi organisasi.

Sumber : www.uii.ac.id

Salah satu tujuan berdirinya UII adalah untuk membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang bermanfaat bagi masyarakat serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Fakultas Ekonomi UII secara konsisten selalu melaksanakan kegiatan Pendampingan Agama Islam (PAI) dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan PAI akan diikuti secara wajib oleh seluruh mahasiswa baru pada setiap tahunnya selama 1 semester dan terintegrasi dengan kurikulum. Selama mengikuti kegiatan PAI, mahasiswa akan didampingi oleh mentor untuk meningkatkan ilmu keIslaman, terutama ibadah dan akhlak.

UPLOAD2Untuk membuka kegiatan PAI pada periode 2014-2015 ini, Fakultas Ekonomi UII mengadakan kuliah umum kepada seluruh peserta kegiatan PAI yang berlangsung pada Sabtu (28/3) di Hall Tengah FE UII. Menurut M. B. Hendrie Anto, S.E., M.Sc selaku ketua Tim PAI FE UII, PAI merupakan momentum penting bagi para mentor guna melatih kepercayaan diri dan mengajarkan ilmu agama yang mereka miliki kepada para mentee. “PAI juga merupakan salah satu cara untuk meneruskan tongkat estafet  dakwah di kampus FE UII”, tambahnya.

Turut hadir dalam acara ini, Dekan FE UII, Dr. D. Agus Hardjito, M.Si untuk memberi sambutan sekaligus membuka acara. Menurut Agus, kegiatan PAI merupakan bentuk keturutsertaan Fakultas dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada mahasiswa-mahasiswi baru FE UII sebagai tanggungjawab dalam mencetak para cendekiawan muslim tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama. “Kegiatan PAI diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu agama untuk memperbaiki akhlak serta meningkatkan kesadaran untuk selalu rajin beribadah”, terang Agus.

Acara kuliah umum diisi oleh Ustadz Fadly Noor yang memaparkan materi dan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta. Menurut Fadly, terdapat 2 jenis motivasi yakni push atau dari luar diri sendiri dan pull atau visi dari dalam diri sendiri. Fadly menambahkan bahwa motivasi push adalah seluruh kejadian yang berasal dari luar diri sendiri, bisa berupa ancaman, keterdesakan, dan lain-lain, sedangkan motivasi yang lebih baik adalah motivasi pull yang berasal dari dalam diri sendiri yang keberadaanya akan terus terjaga. “Sebagai manusia kita harus punya visi untuk mendapatkan yang terbaik dan mendapatkan yang lebih baik lagi”, pungkas Fadly.

Usai kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan antara mentor dengan mentee untuk menjalankan kegiatan mentoring selama PAI yang berisi penyampaian materi keIslaman, baca-tulis Al-Qur’an, dan materi ibadah lainnya. Mentoring akan dijadwalkan secara rutin sesuai kesepakatan mentor dan  mentee. Mentor PAI merupakan kakak-kakak angkatan dari para mahasiswa-mahasiswi baru. Kegiatan PAI diharapkan tidak hanya meningkatkan ilmu keIslaman melainkan juga mempererat silaturrahmi sesama mahasiswa FE UII.

 

2015.03.28.akuntanSemakin kompleksnya perkembangan kehidupan ekonomi memberikan peluang munculnya diversifikasi profesi untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada. Jika dulu profesi akuntan cenderung dipahami hanya memiliki peran terbatas dalam keuangan perusahaan, kini profesi tersebut memiliki cakupan peran yang lebih luas. Salah satunya adalah pengenalan profesi appraisal bagi para akuntan.

Profesi ini dinilai belum banyak dilirik oleh para akuntan Indonesia. Padahal dalam sistem ekonomi global khususnya di Amerika atau Eropa, profesi appraisal bagi akuntan termasuk dalam jajaran posisi penting yang banyak diminati. Hal ini dikarenakan profesi tersebut juga memiliki peran yang tak kalah penting dibanding akuntan untuk menilai aset atau keuangan perusahaan.

Demikian gambaran yang muncul dalam penyelenggaraan seminar bertajuk “Peluang dan Eksistensi Profesi Akuntan sebagai Appraisal dalam Implementasi Konvergensi IFRS 2015”. Seminar nasional yang digelar oleh mahasiswa Prodi Akuntansi UII ini menghadirkan pembicara level nasional yang relevan dengan isu tersebut. Bertempat di Ballroom Amarta, Hotel Melia Purosani pada Sabtu (28/3), para peserta diajak memahami tema yang diusung lewat paparan mendalam para pembicara.

