Asupan Ilmu Ekonomi Digital untuk Para Mahasiswa Ekonomi UII

Akhir pekan dijadikan pilihan terbaik bagi sebagian mahasiswa Fakultas Ekonomi UII untuk menyerap ilmu yang tidak didapatkan saat kuliah, yakni mengikuti seminar. Acara ini bertajuk Seminar Festival Ekonomi dengan judul bahasan Development Strategy to Reach Indonesia’s Vision as Leading South East Asia’s Country of Digital Economy in 2020. Seminar ini diadakan di Gedung Kuliah Umum Timur Kampus Terpadu UII dan dimulai sesuai jadwal yang tealh ditentukan yakni pukul 08.00. Festival Ekonomi yang dipelopori oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi UII ini merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan lain di Festival Ekonomi 2018 ini yaitu ada berbagai perlombaan dalam bidang olahraga dan seni, seperti tenis meja, futsal, basket, bulu tangkis dan desain grafis. Selain berbagai kompetisi, Festival Ekonomi (Feskon) ini mengadakan donor darah dan sebagai penutup rangkaian acara ini ada konser amal yang diisi oleh guest star menarik yang siap dipersembakan untuk para penikmat musik.
Pembawa acara menyalakan pelentang lalu memberi salam pada seluruh penghuni gedung kuliah umum pagi itu, pertanda seminar akan segera dimulai. Seperti kegiatan-kegiatan kampus kebanyakan, beberapa sambutan diberikan oleh perwakilan panitia hingga dekan Fakultas Ekonomi UII. Berkaca pada sambutan yang diutarakan Pak Jaka Sriyana selaku dekan FE UII, ia mengatakan bahwa, kegiatan Fakutas Ekonomi ini diharapkan mampu memberi bekal, membangun semangat para jiwa muda untuk terus berkarya, serta menjadi sesuatu yang berkah dan dapat dipahami ilmunya sehingga mampu menghasilkan manfaat yang besar baik bagi pribadi maupun orang lain nantinya. Peserta yang mengikuti seminar bukan hanya mahasiswa yang berasal dari S1 Fakultas Ekonomi, tetapi banyak juga mahasiswa D3 yang turut mengambil bagian dalam seminar tersebut.
Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, pembawa acara mempersilahkan moderator yang akan mengkoordinir seminar bersama tiga pemateri yang hebat. Bapak Bagus Panuntun sebagai moderator pandai mengambil para peserta seminar sehingga perhatian tertuju kedepan. Berselang beberapa menit, Bima Yudistira yang merupakan Ekonom Index (Institute for Development of Economics and Finance) memasuki panggung dan menyampaikan materinya. Ia menyampaikan topik yang berporos pada ekonomi digital yang jika mampu dikendalikan oleh bangsa Indonesia maka bonus demografi yang diprediksi puncaknya di tahun 2030 akan sangat menguntungkan. Tetapi apabila ekonomi digital tidak mampu dirangkul oleh bangsa Indonesia khususnya manusia di usia produktif maka bonus itu mengganti nama menjadi bencana. Ia memberikan banyak fakta yang membuat peserta sesekali tercengang, baik itu fakta positif maupun fakta negatif. Akibat pembawaannya yang baik, banyak peserta yang penasaran mengenai ekonomi digital dan bertanya kepadanya saat sesi tanya jawab dibuka.
Materi kedua dibawakan oleh pemateri yang tidak kalah hebatnya, yakni Cipto Laksono yang merupakan online sales manager Lionparcel.com. Pencapaian yang luar biasa bagi salah satu pemuda yaitu mampu bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Pada sesinya, ia mengemukakan peran logistik dalam mendukung ecommerce suatu perusahaan. Selain itu, ia memperkenalkan proses kerja di Lionparcel.com sehingga mengundang antusias para peserta yang berada di ruangan tersebut. Pada bagiannya, Cipto menyinggung soal alur dan proses bisnis online ataupun jika suatu usaha dijalankan secara digital.
Materi terakhir dibawakan oleh seorang alumni UII yakni Aryo Wirawan. Ia merupakan seorang penemu start up yang sekarang sedang naik daun di dunia perikanan. Start Up yang ia beri nama Jala ini merupakan sebuah revolusi dari industri perikanan dengan mengandalkan sistem sensor pada kolam udang untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal dan berkualitas. Kegemarannya dalam dunia perikanan sudah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa. Berkat start up yang ia kerjakan hingga detik ini ia dianugerahi berbagai penghargaan baik didalam maupun diluar negeri. Pada saat ia menyampaikan materi, ia mengatakan bahwa hal yang paling penting ketika kita mendirikan sebuah bisnis adalah membentuk pola pikir untuk terus belajar banyak hal dan senantiasa mencari teman yang memiliki keunggulamn dalam bidang ekonomi. Lelaki sarjana teknik ini sangat mengerti bahwa ilmu keekonomian itu sangat penting bagi suatu usaha.