Seminar dibuka dengan penyampaian materi oleh pembicara pertama, Rosita Uli Sinaga, SE, Ak, MM, CPA, CA yang mengangkat tema perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia. Disampaikan Rosita Uli yang juga sebagai Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan penyesuaian standar akuntansi keuangan dengan standar yang berlaku secara global. “Standar yang dikenal dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) semakin mendesak untuk diadopsi karena tuntutan perekonomian nasional yang semakin banyak bersinggungan dengan perekonomian global”, ujarnya.

Ditambahkan oleh bahwa implikasi adanya konvergensi IFRS tersebut juga berpengaruh pada penentuan konsep nilai wajar yang selama ini berlaku dalam PSAK. “Tantangan penggunaan nilai wajar yang sering kita hadapi, seperti kondisi pasar Indonesia yang relatif tidak liquid dan pemahaman konsep nilai wajar, serta kesiapan akuntan publik itu sendiri”, jelas wanita yang telah lama berkarir sebagai akuntan tersebut.

Diharapkan melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, para mahasiswa akuntansi UII dapat lebih adaptif dan responsif dalam melihat tren perkembangan profesi akuntansi yang sangat beragam. Dengan demikian mereka dapat segera memanfaatkan peluang perubahan tersebut sehingga berhasil memenangkan kompetisi dan eksis dalam dunia lapangan kerja.

2015.3.22.pbt UIIJumlah pendaftar seleksi penerimaan mahasiswa baru UII, pada jalur seleksi Paper Based Test (PBT) Reguler III TA 2015/2016 menunjukkan peningkatan signifikan dari pelaksanaan gelombang yang sama di tahun akademik sebelumnya. Tercatat kenaikan jumlah pendaftar mencapai 29,84 %. Seperti disampaikan Direktur Direktorat Akademik UII Arief Rahman, SE, M.Com, Ph.D. saat pelaksanaan Seleksi Mahasiswa Baru jalur Paper Based Test (PBT) Reguler III TA 2015/2016 di Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Minggu (22/3).

Arief Rahman melanjutkan, pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler III TA 2015/2016 masih didominasi oleh pendaftar Program Studi Pendidikan Dokter. Seperti diketahui, selain melalui  jalur seleksi Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB), pendaftar pada Program Studi Pendidikan Dokter UII hanya dapat ditempuh melalui jalur seleksi PBT. Berbeda dengan program studi lain yang ditawarkan oleh UII, dimana proses seleksi bisa melalui jalur seleksi Computer-Based Test (CBT) yang pelaksanaannya dilakukan 6 hari dalam satu minggunya. Terlebih model jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru UII jalur CBT juga bisa diikuti di lebih dari 20 titik di berbagai provinsi di Indonesia.

Kenaikan pendaftar mahasiswa baru UII juga terlihat pada jumlah pendaftar jalur seleksi lainnya. Dilaporkan, total pendaftar dari seluruh jalur seleksi mahasiswa baru TA 2015/2016 hingga gelombang ke III adalah mencapai 7.815, jumlah tersebut meningkat sebanyak 21,77% dari gelombang yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pendaftar jalur PBT pada gelombang ke III sendiri diluar dugaan karena pada bulan Maret dan April adalah saat di mana para siswa SMA sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional. Namun demikian, pada pelaksanaan seleksi gelombang ke III ini berjalan lancar tanpa adanya masalah yang menghambat bahkan jumlah pendaftar meningkan secara signifikan. “Di luar dugaan kami, kami mengantisipasi bahwa di Periode III akan menurun biasanya, tapi ternyata meningkat”. Ujar Arief Rahman.

Arief Rahman menambahkan, saat ini adalah masa-masa verifikasi dokumen, para pendaftar periode sebelumnya yang berjumlah sekitar 900 calon mahasiswa yang telah melakukan registrasi diharapkan dapat datang langsung ke Kampus UII untuk melakukan verifikasi dokumen sampai batas waktu yang ditentukan yaitu minggu depan dengan menyerahkan fotocopy dokumen lengkap, foto serta melakukan sidik jari. “Ketika verifikasi dokumen,  seluruh mahasiswa baru juga akan sekaligus memperolah Jas Almamater, Al-Qur’an, dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).” Papar Arief Rahman.

Pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler III ini, Wakil Rektor III UII Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul Jamil, S.H.,M.H., berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan ujian. Dr. Jamil menyampaikan apresiasinya kepada Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) terutama Tim Promosi yang telah melakukan berbagai kegiatan dan juga promosi yang gencar sehingga walaupun saat ini para siswa SMA sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional (UN) namun pendaftar UII dapat terus meningkat.

“Ini bisa jadi adalah pertanda kebaikan bagi UII. Biasanya di gelombang 3 menurun tapi untuk kali ini justru naik. Alhamdulillah untuk PBT pada gelombang ini ada kenaikan. Terima kasih karena telah melakukan promo dengan gencar, dan kegiatan-kegiatan civitas akdemika UII lainnya, sehingga ada kenaikan yang signifikan.” Jelas Dr. Jamil.

PPE FE UIISatu visi, satu identitas, dan satu komunitas. Demikian tagline yang sering digunakan untuk menyambut pelaksanaan proses integrasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Satu visi berarti semua negara yang tergabung di ASEAN mempunyai tujuan dan capaian yang sama, satu identitas mempunyai makna tidak ada pembedaan antara negara-negara tersebut, satu komunitas berarti masing-masing negara didalamnya bisa berintegrasi dengan baik sebagai sebuah kesatuan komunitas.

Selain tagline diatas, AEC 2015 juga akan melakukan proses implementasi beberapa poin terkait dengan perdagangan bebas untuk barang dan jasa, aliran tenaga kerja antar negara, aliran investasi antar negara, dan aliran modal antar negara ASEAN.

Demikian itu kiranya materi yang disampaikan oleh Dr. Bagian Aleyssa A. Abdulkarim, RSW ketika  memberikan kuliah umum didepan mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) siang ini (18/3). Kuliah umum yang diisi oleh Dekan dari Collage of Social Work amd Community Development Western Mindanao State University, Zamboanga City, Filipina ini bertempat di Aula Utara Lantai 3 Gedung Prof. Ace Partadiredja Fakultas Ekonomi UII.

Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Ekonomi (PPE) FE UII juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Akhsyim Afandi MA, Ph.D., Kepala PPE UII Awan Setiawan Dewanta, dan beberapa dosen Ilmu Ekonomi serta mahasiswa yang tampak antusias mengikuti acara tersebut.

Disampaikan oleh Akhsyim Afandi bahwa kuliah ini sangat bermanfaat terutama untuk menyiapkan mahasiswa dalam rangka menghadapi AEC 2015, karena siap ataupun tidak kesepakatan integrasi negara-negara ASEAN tetap harus dilakukan.

Selanjutnya, Dr. Bagiann Aleyysa menyampaikan beberapa materi terkait dengan kesiapan negara ASEAN dalam menghadapi imlementasi AEC 2015, khususnya Filipina dan Indonesia, serta apa saja yang harus disiapkan oleh masing-masing negara tersebut untuk bisa bertahan dalam persaingan yang harus dihadapi.

2015.03.10. rangsit universityPendidikan tinggi berperan strategis dalam mengakselerasi peluang negara-negara Asia Tenggara meningkatkan daya saing kawasan menjelang implementasi Komunitas ASEAN. Agar dapat bersaing, lulusan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara saat ini dituntut untuk mampu mandiri dan siap menghadapi kompetisi global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan secara kolektif guna menghasilkan lulusan berkualitas tersebut adalah melalui peningkatan kualitas kerjasama perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Presiden Universitas Rangsit, Dr. Arthit Ourairat, dalam seremoni penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Universitas Rangsit, Thailand di Gedung Administrasi Universitas Rangsit, Selasa (10/3). Hadir dalam seremoni tersebut, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Dr. Arthit yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand tersebut menegaskan pentingnya kerjasama antarlembaga perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara sebagai media dalam membangun kesadaran akan pentingnya pemahaman lintas budaya. “Dalam dunia yang semakin global dan tidak berbatas, saya berharap kerjasama UII-Rangsit mampu menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar secara akademik, namun juga saling memahami keragaman budaya satu sama lain,” tegasnya.

Pemahaman lintas budaya menjadi salah satu penekanan misi Universitas Rangsit. Saat ini Universitas Rangsit memiliki lebih dari 35.000 mahasiswa dengan profil 1.000 mahasiswa di antaranya adalah mahasiswa internasional. Universitas ini juga berperan sebagai penggagas Passage to ASEAN (P2A), dimana UII turut berkontribusi aktif hingga saat ini.

Senada dengan Dr. Arthit, Rektor UII dalam sambutan balasan mengungkapkan pentingnya kerjasama UII-Rangsit sebagai penguat internasionalisasi kedua universitas. “Kerjasama komprehensif yang mencakup pengembangan program akademik, pertukaran staf & mahasiswa, hingga penelitian bersama ini perlu dipahami sebagai upaya perguruan tinggi untuk turut berperan meningkatkan daya saing Asia Tenggara,” ungkap Dr. Harsoyo.

Ditambahkan, potensi kerjasama UII-Rangsit saat ini telah direspon positif oleh sejumlah program studi dari kedua universitas. Beberapa di antaranya adalah program studi Hubungan Internasional dan Farmasi yang juga dikenal sebagai kajian unggulan di Universitas Rangsit.